Langsung ke konten utama

Lagi Kampanye "Suka Banjarbaru"? Iya!

Sore Jumat itu gerimis mulai turun di sekitar Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru. Namun sebelum gerimis itu mengundang kawan-kawannya sehingga banyak dan menjadi hujan, sempatlah kami berbincang-bincang di sana. Di bawah tiang bendera, di belakang deretan kursi para tamu yang sedang menghadiri peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Banjarbaru. 20 April 2018 tepatnya.

Selain ada beberapa orang dan kami bicara kian kemari, namun secara khusus sempat berbicara dengan seorang kawan, Novy namanya. Topik yang sebenarnya selintas saja. Pembicaraan yang terlontar karena terlihat sesuatu. Tentang tagline, yang kuingin punya sebuah tagline sederhana, mudah, dan kalau bisa renyah agar gampang dikunyah.

Pada waktu itu, kuingat bercerita tentang tagline sebuah negara, yakni "Oh my Malta!" Itu adalah sebuah tagline wisata negara Malta, yang pada awalnya diucapkan secara tidak sengaja oleh Nuseir Yassin namanya. Ketika mengunjungi Malta. Sebuah kejadian yang tak lama lalu. Masih pada April 2018. Ucapan tak sengaja yang kemudian diadopsi menjadi sebuah tagline wisata Malta.

Kemudian Senin, 23 April 2018 pada ± pukul 04.30 Wita...

Mendadak saja terlintas sebuah hal yang selama ini memang sudah ada dalam rasa. Yakni begitu suka kepada Kota Banjarbaru. Meski pada awalnya sekali ke Banjarbaru adalah bukan karena suka, melainkan dibawa oleh orang tua pindah kemari. Maklum, waktu itu masih kecil, kelas 1 SD juga belum lagi selesai. Belum kenaikan kelas.

Ya.. aku suka Banjarbaru! Kenapa tidak itu saja yang kubikin? Bisa dengan mudah dimengerti oleh mereka yang falam bahasa Indonesia. Mudah diucapkan. Renyah. Maka dari itulah, sekarang sudah mulai memperkenalkan "Suka Banjarbaru".
Tagline Suka Banjarbaru
Lebih dari itu, apa yang harus diusahakan adalah bagaimana agar orang-orang juga suka Banjarbaru! dengan segala sebab musababnya. Bahkan termasuk oleh mereka yang patah hati di Banjarbaru.

Komentar

  1. Sebenarnya saya merasa ada sedikit yg kurang dg tagline itu, tp hasil renungan saya sampai skarang blm mendapatkan solusi. Nantilah smoga

    BalasHapus

Posting Komentar