Sekitar dua tahun lalu (2007) saat di Jogja, aku diajak om untuk makan malam di seputaran Jalan Kaliurang. Sepanjang jalan Kaliurang saat malam tiba berubah jadi keramaian yang ngangenin. Sebenarnya ga terlalu ramai sih, tapi jalan ini selalu padat. Di kanan kiri trotoar bermunculan tenda-tenda dadakan. Jajanan yang menarik mewarnai sepanjang Perempatan Mirota sampai perempatan Pos Polisi samping Fakultas Kehutanan UGM.
Tibalah kami pada salah satu tempat makan. Duduk selonjor, sambil santai menunggu pesanan membuatku bingung hendak ngapain. Eh tiba-tiba saja ada seorang pengamen datang. Dia genjrang-genjreng ga sampai semenit, trus mutar minta uang saweran. Aku perhatikan tampangnya dengan seksama. Mukanya ketus, senyum pun tak ada. Modalnya hanya satu gitar kecil tiga senar. Suaranya pun kadang fals, tidak match dengan genjrengan gitarnya.
Saat minta sawer, dia berikan sebuah aqua gelas yang telah dipotong. Jika orang yang dimintai enggan memberikan, dia pun menunggu dan tanpa malu meminta-minta lagi di depan mereka. Alhasil ada seorang pasangan muda-mudi dengan muka kesal mengeluarkan uang 100 rupiah. Eh sambil lalu si pengamen itu menggerutu “Pelit banget sih cuma 100 perak doang“.
Dalam hatiku pun protes tak kalah hebatnya “Lha mainmu cuma segitu, mukamu kaya Bang Napi, maksa lagi. Kok ya dikasih masih menggerutu“. Tapi itu cuma sebatas di dalam hati. Kalau aku ngomong ke orangnya langsung bisa-bisa sepuluh menit kemudian mungkin dia panggil teman-temannya dan aku habis dihajar, hehe.. :D
Ga sampai lima menit kemudian, datang lagi sekelompok orang. Tiga orang ini beraksi layaknya orkestra. Ada yang tepuk tangan, ada yang menggenjreng gitar, dan ada yang mengerincingkan alat musik yang aku lupa namanya. Kali ini mereka lebih beradab. Sebelum main mereka izin dulu, kemudian baru menyanyikan satu judu lagu. Suaranya lumayan. Gitarnya sudah bagus, benar-benar gitar 6 senar, walaupun sempat kuperhatikan merknya tak ada. Namun, belum selesai satu lagu mereka berhenti dan mulai mengedarkan topinya meminta uang. Orang-orang ada yang memberi, ada yang tidak. Hebatnya mereka tidak marah dan maksa saat ada yang tidak memberi uang. Aku memberinya 500 perak untuk menghargai itu.
Di tengah makan, seorang lagi datang. Kali ini ia benar-benar seorang. Mukanya sudah paruh baya. Kacamata yang dipakai persis kacamata Betty La Fea, kotak besar menutupi wajahnya. Gitarnya bagus, dan uniknya di mulut sang pengamen tersangga sebatang harmonica. Sebelum bermain dia dengan sopannya meminta izin karena mengganggu makan.
Aku salut saat dia mendekati sepasang muda-mudi yang tadi ketus, kemudian dengan ramah dia berbisik: “Mau request lagu apa Mas, Mbak?” Spontan si cewe langsung minta sebuah lagu (aku lupa judulnya). Dengan piawai si pengamen memainkannya. Alunan melodi dari harmonicanya sangat selaras dengan kocokan gitar coklatnya yang menawan. Aku sampai berhenti makan mendengar lagu itu. Selesai satu lagu (ya, benar-benar selesai) si cewe dengan cepat mengeluarkan uang 5000an dan memberikannya ke si pengamen disusul senyuman si cowok.
