Istilah idealis, normatif, error, dan turunannya mulai aku kenal sejak SMA. Istilah-istilah itu dulu cukup kukenang karena tanpa istilah itu mungkin kami akan sulit mendeskripsikan royal tidaknya seorang siswa terhadap aturan.

Aku menghabiskan 3 tahun di Lembah Tidar, Magelang. Saat awal bersekolah di SMA Taruna Nusantara aku merasa kebebasanku dikekang. Bagaimana tidak? Tiga tahun sekolah di asrama dengan peraturan yang mengikat jiwa muda terasa seperti bayangan mimpi buruk sebelum tidur. Namun aku sadar, setelah lulus perasaan itu tergantikan dengan perasaan bangga dan terima kasih yang amat besar. Bahkan sekarang aku (dan seluruh alumni tentunya) pasti ingin sekali kembali merasakan jaman-jaman jahiliyahitu. Haha..

Kembali ke topik awal. Dulu saat kepala sekolah masih dijabat Bapak Mayjen. Untung Susoro (dulu Brigjen), saya terngiang kata-kata beliau: “SMA TN ini seperti miniatur Indonesia”. Istilah-istilah idealis, normatif, atau error rasa-rasanya cocok menggambarkan keadaan di masyarakat. Mari kita lihat seperti apa ciri-ciri ketiganya.

Idealis. Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan ini adalah orang yang sangat idealis. Idealis dalam arti teguh pendirian dalam mengikuti peraturan yang berlaku. Tak jarang orang seperti ini mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti peraturan. Kalau-kalau saja ada yang melanggar, ia berada di garda paling depan memperingati si pelanggar. Namun kadang sifatnya yang ‘berlebihan’ dan terkesan kaku dalam menaati peraturan kurang membuat nyaman orang lain.

Normatif. Golongan ini merupakan turunan dari golongan idealis. Orang-orang dalam golongan ini mengikuti peraturan seperti biasanya. Namun ia tidak sekaku orang-orang tipe idealis. Ia biasanya lebih fleksibel dalam menafsirkan peraturan. Orang-orang seperti ini biasa lebih mudah membaur dengan orang-orang lain.

Error. Sudah dapat ditebak orang yang tergolong ke dalam kategori ini adalah orang yang sering membangkang peraturan. Mereka biasanya masuk ke dalam ‘geng’ kecil dan  membentuk komunitasnya sendiri. Orang seperti ini sebenarnya terbagi dua, orang yang mempengaruhi orang lain untuk membangkang peraturan dan yang hanya melancarkan aksinya bersama komunitasnya sendiri. Aksi mereka terbagi lagi, yang merugikan dan tidak merugikan orang lain. Mereka juga sering dihukum atas kelakuannya. Tidak selamanya mereka dibenci, ada juga yang bisa membaur. Umumnya yang bisa membaur adalah mereka yang tidak merugikan orang lain.

Sekarang coba perhatikan sekeliling lingkungan anda, teman anda, orang-orang yang anda kenal, dan anda sendiri. Tergolong yang manakah anda? :)

Random Posts