Kali ini saya akan berdongeng. Tulisan ini muncul karena keprihatinan saya melihat bumi ini. Bumi sudah tua, namun masih dibuat terbatuk-batuk oleh ulah manusia. Malahan sekarang bumi sudah demam. Dongeng ini mudah-mudahan dapat membuka mata kita, memperluas wawasan, dan setinggi-tingginya derajat orang yang membaca adalah sadar dan mengamalkannya :D. Jangan bosan, ini penting lho sebelum semuanya terlambat ;)
Semenjak revolusi industri, penggunaan alat-alat produksi bertenaga bahan bakar fosil tidak terelakkan lagi. Kebutuhan manusia yang semakin meningkat diiringi dengan gaya hidup yang semakin tinggi membuat kendaraan menjadi primadona. Kendaraan ini berbahan bakar fosil juga tentunya. Ibu-ibu di rumah tidak ketinggalan. Memasak sehari-hari pasti menggunakan bahan bakar fosil pula, entah itu minyak tanah atau gas bumi. Bahan bakar fosil ini memang banyak manfaatnya. Tidak heran ‘emas hitam’ saat ini diperebutkan negara-negara di dunia.
Namun sepertinya tidak semua orang sadar dampak penggunaan bahan bakar fosil terhadap bumi ini. Bumi semakin panas. Kata-kata itulah yang cocok menggambarkan keadaan bumi beberapa puluh tahun terakhir. Ini tidak lepas dari penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat. Penelitian menunjukkan bahan bakar fosil-lah yang patut disalahkan atas fenomena ini 1).
Bumi dewasa ini mengalami efek gas rumah kaca yang semakin parah. Efek gas rumah kaca tak sepenuhnya merugikan. Efek ini terjadi secara alami. Menurut para ahli, suhu bumi tanpa efek adalah sekitar 15?C. Dengan kondisi normal beberapa tahun lalu, efek ini menghangatkan bumi dalam suhu normal dan nyaman dengan maksimum suhu sekitar 20-30?C. Namun peningkatannyan akhir-akhir ini sangat mencengangkan. Sebenarnya ada beberapa gas yang menyebabkan efek ini seperti uap air, metana, karbondioksida, nitrogen oksida dan sahabat-sahabatnya. Uap air sendiri berpengaruh paling besar sekitar 36%-70% disusul karbondioksida 9%-26%, metana 4%-9%, dan sisanya gas lain 2).
Sebagai contoh pembakaran metana (mari kita mengingat-ingat lagi pelajaran SMA :P~), salah satu komponen bahan bakar fosil, akan memproduksi gas CO2 ke udara bebas. Begitu pula dengan pembakaran bahan bakar fosil lainnya. Belum lagi pembakaran itu tidak sempurna 100% dan menimbulkan polusi lain seperti lepasnya gas CO ke udara. Gas CO2 inilah yang mempengaruhi perubahan iklim di dunia. Gas CO2 dan metana ini persentasenya naik cukup mengerikan dalam beberapa dekade terakhir berturut-turut sebesar 36% dan 148%. Kenaikan suhu bumi pun tidak dapat dihindari lagi. Gambar di bawah 3) menunjukkan prediksi kenaikan suhu panas bumi tahun 2070-2100 vs base tahun 1960-1990.

Pada gambar di atas terlihat konsentrasi kenaikan panas terbesar terletak di sekitar kutub utara. Hal ini tentu berakibat cairnya bongkahan-bongkahan es besar di kutub utara. Mencairnya es ini merupakan ancaman terbesar bagi habitat beruang kutub dan teman-temannya. Jika mereka musnah, ekosistem akan terganggu dan berakibat pada kehidupan di bumi pada umumnya.
Begitu pula jika es di kutub mencair terus-menerus, permukaan air laut akan meningkat. Kota-kota pinggir pantai akan terancam keberadaannya. Pulau-pulau kecil bahkan mungkin tenggelam tak bersisa. Dan yang lebih parahnya lagi, 90% panas yang dipancarkan sinar matahari akan diserap lautan dan semakin meningkatkan pemanasan global. Apabila tingkat emisi CO2 tidak segera diatasi maka es abadi di kutub diperkirakan akan meleleh tidak kurang dari 40 tahun lagi 4).
Kesalahan terbesar manusia di abad ini adalah ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti yang telah disebut di awal. Padahal jika ditelaah lebih lanjut, pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan asam sulfur, asam karbon, dan asam nitrat yang dapat jatuh ke bumi terbawa oleh hujan asam. Hujan ini berefek negatif pula pada lahan pertanian dan bangunan.