Tak selesai sampai di situ, ia ke mejaku. Ia bertanya dengan ramah, “mau lagu apa mas?” Tak sempat berpikir kusebutkan saja lagu Ermy Kulit yang judulnya Pasrah. Lagu itu memang kurang terkenal jaman sekarang. Jarang pula dinyanyikan pengamen. Namun sekali lagi, aku dibuatnya salut. Lagu itu dengan gampang bak pemain profesional ia mainkan, tentu dengan alunan harmonicanya. Belum habis ia main, aku sodorkan uang Rp 10.000,-. Tiba-tiba ia berhenti bermain dan ngomong: “Belum selesai mas, sebentar lagi ya..” sambil tersenyum. Selesai main, dengan ramah ia mengucapkan terima kasih. Ia mengambil uang Rp 10.000,- ku yang sudah kusodorkan semenjak tadi dan memasukkannya ke saku. Alangkah terkejutnya aku saat uang itu dia kembalikan Rp 5.000,-. “Rp 5.000 saja mas, cukup“. Omku tersenyum padanya, dia pun tersenyum kembali seolah-olah mereka sudah pernah bertemu.
Wow…”Keren banget ni pengamen”, pikirku. Omku tiba-tiba ngomong: “Dia itu sering muter-muter sini kalau malam. Kalau sore, malam Minggu, atau tengah malam dia biasanya isi acara musik di cafe X,Y,dan Z. Kalau lagi kosong, ya ngamen, gitu sih kata orang-orang sekitar sini.
Baru sekali aku ketemu pengamen seperti beliau. Rp 10.000,- yang kukeluarkan memang pantas dia dapatkan. Seorang pengamen yang berjiwa seniman. Bermain untuk kepuasan pendengarnya, bukan untuk sekedar mengisi perutnya.
Catatan: maaf, tulisan tidak bermaksud merendahkan kelompok tertentu. :)






wow, salut dah ama seniman pengamen itu. sy dulu juga sempet menikmati seniman seperti beliau, ketika itu sy menaiki bis jurusan cikarang (bks) – pondok gede. dan masih ingat dikepala ini si pengamen menyanyikan lagu dari KD – menghitung hari dengan petikan gitar akustik dan harmonikanya malah membuat perjalanan ini terasa asyik dan nyaman :D
kalo ketemu yang kayak ginian mberi uang iklas rasanya ya mas
Subhahanallah, baru tahu ada pengamen kayak gitu, ciri-ciri orang yang bersyukur…
Yang mukanya kayak Napi, emang pantes dah Sang pencipta memberikan muka seperti itu, kelakuannya buruk :)
azzaam´s last blog ..Ironis! Istri Meninggal Ditabrak Aparat, Suami yang Dipenjara
Senyum dan sikap ramah, membuat sejuk rasa di hati.. Pengamen harmonika itu, bener2 seniman tulen… :)
Saya baca dri atas sampe bawah, asik skali critanya.. Sayang saya ga ad recehan nie..hhehehe ..*bcanda mas ;)
penen ke kliurang>>ajakin dong
salut sama pengamen yang benar-benar berjiwa seni, lebih salut lagi sama yang mampu menghargai seni. salam hangat.
yussa´s last blog ..PUSHING
salut dengan mas wahyu,…. dan komennya pak yussa diatas
budies´s last blog ..RUMAH BESAR YANG MEMBANGGAKAN
hehehe…blom pernah menjumpai yg kek gtu de’.. pengamen prof itu
yang ada seringnya, suaranya bikin pekak telinga n mintanya maksa, kalau ga dikasih suka nyindir2 gtu…
ngga pernah nemu pengamen sehebat itu.
sering2nya malah ketemu yang wajahnya kayak bang napi, di terminal :-)
Pasti nyaman mendengarkan pengamen ini menyanyi karena seni mereka, bukan asal2an dan pengen dapat uang
Ongki´s last blog ..Promo terbaik TELKOMSEL untuk mengawali tahun 2010
Wah Jalan Kaliurangnya KM berapa? Kalau KM 5 dekat dengan kos-kosanku. Namun, aku hanya beberapa kali makan di warung tenda di sekitar situ makanya belum bisa bertemu pengamen itu ya
hanif´s last blog ..Sapaan Indah
Pernah juga ke daerah yang mas wahyu sebutin,,, tetapi gak yakin apa pernah bertemu dengan pengamen tersebut….
