Pengalaman ini sedikit aku share, agar kita bisa mengenal hak kita saat membeli obat. Aku tidak mempermasalahkan judul toko, nama warung, atau brand apoteknya. Aku juga tidak memperdulikan dokter, apoteker, atau siapa di balik fenomena ini. Tapi rasa-rasanya ini pengalamanku yang ketiga dalam membeli obat.
Dua malam lalu, aku dari acara makan malam berencana membeli obat pesanan teman. Bukan obat demam, flu, atau pilek. Obat ini untuk penyakit Herpes. Asal-usul virus penyebab penyakit belum jelas, ditengarai karena sanitasi air yang kurang. Jadilah malam itu aku ke apotek langganan. Karena oh karena sudah malam, terpaksa aku ambil jalan lain ke perempatan lampu merah tempat apotek 24 jam mangkal.
Aku datang ke kasir, minta obat untuk sakit herpes. Tidak lama kemudian, mbak waiter datang membawa obat salep. Ukurannya kecil, tidak besar. Aku pun siap-siap merogoh kantong untuk membayar.
Aku: “Berapa Mbak?”
Waiter: “Rp 58.000,-”
Dalam hatiku berpikir, apa karena aku datang mengendarai mobil BMW keluaran baru, kaos Giordano, dan sendal mahal (lebay mimpi mode: on) terus mereka seenaknya memberikan obat dengan harga setinggi itu? Terus terang untuk menebus obat semini itu yang kutaksir masa pakainya tak sampai 3 hari pun, aku merasa tidak rela. Kalau sudah kepepet sih tidak apa-apa, tapi ini obat untuk temanku yang uang titipannya tidak seberapa. Sedangkan di sana dia berharap untuk sembuh. Dengan gelagat dokter sok tau, aku pun langsung meminta obat lain.
Aku: “Mbak, tolong Acyclofir generik aja”
Si Mbak waitres pun cengang-cengong melenggang ke dalam kemudian keluar membawa salep dengan ukuran lumayan. Hanya saja di situ tertulis “Obat Generik“. Tanpa ba-bi-bu aku keluarkan uang Rp 5.000,- dan kubayar tanpa kutanya lagi berapa harganya karena aku sudah lumayan tidak enak hati. Dan benar saja, uang Rp 5.000,- itu lebih karena harga obatnya hanya Rp 4.500,-.
Malam itu, karena lagak sok tauku, uang sejumlah 40an ribu selamat. Acyclovir adalah salah satu obat yang kukenal namanya, peruntukannya, dan kegunaannya selain paracetamol serta kroni-kroninya.
— Di tempat berbeda dan waktu berbeda
Di lain hari tepat setahun lalu saat aku pulang dari Jambi ke Yogyakarta, omku telah menunggu kedatanganku di rumah sakit. Si tante mau operasi. Pra operasi, tante harus disuntik bermacam obat selama seminggu, dan diberi infus, serta segala macam obat lainnya. Awalnya aku biasa aja. Sampai aku sadar saat seorang dokter keluarga, datang berkunjung. Setelah mengecek sana sini, dokter tadi bertanya ke si om, kenapa tidak pakai obat generik? Om menjawab dengan lugu: “Ga ditawarin kok, saya tidak tau”. Dia langsung memerintahkan suster mengganti obat-obatan jadi obat generik.
Saat itu aku juga berpikir, apa karena ruangan itu ruangan VIP kemudian mereka seenaknya saja memberi obat mahal tanpa persetujuan pasien atau keluarga? Dan untung saja setelah itu, si om hanya mengeluarkan uang satu koma sekian juta untuk operasi dan pengobatan. Sedangkan saat awal pihak rumah sakit memperkirakan biaya operasi dan pengobatan hingga 15 juta rupiah.
—–
Sebagai renungan saja, kadang kita tidak diberikan pilihan saat membeli obat. Terlebih jika kita tidak tahu obat apa yang hendak kita beli. Dan sialnya, fenomena ini sepertinya sudah lazim dan wajar terjadi. Kalau dipikir-pikir harga obat non-generik itu ternyata mahal lho. Harganya bisa puluhan bahkan ratusan kali lipat lebih mahal daripada obat generik karena komponen biaya R&D dan iklan yang lebih besar.
Padahal bahan aktif obat generik itu sama dengan obat non-generik, hanya saja kecepatan reaksinya berbeda. Itu dikarenakan obat non-generik memakai bahan pendukung yang lebih baik dan melalui riset yang lebih mendalam sehingga lebih cepat memberikan efek bagi tubuh. Sedangkan obat generik diracik berdasarkan acuan standar buku farmakope.
Meskipun begitu, sebagai pasien kita harus tau hak-hak kita. dr Marius Widjajarta, SE berpesan: “Mintalah obat generik ketika berobat ke dokter dan ingatkan dokter bahwa jika dokter tidak memberikan informasi yang benar, jujur dan jelas maka dokter bisa melanggar UU No. 8 tahun 1999.”
Sosialisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai obat generik menjadi perlu dan wajib untuk dilakukan. Kenali lebih dekat obat generik, maka kita pasti akan diuntungkan karena meski harga murah tapi mutu tidak kalah.
Semoga bermanfaat.






