Dua Orang Kakek di Ujung Hidupnya

Di samping sebuah rumah kecil seorang kakek asyik mencangkul lubang. Lubang itu tak dalam, paling-paling cuma sedalam hasta, setengah meter. Rumah Kakek Ali kecil, namun pekarangannya luas. Banyak sekali pohon berbuah yang rindang-rindang. Setiap tahun ada saja yang berbuah. Entah durian, mangga, jambu, kedondong, bahkan rambutan.

Sang Kakek sangat asyik mencangkul, saat seorang kakek datang menggeleng-gelengkan kepalanya di samping pagar. Kakek Ali tersenyum padanya, menyapa sambil tetap mencangkul. Matahari hampir mencapai puncak, tegak di atas kepala. Seseekali Kakek Ali menyeka keringat di dahinya. >> Read more…