Salam kunjungan balik…
Henny Faridah´s last blog ..Akhirnya Ke Dokter Gigi Juga
di jogja memang lengkap, emarin juga sempat nemuin pengamen yang kayak gitu. Ada pula yang mbajing, ada yang baik
alief´s last blog ..Hasil Dari Nge-Blog
kalau aku kemarin ketemu sama pengamen yang “nyeni” seperti itu ada di bawah jembatan janti
pelintas batas´s last blog ..Seminggu Di Rantau Orang
wuah wah. ada juga ya pengamen profesional. salut
:) tetap semangat…
Sarimin´s last blog ..Download Soundtrack World Cup ( Piala Dunia ) 2010
dan pantang menyerah…
Sarimin´s last blog ..Film Kontroversial Indonesia Sepanjang Tahun 2009
wa keren dong.. pak.. :)
ya..betul.. kasi uang rasanya ikhlas aja karena puas sudah menghibur hati :)
@pak azzamm
kalau muka emg g bisa diubah pak.. tapi kan kalau senyum mungkin bisa berubah hehe..
@pak hary4n4
betul3x… hehe
@aspirasiputih
uang ribuan atau ratusan ribu juga boleh hehe…
@ngupingers
boleh2… kapan maunya? :)
@yussa
salam hangat juga pak yusa.. :)
@budies
terima kasih pak..
@sunflo
kalau begitu..jalan2 ke kaliurang sekali2 bu..hehe
@ayahnya rangga
wa…ini juga saya nemunya jarang pak.. makanya saya tulis.. biar menginspirasi pengamen2 lain hhe
@ongki
benar pak ongki..puas pokoknya :)
@hanif
kemarin itu saya makan seafood di dekat fmipa ugm pak..
@henny faridah
ya..coba nanti kita makan bareng2 ya bu..tak tunjukin kalau dianya muncul hehe..
@alief
betul pak…tapi kebanyakan mbajing ahhaha
@pelintas batas
wawawa…boleh juga ni ditungguin..lagi makan atau di lampu merah pak?
@udienroy
iya mash pak..makanya harus dilestarikan hehe
Pengamen yang sudah ada spot tetap, seperti di Malioboro, tidak heran kalau bagus soalnya itu sudah menjadi kayak profesi tetap.
Tetapi, pengamen jalanan yang muter2, jarang sekali yang bertalenta dan punya sopan santun. Itu yang bikin gregetnya kerasa :D
Dikasih kembalian pula. Hanya dengan modal Rp. 5000,- nama baik dia, dan promosi dari mulut kemulut pasti 10x lebih efektif daripada ngeluarin Rp. 100,000 buat promosi di iklan baris :)
Bantal´s last blog ..Komputer di Indonesia Kok Cepet Rusak?
Sekedar tontonan satu dunia beragam kehidupan.
akhta´s last blog ..“Semua Gara-Gara Pak Sastro” JUARA SATU
jarang ya pengamen seperti itu yang berjiwa seniman, kebanyakan cuman iseng yang parah di jakarta malah suka maksa. kitapun bsa ikhlas ngasih sebagai apresiasi atas kepiawaiannya
Mamah Aline´s last blog ..sekedar makan siang
salam kenal ^.^
haris ahmad´s last blog ..sebulan di rumah baru Ogut
betul tuh mah
haris ahmad´s last blog ..sebulan di rumah baru Ogut
Selamat siang Wahyu, untuk saya pribadi salut dengan yang mengamen dengan bergembira, selain menghibur orang lain juga dapat memotivasi orang lain agar tetap bersemangat dalam hidup ini. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.
Regards, agnes sekar
Ternyata ada juga ya pengamen seperti itu. Saya belum pernah nemu sih. Salut banget deh. Jiwa seniman sejati tuh.
iskandaria´s last blog ..5 Tips Membuat Artikel Anda Terasa Unik dan Mengesankan
Mengunjungi di pagi hari untuk para sahabatku
Tetaplah berkarya dengan hati yang jernih dan memancarkan cahaya Tuhan.
Amazing..
Pengamen yang hebat..
