Facebook seingatku ‘ngetrend’ sekitar tahun 2004. Sebelumnya aku yang sudah terdaftar di Friendster (yang kala itu primadona) malas-malasan daftar di Facebook. Tampilannya yang sok high-tech (saat itu) membuatku pusing tujuh keliling untuk beradaptasi. Untuk bergabung saja harus memasukkan nama lengkap. Ribetnya bukan main. Teman-teman pun hanya sedikit yang bergabung. Lengkap sudah, tidak ada alasanku untuk memelihara account di sana. Account tetap kubiarkan terdaftar, tapi tak terurus. >> Read more…
OLDER ARTICLES
Nokia N70 ku sembuh lagi
Hp yang selalu kupegang, kubawa kemana-mana sudah beberapa bulan yang lalu jatuh sakit. Usianya yang sudah tergolong tua mungkin jadi penyebab utama. 2 tahun sudah kami melewati hari-hari bersama, menjadi penghubungku dengan orang-orang terutama dengan orang yang kusayangi. Sms demi sms, foto, rekaman, semua hal yang indah tersimpan jelas di memory card hp kesayanganku ini. >> Read more…
16 Komentar | Dikunjungi: 2,821 kali
Tidak Asing dengan Bapak Waluyo
Membaca berita di Detikcom berjudul Waluyo Resmi Jadi Direktur Pertamina Lagi memutar kembali memori otakku. “Hmmm.. kayanya kenal deh sama Bapak Waluyo itu..”, pikirku. Eh, setelah diingat-ingat ternyata oh ternyata si Bapak Waluyo ini pernah bertemu denganku.
Si Bapak bercerita kalau dulu ia memulai karir di Arco kemudian hijrah ke Pertamina. Sekarang beliau menduduki jabatan Direktur. Nah yang membuatku tidak asing pada beliau adalah melihat fotonya berseliweran di Detikcom beberapa bulan lalu. >> Read more…
2 Komentar | Dikunjungi: 114 kali
Bercermin pada Abu Dhabi 2030
Anda pernah membayangkan kota Abu Dhabi seperti apa pada tahun 2030 nanti? Video di atas menggambarkan harapan pemerintah UEA mengembangkan kota Abu Dhabi menjadi kota yang hijau, nyaman menjadi tempat tinggal, pusat bisnis, dan kota dengan kemudahan akses yang mengagumkan.
Sungguh mencengangkan melihat pantai yang biru, komunitas yang tenang, alat transportasi yang memadai, serta gaya hidup modern yang takĀ lepas dari budaya asli timur tengah kental memadu menjadi satu. Yang sangat miris, jika kita coba membandingkan dengan Jakarta, ibukota Indonesia masih saja dilanda banjir, kesemrawutan, dan masalah-masalah. Apakah tidak terpikir bagi pemerintah untuk membangun Indonesia seperti mereka? Ataukah hanya angan-angan belaka?
Bagi pemuda-pemuda penerus bangsa, mari kita melihat video ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk berkarya membangun negeri.
7 Komentar | Dikunjungi: 162 kali










7 Komentar | Dikunjungi: 222 kali