Namun begitu, hanya sedikit yang sadar akan dampak negatif ini. Manusia hanya memikirkan keuntungannya saja tanpa memperhatikan lingkungan dan bumi ini yang menerima segala akibatnya. Untuk menyadarkan manusia dan penggiat industri akan bahaya pemanasan global, pemimpin-pemimpin dunia segera mengambil tindakan. Pertemuan diadakan. Konferensi-konferensi pun dilakukan untuk merumuskan suatu langkah nyata untuk menanggulangi keadaan ini. Dulu telah sempat dirumuskan protokol Kyoto. Dunia juga telah mengadakan konferensi penanggulangan pemanasan global di Nusa Dua Bali tahun 2007 yang dikenal dengan konferensi UNFCCC (United Nations Framework Conference of Climate Change). Baru-baru ini (17 Desember 2009) Presiden SBY di Denmark juga berpidato pada KTT UNFCCC, tetapi resolusinya belum terdengar ke publik.
Untuk menanggulangi pemanasan global ini sebenarnya dapat dilakukan dengan cara ekstrem menghentikan penggunakan bahan bakar fosil. Namun karena manusia sudah terlalu tergantung akan bahan bakar ini, tentu dipikirkan cara lain untuk menyikapinya. Pemakaian bahan bakar tidak dihentikan seluruhnya, tetapi dikurangi.
Kendala muncul saat kesadaran manusia sangat sulit untuk ditegakkan. Bukannya berkurang, pemakaian bahan bakar dari tahun ke tahun justru makin meningkat. Apalagi di negara berkembang seperti Indonesia, tak ada bahan bakar fosil berarti tak dapat menjalankan kehidupan yang normal.
Pemakaian energi alternatif perlu digalakkan. Di beberapa negara maju pembangkit-pembangkit listrik sudah mulai dikonversi dari bertenaga bahan bakar fosil menjadi bertenaga terbarui seperti angin, air, matahari, dsb. Kendaraan-kendaraan telah memakai tenaga hybrid dan mulai mengurangi keterlibatan bahan bakar fosil dalam menggerakkan piston-pistonnya. Industri-industri mulai mengkonversikan pembangkit tenaga mereka pada tenaga terbarui pula.
Cara lain adalah dengan melakukan penghijauan. Dengan melakukan penghijauan diharapkan gas CO2 akan terserap lebih banyak. Penebangan hutan hendaknya dikurangi. Pemerintah juga perlu merumuskan regulasi-regulasi yang mendukung tercegahnya pemanasan global. Indonesia secara khusus telah menelurkan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup berkaitan dengan ini.
Secara praktis, dalam kehidupan sehari-hari hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global antara lain:
- Menghemat penggunaan listrik dengan mengganti lampu menjadi lampu hemat energi, mengurangi jam pemakaian AC, mematikan alat elektronik jika tidak digunakan, dll. Dengan menghemat penggunaan listrik tentu akan mengurangi beban pembangkit listrik yang saat ini kebanyakan masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber tenaganya.
- Mengurangi penggunaan kertas. Seperti yang kita ketahui, kertas berasal dari serat kayu. Di era digital saat ini penggunaan kertas tentu dapat dikurangi agar pohon-pohon di hutan paru-paru dunia dapat terlestarikan.
- Mengurangi melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini bertujuan agar pemakaian bahan bakar fosil dapat terkurangi secara langsung.
- Mulailah menanam pohon di sekitar rumah. Selain memperindah rumah, tentu dengan adanya pohon akan menyegarkan udara sekitar rumah dan berkontribusi terhadap penyerapan CO2 di dunia.

Mudah-mudahan bermanfaat, bertindaklah mulai saat ini demi generasi penerus kita yang akan datang. Mulia banget artikel kali ini ya…hahahaha :D
Sumber luar:
- http://www.usatoday.com/tech/science/2007-01-30-ipcc-report_x.htm
- http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming
- http://en.wikipedia.org/wiki/File:Global_Warming_Predictions_Map.jpg
- http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2007/02/070216_globalwarming1.shtml







bener juga penghematan listrik, kertas, bahan bakar dan penanamnan pohon bia menekan tingkat global warming yang sekarang tambah tinggi, cuacana lebih panas dari biasa…
.-= Mamah Aline´s last blog ..Orang kaya dimata mereka =-.
go green adalah salah satu pilihan terbaik saat ini, disamping menghemat beberapa bahan bakar bersumber fosil. regulasi mengenai ini juga perlu di tingkatkan…….
betul bu.. harus dimulai dari diri sendiri nih..dan provokasi orang2 terdekat..
panasnya pol akhir2nya ini..untung sudah masuk musim penghujan.. :)
regulasi sudah ada.. tapi hanya sebagian besar utk industri..dan kadang banyak yang menyimpang..