Maaf br hdr lg hbs menikmati em el es..hehe..
Salam
eeee mau lagu apa yo mas…..
Selamat siang Wahyu, untuk saya pribadi salut dengan yang mengamen dengan bergembira, selain menghibur orang lain juga dapat memotivasi orang lain agar tetap bersemangat dalam hidup ini. Terima kasih postingannya,
Regards, agnes sekar
salut banget deh dg prinsipnya
si pengamensang seniman itu , jarang ada orang seperti itu…salam, ^_^
Didien®´s last blog ..Login Multi Yahoo Messenger tanpa Software
dulu saya pernah ikutan ngamen temen bbrp tahun yang lalu, tapi di terminal kota B… hanya sekedar mencari pengalaman. nampaknya gaya pengamen ini membuat saya tau salut..
Caride™´s last blog ..Huawei Rilis Ponsel Qwerty HSDPA
seharusnya patut di contoh neh pengamen oleh pengamen lain..
d-Gadget™´s last blog ..Sony Ericsson U51i Segera Melenggang?
saiia selalu saluddd sama mereka mereka yang bergerak di jalanan, andergron gtu,… keren :)
genial´s last blog ..Working with Color
selamat pagi
salut buat artis itu. dia emang seniman. artis. bukan selebritis TV.
saya jadi teringat, pernah juga waktu makan di rumah makan Ayam Mbakar W*ng S*lo (gak sebut merek deh), ada pengamen bertampang tua, mungkin lebih dari 50 tahun.
dia duduk tenang di kursi dingklik pada bagian depan rumah makan, ada buku lirik lagunya juga di hadapannya. ada harmonika juga. dan gitar akustik tentunya.
MANTAB !!!
terima kasih dan mohon maaf :o
orang yg berjiwa seni pasti berjiwa lembut… :)
sudah jarang sekarang, kebanyakan dari mereka pindah ke daerah malioboro, karena kebanyakan pengamen yang seadanya dan kasar, sayang hingga detik ini saya di jogja sangat jarang saya temui pengamen seniman.
hanif IM´s last blog ..Jasa MyWOT
pengamen mah kadang bikin kita kagum…
ada yang skilnya diatas rata2..
kadang penampilnya yang unik…
jadi pingin ngamen juga ne…
hehehe…
salam kenal juga pak :)
malam bu, saya juga senang dengar pengamen yang menyanyinya sepenuh hati.. g hanya mengamen tapi setengah2
ada pak..nanti kita bareng2 liat lagi kalau mau hehe
terima kash…anda juga :)
mls? malas maksudnya pak? ahha
kalau semua pengamen begitu..bisa2 setiap makan saya keluar uang 50rb hehe
pengalamannya banyak ya pak… saya salut juga nih :)
betul3x… tapi kalau semua pengamen gini bisa2 nanti habis duitku keluar 5000 berkali2 haha
harus itu pak hehe
restorannya dimana itu pak? boleh juga ke sana sekali2 ;)
betul karena filsuf seniman itu benar2 lembut
ayo kita cari yg langka2 ini pak hehe
wah wah wah…beneran ni mau ngamen? saya ikutan dong heheheh
badewe aniwe baswe… di maree rame amir iia… ck ck ck…
genial´s last blog ..Working with Color
kalau yang pernah saya dengar dari para pengamen sendiri yang di kawasan terminal, model pengamen yang pertama adalah model yang mereka musuhi juga, karena dianggap merusak citra pengamen Yogya, bahkan kalau ketahuan mereka akan langsung menghukumnya. Yang kedua adalah pengamen yang umum ada di Yogya, kalau ketiga saya belum pernah menemukan, maklum belum pernah ke tengah-tengah kota, paling hanya di dalam bus
dari jaman jebrot kuliah tahun 1999 sampai udah kerja kayak gini tu bapak emang gak pernah ngubah style nya…
senoaji´s last blog ..Sebuah COPAS alias COCOT NGEPAS
intinya setiap pekerjaan harus dilakukan secara maksimal dan profesional. tidak money oriented, de el el…
liza belum pernah bertemu pengamen :) tapi tulisan bang wahyu cukup mampu mendeskripsikan (wah udah seperti penelitian deskriptif aja (mumang et clausa riset mode on)) bagaimana kehidupan seorang pengamen itu. nice post gan!
saya juga belum pernah ketemu pengamen kayak gitu..emang terkadang banyak orang tau apa yang harus dilakukan, tapi tetap saja lebih banyak orang bodoh dijalanan.
