Masih ingat Nokia N70 ku yang sempat “batuk-batuk” bulan Desember tahun lalu? Tiga minggu sudah dia masuk ke Nokia Service Center WTC Surabaya. Permasalahannya sama, klasik! Sebagian komponen kurasa sudah termakan umur. Sebagian lagi sepertinya mulai tidak sehat saat Nokia N70 ku itu tercelup air.

Beberapa waktu lalu, keadaannya yang sudah mulai sakit-sakitan masih bisa dipaksakan bekerja. Namun ternyata, tepat minggu ketiga Februari lalu ia tak dapat ditolong lagi. Buru-buru kubawa ke “rumah sakit“nya karena tak ada tanda-tanda kehidupan darinya alias mati total!

Curcol sedikit ya, sampai hari ini aku masih bertanya-tanya bagaimana kabar Nokia N70 ku itu. Si Mbak, yang berjanji akan meneleponku akan mengabari paling lambat tanggal 5 Maret kemarin, tidak ada kabar berita. Aku tungguin saja, lagipula aku belum ada waktu untuk ke Surabaya dalam waktu dekat ini :D

Ngomong-ngomong tentang Nokia, perusahaan dengan salah satu marketshare terbesar di dunia ini, ternyata peduli juga dengan lingkungan hidup Indonesia lho. Memang menurut UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap orang harus memperhatikan dampak yang diterima lingkungan akibat usaha yang dilakukannya. Dan Nokia selaku salah satu produsen telepon selular terbesar di dunia concern akan hal ini.

Ketika masuk ruangan Service Center Nokia, benda yang sempat menarik perhatianku adalah sebuah kotak berwarna hijau. Karena banyak orang waktu itu, aku sengaja pura-pura mengambil tempat duduk dekat dengan kotak itu agar aku bisa mengabadikan fotonya. Di atasnya tertulis: “Masukkan handphone, baterai atau charger bekas anda ke kotak ini, dan kami akan mengolahnya“.

Wah, diolah jadi apa? Dan apa maksud kata “mengolah” timbul? Mengolah setauku adalah sebuah proses, mengubah sesuatu menjadi yang lain. Mungkin yang dimaksud dengan mengolah di sini adalah mengambil komponen-komponen yang ada untuk dimanfaatkan kembali. Pak Rio Seto memberi contoh implementasi pemanfaatan kembali limbah handphone dengan jelas di blog beliau.

Juga, sebagai kompensasi karena kita telah menyumbangkan barang bekas Nokia, mereka berjanji akan menanam 1 pohon di daerah aliran sungai Ciliwung. Jadi, siapa bilang Nokia tak peduli lingkungan hidup? Inilah bentuk komitmen Nokia peduli lingkungan, salah satunya untuk mencegah dan mengurangi dampak pemanasan global.

Sempat terpikir untuk memasukkan Nokia N70 ku ke situ jika memang tidak bisa ditolong lagi. Tapi, jauh di lubuk hatiku, aku masih berharap handphone itu masih bisa diperbaiki dan kembali seperti sedia kala. Semoga

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon

Related Posts