sepertinya harus dimulai dari lingkungan kita nih :)
perubahan itu terasa banget kalau kita bandingkan mundur lima tahun ke belakang, tempat yang dulu terasa dingin sekarang sudah terasa panas
betul pak.. makin nyata aja efeknya..hmmm
jadi ada benernya jugak kali pak, MA menghapus Ujian nasional, biar irit kertas. :D
hahha.. iya betul!! setujah! :D
aq udah mulai go green d rumah sendiri, sejak aq mulai menyukai hobi baruku sebagai tukang kebun, pokoknya pingin rumahku ijo n sejuk, lalu kutularkan hobi ini ma temen2 deketku biar pada cinta bercocok tanam… sepele siih, semoga bisa ikut berpartisipasi, ya gak??
.-= sunflo´s last blog ..Balada Ikan Hiu – Part 1 =-.
go green?? aq udah mulai dr rumahku sendiri dg hobi baruku jadi tukang kebun, mulai seneng ma tanaman hias, biar rumah jadi sejuk n idjo… lalu kutularkan hobi ini ma temen2 deketku, alhamdulillaah mereka jadi suka bercocok tanam juga… sepele n kecil siih, tapi moga bisa ikut berpartisipasi… b^^
.-= sunflo´s last blog ..Balada Ikan Hiu – Part 1 =-.
doooohhh komenku kemana ya kok ngilang??
.-= sunflo´s last blog ..Balada Ikan Hiu – Part 1 =-.
@mbak sunflo
komennya ada mbak..tuh 3 3 nya masuk :D
wah…hobi nanam apa mbak? ibuku jg seneng banget nanam pohon..semuanya ditanam..mulai dari bunga2an ampe pohon2 gede hehe..
memang rasanya sekitar rumah semakin panas … pakai ac … ya tambah biaya dah …
samping rumah pohon jambu bulan lalu terpaksa ditebang … butuh lahan peluasan rumah …
gak nyadar itu membuat cuaca dalam rumah panas deh … hehehe
Ya begitulah..mengubah kebiasaan yang sudah dilakukan turun temurun memang susah..
Seperti yang pernah saya lihat di salah satu perusahaan asing, mereka menerapkan GoGreen pada karyawannya dengan sosialisasi dampak pemanasan global dan penyebabnya. Semua terperinci dan setiap karyawan diminta untuk mengurangi pemakaiannya tiap hari seperti AC. lampu, dll.
Semoga ada solusi bagi masalah ini.. Mari berjuang kawan2, kita manfaatkan pemberian Tuhan yang alami seperti sinar matahari, air, angin, dll. Kita cipatakan solar cell.. Di sukarno hatta sekarang banyak solar cell di pinggirnya
wah mending kita go green dulu, kemudian mengembangkan energi nuklir. karena tidak menimbulkan hal yang demikian bro asalkan tidak salah digunakan nuklir bisa jadi energi paling menjanjikan. tanpa radiasi, tidak ada polusi, tanpa daur ulang dan tidak dapat habis
tips yang bagus, kita bersama2 menjaga bumi ini.
.-= linkprofit´s last blog ..makalah matematika =-.
salam kenal, yok kita selamatkan bumi ini.
.-= omnunu´s last blog ..cannot sign up at blogsome and blogs.ie =-.
iya bener..dunia makin panas..
tanaman yg mini2 mungkin bisa membantu..hehe
yup..semoga ada undang2 yang mendukung..
toh penggunaan minyak bumi g lepas dari unsur politis ;)
bener pak.. mengubah gaya hidup adalah yg paling sulit..
dimulai dari diri sendiri :)
ayo.. semangat3x!! :)
yok…. hehe… :)
post yang baik
salam hangat dari blue
.-= dobleh yang malang´s last blog ..Ketika blue jatuh cinta………………! =-.
salam hangat juga.. karena global warming hehehe
bumi memang udah makin panass…
liat dongeg itu
makin kasian ama bumi…
duh bumiku…
.-= elmoudy´s last blog ..Pokoknya Suka Gus Dur =-.
:( ayo kita selamatkan bumi ini..
up-date banget infonya. trims udah berbagi, salam kenal:)
.-= Riffa JP´s last blog ..Bumiku sayang, bumiku malang =-.
Salam Persahabatan….
beralih menggunakan biogas adaalh salah stu pilihan disamping proses penghematan yang harus dilakukan…
.-= ciwir´s last blog ..Dieng & Kompleksnya Kerusakan Lingkungan =-.
hemat adalah pilihan, penggunaan bio energi adalah pilihan kedepannya
.-= ciwir´s last blog ..Dieng & Kompleksnya Kerusakan Lingkungan =-.