Cerita yang menarik … beberapa pengamen memang ada yang nyanyi hanya sebagai alasan untuk tidak dikatakan meminta-minta, jadi nyanyi sembarangan dan tingkah seenaknya, jika tidak diberi malah bisa nyumpahin.
Jika ketemu pengamen seperti yang diceritakan di atas, tidak ada alasan untuk tidak memberikan apresiasi, mungkin kita yang malah memintanya.
Terbayang beberapa tipe pengamen yang diceritakan, yang juga pernah dialami.
hadiirrr….
wow… cerita hebat…!!! aku pernah menemukan pengamen model ketiga… tapi cuma sekali.. dan aku sangat ingin berterima kasih padanya… soale pacarrku dulu lsg bilang mau setelah pengamen itu nyanyiin lagu requestku je… padahal aku belum bilang…. maukah kamu…. hahahahaha…
cu…
perigitua´s last blog ..Impian Sederhana dari Manusia Sederhana
lah… kenapa ilang komenku barusan..???
perigitua´s last blog ..Impian Sederhana dari Manusia Sederhana
nda sayan9 yah kAsih uan9 banyak klu sesuai :)
yan9 nyebelin yah itu,uda nyanyinya n9asal,nda isa 9itaran,marah marah klu nda dikasih.. hemmm
wi3nd´s last blog ..~ rePosT jeJaK jeJaK miMPi ~
komen9ku ilan9 :(
wi3nd´s last blog ..~ rePosT jeJaK jeJaK miMPi ~
semua pekerjaan yang dilakukan dengan iklas pasti membawa berkah
lika-liku kehidupan pengamen memang unik
kadang menjadi pengamen bukan sebuah paksaan
bagi beberapa orang menjadi sebagai ritual sebelum menjadi seorang seniman/penyanyi
*teringat cerita teman*
btw sekarang udah nggak di jogja lagi mas?
Berkunjung lagi di malam hari mas. Seperti biasa silaturahmi sambari blogwolking siapa tahu kunjungan susulan ini dapat bikin hati sumpringah hehe salam adem ayem mas. SELAMAT MALAM JUM’AT
berarti mereka terorganisir dong? bagus tuh..kalau ada apa2 langsung ngomong ke ketuanya aja x ya pak :D
pernah ketemu juga? orangnya tua gayanya old style? wahwahwah..kita ketemu orang yang sama hehe
wakakka…ijo2nya mana gan? :D
seharusnya pemerintah tidak membiarkan orang bodoh tetap bodoh..apalagi anak jalanan.. tapi yahhhh……..capee deh ngomongnya
cuma yang benar2 nyanyi sepenuh itu langka sekarang pak
wawawa..jangan2 pasangan di cerita ini ya….hehe
g ngilang, mungkin salah paham aja ni scriptnya :D
bener…ikhlas keluarnya :)
benar sekaleee….
wah itu jenjang karir dong namanya hehe. sekarang udah g di jogja lagi mas..tapi masih sering ke sana :)
cendol? untuk apa? hehehhehe….
Pengamen yg baik dan ber etika
Mas, awal cerita dari novel saya udah diposting. Ditunggu (dengan sangat) apresiasinya.
wah blog saya gak ada disini :’(
Aulia´s last blog ..Awal Tahuni Ini
di mana pak? di sebelah itu top commentator..cyclenya seminggu sekali kalau g salah… :)
itu di page sahabat ada :)
begitulah rona kehidupan, warna yang begitu menghiasi perjalanan keseharian manusia. tinggal seni kita menikmati drama ini


hehhhee, kesimpulannya maem di cafe tenda biayanya lebih besar daripada di restoran ya hehee.
Mas Ben
http://bentoelisan.blog.com