Berarti mas Wahyu dokter apa calon dokter nih, kok bisa minta obat nyang lain.
salah satu hak pasien kan boleh minta obat pak
Kalawo orang awam kayak aku nggak mungkin tahu tuh mas,pastilah 58 rebunya melayang juga yah.
kalau ada duitnya pak. kalau g ada, terpaksa minta yang murah juga
Aku kunjungi lagi juragan.
Ga bisa tidur.
Jadi jalan2 aja.
silakan.. insomnia yah
tapi Rez… tkadang ada yg gengsi pake obat generik loohh… :-(
zaman sekarang mah kudu realistis bae laah… ga usah gengsi2an… kalau ada obat yg khasiatnya sama harganya lebih miring, kenapa tidak??? ambil ajah, Gaaaaannn… hehehe… :mrgreen:
sunflo´s last blog ..Bermain Hujan dengan Sqirlz Water Reflections
nah ini bu tipe-tipe pemboros. demi gengsi aja harus beli yang mahal, padahal khasiatnya sama. hihihi. tapi kalau g ada orang yang begini, bisa2 bangkrut tu pabrik obat non-generik, g ada yang beli. serba salah juga ya
. ngomong2 di arab sana obat-obatannya gimana bu? ada yang generik juga g ya? hehe
kalau di arab ada juga obat generik, dan harganya super murah… ttg obat di sna pemerintah sangat ketat pengawasannya, dan lebih utk menekankan pemakaian obat generik… cespleng juga kok khasiatnya… hehehe…
sunflo´s last blog ..Bermain Hujan dengan Sqirlz Water Reflections
andai saja indonesia bisa ketat kaya di sana..
waah…. mrgreen ku kok ga muncul, pa musti pake nyomet tuk ekspresikan emosi di sini yaaa??? hada-hada sahajaaa….

sunflo´s last blog ..Bermain Hujan dengan Sqirlz Water Reflections
haha mr green itu emoticon standar yang keliatan giginya ya bu? g ada di sini, saya mah akrabnya dengan monyet

