Wahyu Reza Prahara

Bahas Ini Itu

Wahyu Reza Prahara - Bahas Ini Itu

OLDER ARTICLES

12 Jan oleh Wahyu Reza Prahara di Lika Liku Hidup

Seorang Pengamen Seniman

Seorang Pengamen Seniman

Sekitar dua tahun lalu (2007) saat di Jogja, aku diajak om untuk makan malam di seputaran Jalan Kaliurang. Sepanjang jalan Kaliurang saat malam tiba berubah jadi keramaian yang ngangenin. Sebenarnya ga terlalu ramai sih, tapi jalan ini selalu padat. Di kanan kiri trotoar bermunculan tenda-tenda dadakan. Jajanan yang menarik mewarnai sepanjang Perempatan Mirota sampai perempatan Pos Polisi samping Fakultas Kehutanan UGM.

Tibalah kami pada salah satu tempat makan. Duduk selonjor, sambil santai menunggu pesanan membuatku bingung hendak ngapain. Eh tiba-tiba saja ada seorang pengamen datang. >> Read more…

88 Komentar | Dikunjungi: 197 kali


  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon
9 Jan oleh Wahyu Reza Prahara di Artikel

Penghargaan untuk Peran yang Terlupakan

Penghargaan untuk Peran yang Terlupakan

Pagi beberapa hari lalu seperti biasa, aku bersiap untuk pergi. Aku berangkat agak telat karena jadwal tidak ketat. Kusempatkan duduk di depan komputer internetan sambil lihat-lihat berita. Tok tok tok, pintu berbunyi. Seorang tua dengan senyumnya masuk.

Ia seorang cleaning service yang tugasnya membersihkan setiap sudut ruangan. Sengaja kugunakan panggilan cleaning service” untuk menghindari kata-kata pembantu yang berkonotasi jelek. Sebenarnya setiap hari ia datang bekerja saat aku tidak ada, hanya saja pagi itu aku benar-benar melihatnya bertugas. >> Read more…

52 Komentar | Dikunjungi: 164 kali


  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon
6 Jan oleh Wahyu Reza Prahara di Artikel

Dua Orang Kakek di Ujung Hidupnya

Dua Orang Kakek di Ujung Hidupnya

Di samping sebuah rumah kecil seorang kakek asyik mencangkul lubang. Lubang itu tak dalam, paling-paling cuma sedalam hasta, setengah meter. Rumah Kakek Ali kecil, namun pekarangannya luas. Banyak sekali pohon berbuah yang rindang-rindang. Setiap tahun ada saja yang berbuah. Entah durian, mangga, jambu, kedondong, bahkan rambutan.

Sang Kakek sangat asyik mencangkul, saat seorang kakek datang menggeleng-gelengkan kepalanya di samping pagar. Kakek Ali tersenyum padanya, menyapa sambil tetap mencangkul. Matahari hampir mencapai puncak, tegak di atas kepala. Seseekali Kakek Ali menyeka keringat di dahinya. >> Read more…

66 Komentar | Dikunjungi: 178 kali


  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon
4 Jan oleh Wahyu Reza Prahara di Artikel

Dongeng Pemanasan Global oleh Bahan Bakar Fosil dan Penanggulangannya

Dongeng Pemanasan Global oleh Bahan Bakar Fosil dan Penanggulangannya

Kali ini saya akan berdongeng. Tulisan ini muncul karena keprihatinan saya melihat bumi ini. Bumi sudah tua, namun masih dibuat terbatuk-batuk oleh ulah manusia. Malahan sekarang bumi sudah demam. Dongeng ini mudah-mudahan dapat membuka mata kita, memperluas wawasan, dan setinggi-tingginya derajat orang yang membaca adalah sadar dan mengamalkannya :D. Jangan bosan, ini penting lho sebelum semuanya terlambat ;)

Semenjak revolusi industri, penggunaan alat-alat produksi bertenaga bahan bakar fosil tidak terelakkan lagi. Kebutuhan manusia yang semakin meningkat diiringi dengan gaya hidup yang semakin tinggi membuat kendaraan menjadi primadona. Kendaraan ini berbahan bakar fosil juga tentunya. Ibu-ibu di rumah tidak ketinggalan. >> Read more…

30 Komentar | Dikunjungi: 217 kali


  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon
Page 4 of 7:« First« 1 2 3 4 5 6 7 »

Yuk.Ngeblog.web.id
Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Page Rank