Facebook seingatku ‘ngetrend’ sekitar tahun 2004. Sebelumnya aku yang sudah terdaftar di Friendster (yang kala itu primadona) malas-malasan daftar di Facebook. Tampilannya yang sok high-tech (saat itu) membuatku pusing tujuh keliling untuk beradaptasi. Untuk bergabung saja harus memasukkan nama lengkap. Ribetnya bukan main. Teman-teman pun hanya sedikit yang bergabung. Lengkap sudah, tidak ada alasanku untuk memelihara account di sana. Account tetap kubiarkan terdaftar, tapi tak terurus.
Sekitar tahun 2006-2007 aku masih menghabiskan (atau mungkin menyia-nyiakan) banyak waktu di Friendster. Awalnya sih biasa aja. Kejenuhan mulai terasa saat Alayers (sebutan bagi alay) menghantui Friendster. Era itu menurutku membangun ‘kemunduran’ yang berarti bagi Friendster. Imej Friendster semakin hari semakin buruk. Mau mencari teman yang bernama Arief saja susah karena di Friendster nama itu bertransformasi menjadi ~ ^ A r I 3 F ^^ CaeM , atau [4 12 1 3 FF G4nT3n6], dan sebangsanya. Sampai sekarang belum ditemukan (atau minimal tidak diterapkan) algoritma pencarian metode ‘Alay’ dalam bahasa pemrograman, hehe. Jadi, impossible mendapatkan hasil query pencarian Arief tadi.
Di tengah kejenuhan, muncullah Facebook. Dengan aturan yang jelas, situs yang high tech dan hemat bandwidth (relatif, tentu karena alasan teknologi ajaxnya yang memungkinkan end-user mengload sebagian isi website), serta yang tidak kalah menarik saat itu teman-temanku sudah lumayan banyak yang menghiasi facebook dengan profil-profil narsis mereka. Hmm.. dengan langkah yang pasti aku mulai pindah ke Facebook. Sampai-sampai statusku di Friendster dengan lantang kuserukan “Moving towards to Facebook” karena kekesalanku pada Friendster.
Detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan waktu berjalan tak terasa teman-temanku mulai bertambah banyak. Hebatnya, sebagian nama-nama mereka terpampang jelas seperti nama di Akte Kelahiran. Itu sangat membantuku. Teman TK, SD, teman sekampung, teman sejawat, teman sekantor, teman sekota, teman sekilas pintas, teman sewarnet, guruku, dan teman-teman yang lain satu persatu masuk ke dalam daftar panjang teman-temanku.
Dan dimulai detik itu jaman pun berubah menjadi era Facebook. Anak-anak muda mulai merasa ga gaul kalau tidak punya Account Facebook. Aplikasi HP penuh dengan kata Facebook. Bahkan kata fb-an seakan bukan kata yang asing dan kalau tidak salah sudah masuk kamus hahahaha (maunya sih). So, berterima kasihlah pada Facebook ya teman-teman.. :D
Tapi ingat beberapa saranku ya, semoga berguna di kemudian hari:
1. Jangan karena Facebook sampai lupa ibadah, lupa mandi, apalagi sampai lupa makan. Bisa-bisa nanti ada headline di detik.com “Seorang X ditemukan tewas karena Facebook”
2. Perhatikan benar data-data yang anda umbar di Facebook. Jangan sampai data-data dan ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Data-data yang tergolong pribadi dapat disembunyikan sedemikian hingga data-data tersebut aman diakses oleh orang-orang yang berhak. Fitur pengaturan privasi saat ini sudah memungkinkan pengguna untuk dapat mengelolanya. Data-data yang dimaksud termasuk: informasi studi, tanggal lahir, tempat tinggal, nomor telepon, email, alamat, almamater, saudara kandung, nama orang tua, foto-foto, bahkan status anda.
3. Hati-hati menambah teman yang tidak dikenal. Jangan lupa menambah/mengelompokkan teman-teman yang anda tambahkan agar mudah diatur privasinya. Teman-teman yang layak untuk ditambahkan adalah teman-teman yang secara nyata di dunia nyata mengenal atau setidaknya pernah menjadi satu komunitas dengan anda. Jika ingin menambah teman yang benar-benar baru, pastikan anda percaya padanya :)
Privasi ini menjadi isu penting. Saat ini marak terjadi jual beli data entah untuk kepentingan spam hingga memeras orang yang tak dikenal dengan memanfaatkan info-info pribadi.
4. Selalu approve aplikasi yang benar-benar terpercaya. Aplikasi yang terpercaya biasanya merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan yang real, bebas virus, spyware, malware, dan turunannya.
Bukan maksud untuk menggurui, mudah-mudahan bermanfaat. Thanks beuh.. :D






sarannya bagus bgt, bang..
tapi sekarang fb jg mulai ngalay, bang.. banyak yang ganti namanya jadi gak bgt gitu, atau nulis status or comment pake bahasa alay tingkat tinggi..
masa “iya” jadi “ea”
“sangat” jadi “cangadh”
aduh, pusing..
belom lagi yang huruf2nya diganti angka…
coba fb ada aturan harus pakai bahasa yang sesuai ejaan..
pasti lebih enak bacanya dan yang pasti mendidik..
sipsip :D
@deapypy
iya nih..fb jg udah mulai diserbu alayers…
harus dibasmi sekarang juga hahaha…
:D
beuh, keren kali blog bang wahyu sekarang dah…
mantap lah :D
isinya juga makin yahud deh, i like it deh
hehe.. bisa aja nih bang aulia :D …
betull betul…
terutama dalam mengapprove aplikasi harus pilih2 dan waspada..
soalnya bs juga fake login…
ijin tukeran link ya broo
makasih dan salam
tomi“s last blog ..Lisensi Key Gratis dari SMADAV 2010
salam.. sudah diadd di sahabat :)