pesen dech nyomet nyengir yg kliatan giginya…. secara aq suka banget nyengir…. xexexe…
sunflo´s last blog ..Bermain Hujan dengan Sqirlz Water Reflections
apapun pilihannya semoga bermanfaat..heheheh….
salam hangat
dobleh yang malang´s last blog ..Saat Cinta Menggugat Perasaannya…!
Sudah saatnya negara kita memikirkan jaminan kesehatan bagi semua warga, Mas.
Percayalah, suatu saat kelak Anda bahkan nggak perlu mengeluarkan 5000 perak pun untuk menebus obat, semua terhandle pemerintah melalui income pajaknya.
Hati-hati dengan penyakit herpes. Ia memang tidak terlalu ganas tapi kata orang susah sembuh total. Ia akan jadi penyakit kambuhan.. tapi itu sih katanya…
DV´s last blog ..Lucky Number
semoga benar ya mas
saia jg lebih suka membeli obat generik drpd obat dari dokter yg biasanya mahal, mas…
tapi, kalo nggak terpaksa krn sakit, saia males bgt minum obat…. :D
vany´s last blog ..Pengalaman Ditilang
mungkin yang dia kasi pertama itu clinovir ya? tapi perasaan harganya ga sampe segitu dulu pas aku masih pegang apotek
kadang2 kesalahan dari pihak apotek adalah tidak menanyakan dulu nama obat yang ingin dibeli dan tidak memberikan pilihan
julie´s last blog ..ketika sel telur dan sperma itu bertemu
wah si mbak ternyata apoteker ya dulu? bener clinovir, cuma merknya aku lupa. emang segitu harganya. kejadiannya di apotek K2*, g tau ya apa emg apoteknya yang mahal
memang betul.. masyarakat awam selalu sj dibodohi, selalu sj yg jadi korban.. aneh jg.. obat koq skrng mahal? payah.. kasian kan rakyat miskinnya.. ya mungkin kita harus lebih waspada aja sama penipu dan dokter2 mata duitan..
thanks infonya gan.. salam hangat..
ok bos, sama2. makanya jangan mau dibodoh2i ya
sosialisasi memang perlu banget, aku sendiri aja ga paham masalah obat….. mo di kasi apa aja ya nurut aja, tapi kalo sedikit tau kan misa minta hak kita yang lebih baik. ga cuma mahal duank
yang bertugas sosialisasi ke mana ya
? lama2 gue bom juga tuh

Benar sekali bos… karena ini juga pernah jadi pengalamn pribadi saya, untung saja sodara saya ada yang di kesehatan akhirnya berikut2 saya selalu konsultasi dulu baru beli “maklum belum bisa bedakan generik dan non generik” hahah cape deh..
makasih bos dah mengingatkan
Ica´s last blog ..Say It With Flower
untuk bedainnya gampang kok. tinggal liat referensi di internet banyak. biasanya keuntungan pake obat generik yang paling terasa adalah obat generik masuk dalam daftar obat klaim asuransi. jadi bisa gratis tuh jatuhnya
berhati2 dalam membeli obat, ada baiknya sih ke dokter dulu atau ke apotek… kalo gk ada ya minimal browsing dulu di om google he3x
sip pak bos, kemarin aku cuma nitip aja nih. g sempat ke dokter karena udah tau penyakitnya apa hehe
makasih infonya, jd lebih hati2 nich. Ga cuma beli obat, tapi barang2 lainnya
benar, barang lain juga harus diperhatikan pembeliannya.
hmmm tengkyu yaw
next time saya akan lebih hati2 dalam membeli obat2an
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasih
:D
Harga Obat dinegeri ini mmg Cenderung mahal, Kecuali yg generik
Apotiknya apotik mana tuh mas?
betul mas. apotek K**. g usah disebut merek, udah ngerti kan?
Kalau saya ke apotik dan ndak tau obat apa yang harus saya konsumsi, biasanya saya tanya ke apoteker/pegawai apoteknya tentang obat apa yang cocok untuk penyakit yang saya derita dan harganya murah tapi mujarab. Hehe! :)
nah, kalau ini udah bener. lha kalau datang cuma minta obat sakit X, trus dikasih yang mahal kan repot?
Lalu apa bedanya apoteker, asisten apoteker, bidan, mantri, dokter, dan karyawan toko obat, bli Gung? :)
dani´s last blog ..Doc, e-patient complaints posted on the Internet
Wah…kalau saya mungkin terbalik bos ! saat lihat tampang saya yang lecek…mungkin langsung dikasih obat yang murah, kalo kasih yang mahal dia takut saya nggak kuat bayarnya…he..he
noorhasan´s last blog ..TAG BUKU DARI SAHABAT
hihihi, mungkin dikasih yang g terlalu mahal. tapi bukan yang termurah. biasa.. orang dagang ada aja akalnya
seepp.. makasih ingponya. brarti harus tetap waspada ketika beli obat. Kalo ada yang generik napa musti yang mahal

cah ndeso´s last blog ..Mengatasi Comluv Error
sama2 pak
, semoga bermanfaat
aduh, iya, benar, kadang karena ‘panik’ kesakitan jadi gak merhatiin obatnya
wigati´s last blog ..72 bahagia
mulai sekarang harus diperhatikan kayanya
untung ente hapal obat yg murah hehehe, btw memang kelemahan pada peraturan pemerintah namun tak bisa juga disalahkan produk “swasta” yang harus bersaing dgn cara apapun agar laku :)
waroeng coffee´s last blog ..Matinya Mikrofon DPR
tidak masalah sih sebenarnya. tapi kan seharusnya disosialisasikan kalau ada obat generik. lha kalau keberadaannya aja g ada yang tau, gimana orang mau beli :D
ia ya….

bener juga…..jadi inget pas ibu dirawat di RS.
yuni´s last blog ..Sekolah Apa Main Nih???
tapi ibunya udah sembuh kan sekarang?
betul itu,….

kita juga berhak memilih obat yang akan kita konsumsi…
aa´s last blog ..8 Ways for A Healthy Life
iya ya….
oba generik atau bukan kan sama saja…..
ade uny´s last blog ..Rasa ini
sama dalam artian tertentu, khasiatnya :)
Bener.. Obat generik emang paling lumrah :D
Afif´s last blog ..Sumpah Palapa
paling lumrah atau murah ya?
obat itu bisa jadi racun yah?
Dan (Tlsn Khdpn)´s last blog ..Hanya Allah Yang Berhak
obat bisa jadi racun kalau diminum tidak sesuai dosis dan peruntukannya. misal: ditulis 3x sehari, tapi diminum 3kg sehari, itu bahaya. contoh lain: obat salep buat gatal diminum, nah itu bisa jadi racun
ga kepikiran

AeArc´s last blog ..Ngomongin PPC Muslim
semoga setelah ini kepikiran ya pak
bahan utamanya antara generik dan non generik memang sama, tetapi bahan pendukungnya untuk beberapa obat berbeda… sehingga kadang-kadang berdampak terhadap lamanya penyembuhan.
Irawan´s last blog ..Pemuda Harapan Bangsa
yap, itu namanya bahan pendukung. namun bahan aktifnya sama.
jadi tambah ngerti aku… maksih infonya sob..

fey´s last blog ..Saat Jeruk Menjadi Haram
sama2 juga sob
kadang aku juga suka salah beli kalo disuruh…hehehehe
Beranda Jiwa´s last blog ..Google (citromduro) Update PR baru 2010 buat Beranda Jiwa
duitnya banyak ya pak?
Seharusnya sih obat generik kulitasnya sama dengan obat paten, yang membedakannya selain kemasan yang berbeda, obat generik berasal dari obat paten yang sudah habis masa patennya dan dijadikan obat generik.
Tetapi yang berlaku umum dimasyarakat, selalu beranggapan bahwa obat paten lebih baik dari obat generik.
yap betul sekalee pak aldy
Kalo sakit ringan sy jarang kedokter, soalnya kenal dgn apotekernya, tinggal beli obatnya doang, ///
Makasih infonya, berharga
wah mantap bisa nitip dong
Pencari´s last blog ..Sunyiku Kekasihku
nanya obat generik atau non generik aja kan bisa
Kerjasama perusahaan obat, dokter dan apoteker kayaknya jadi faktor x sehingga obat yang diberikan pada pasien tergantung ‘penampilan’ si sakit…hehehe, padahal kalo sakit, muka yang kaya dan biasa-biasa saja juga sama ya, pucat, lesu dan kumal… ;)
Thanks udah ngingetin Rez, semoga kita semua selalu sehat deh…makasih ya udah komen di blog saya!
sama2 bu. amin! semoga sehat selalu sekeluarga. faktor x emang benar2 x, alias sulit dicari hehe
waah parah tuh orang
masa harganya ame semahal itu
kan kesian yang sakit



ckckck
prof. helga´s last blog ..belajar berkarya
iya kesian tuh teman ane waktu itu
kadang si dokter ngasih obat yang paling mahal

fanz´s last blog ..Kebiasaan
dokternya parah tuh
wahh, klo saya sih tinggal tanya ke si mamah klo soal obat. jadi gampang deh. :D
U-marr´s last blog ..Kreatif dan Unik
mamanya dokter yah?
Makanya kita semua jaga kesehatan. Kata omongan klise: lebih baik mencegah dari pada mengobati.
M Mursyid PW´s last blog ..Unjuk Rasa: Tinjauan dari Sudut Pandang Edukasi
mencegah emang paling baik pak. tidak ada salahnya jika sakit menggunakan obat generik
Kadang saya juga eneg kalau membeli obat di apotek dg resep dokter, mahal2,dan terkadang tak diberikan alternatif pilihan, artinya tidak terbukalah. padahal kita sakit bukan banyak duit kan ? :(
betul pak
sebagai pasien kita berhak mendapatkan informasi sejelas2nya apa penyakit kita, kemudian juga obat yg diberikannya itu. sayangnya, krn kebanyakan dr kita sangat awam, tdk mau “cerewet” bertanya maka sebagai konsumen dan pasien kita yg “dikorbankan”
betul pak. begitulah jadinya kalau tidak aktif dan tidak mau ‘malu’ sedikit hihihi
Kadang kalo beda dokter kita dikasi obat yg sama dengan kemasan yg berbeda
hmm.. kok bisa ya?
selamat pagi
mungkin ini adalah bentuk dari komersialisasi bidang kesehatan
terima kasih dan mohon maaf
mungkin saja. wallahu’alam
Judulnya lumayan hiperbolik, tapi memang betul, bahwa setiap pasien/orang sakit pun jangan dipandang dari segi material saja, tetapi haknya meliputi manfaat obat dan sesuai kebutuhannya harus dikenali. Trims pencerahannya.
Iklan obat generik padahal perasaan sudah sedemikian gencarnya kan dipublikasikan di iklan-iklan TV Indo dari dulu? Tapi kalau nggak diberi pilihan memang kadang tidak meminta.
Tapi bilang “Generik please” apa susahnya ya?
Bantal´s last blog ..Sebuah Hukum Yang Melindungi Niat Baikmu
sekarang g ada lagi tuh.biasa ada iklan obat generik, skrg hilang semua!!
ario saja´s last blog ..Domain Gratis CZ.CC
waks? obat batuk 58.000? batuk apa tuh?
Permisiii…kirain udah ada posting baru, Rez… :)
harusnya tahu nama obatnya,jadi nda diboon9i ama penjualnya
aku baru tahu klu obat 9enerik ternyata lebih ba9us

wi3nd´s last blog ..~ MisSioN comPLiTe ~
hmm..memang kita harus pintar2 sekarang..apalagi biaya kesehatan sekarang makin mahal. saya juga cukup sering mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan sebagai pasien..sebel banget kadang
kalau saya suka pakai obat generik, mas… secara harganya murah tapi khasiatnya juga sama… salam kenal
rose´s last blog ..Maya Itu Semu
Waw waw…aku baru tau nih…ckckckck…mantap lah kalo kekgitu…obat generik aja ya…oke sip…thank you beuh informasi jih…