'Kelicikan' Cak Lontong, The Power of Ngeles

Cak Lontong - Waktu Indonesia Bercanda
Cak Lontong - WIB
Langsung saja, "Cak Lontong", nama panggung Lies Hartono, yang menurut Wikipedia adalah pelawak asal Indonesia dan terkenal dengan lawakan yang lucu dan mengena tanpa menjelek-jelekkan dan merendahkan pihak lain. Lawakannya sederhana dan disampaikan dengan bahasa baku terstruktur, namun mengandung logika absurd yang menantang pendengar untuk berpikir.

Sepakat tidak sepakat dengan penjelasan tersebut, adalah urusan Anda dengan Wikipedia. Yang jelas, mungkin sudah banyak yang tahu bahwa kini Cak Lontong memandu sebuah acara yang bertajuk Waktu Indonesia Bercanda (WIB) pada salah satu stasiun televisi swasta, sebut saja .NET TV.

Cuma memang, terlepas dari kurang banyaknya referensi dan/atau pembanding acara bernuansa komedi lainnya, acara WIB ini adalah yang menarik perhatian pribadi saat ini, setelah pada awal-awalnya tidak memperhatikan atau bahkan mungkin tidak tertarik saat melihat promo jelang penayangannya dulu. Kini benar² berbalik benar, suka sekali menelusuri kanal YouTube Netmediatama untuk nonton rekaman WIB.

Mungkin benar kata Bedu, salah seorang yang juga kerap mengisi acara WIB bersama Cak Lontong, bahwa yang diperlukan di acara WIB tersebut bukanlah kepintaran melainkan kelicikan. 😂
Bagaimana tidak? simak saja baik-baik contoh kejadian dalam video berikut ini:

video

*Jika video tersebut tidak bisa dimainkan, silakan lihat versi kumplitnya di YouTube itu.

Setelah menyaksikan rekaman tersebut, sudah bisa mengerti apa yang sedang terjadi? Video di atas adalah potongan dari segmen "Berpacu dalam Emosi" pada acara WIB. Selain itu, kadang juga ada segmen lainnya, semisal Waktu Indonesia Berdebat, Kuis Sensus, dan Kata Misteri. Tentu saja, sebagai segmen utama adalah TTS, Teka-Teki Sulit.

Maka mungkin, dengan memperhatikan subyektifitas, beberapa hal terbaik yang ada dalam acara WIB adalah:

  • Peserta harus benar-benar berpikir serius untuk "ngawur" ; namun demikian, sengawur-ngawurnya jawaban tetap dituntut adanya penjelasan yang "logis".
  • Terjadi semacam persaingan untuk mengantisipasi jawaban. Pembuat pertanyaan mau tidak mau sudah menerka akan kemana persepsi orang pada umumnya, dan kemudian dibelokkan sedemikian rupa. Peserta juga berusaha menerka apa sebenarnya jawaban yang diinginkan.
  • Paling sial dan "momen hening" akan terjadi justru manakala jawabannya lurus, atau benar-benar sebagaimana harusnya, seperti persepsi atau pemahaman orang pada umumnya.
  • Saat peserta melakukan protes atau mempertanyakan jawaban, Cak Lontong selalu saja "memiliki argumentasi" untuk mempertahankan jawabannya. Adu argumen antara peserta dan Cak Lontong ini juga menarik. Perkara argumentasinya ngeles atau tidak, itu bukan soal. Yang pasti menghibur. Karena WIB memang acara hiburan.
Dan ini, satu lagi...
  • Penonton lainnya secara tidak sadar juga kadang ikut memikirkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Ketika jawabannya salah dan disampaikan apa yang diinginkan dan tepat menurut Cak Lontong -yang mengklaim bahwa dirinya hanya menginginkan kebenaran- kitanya yang ikut mikir dan ternyata salah itu, juga bisa tertawa, santai saja. Malah senang dan terhibur.
Cuma kemudian...
Setelah nulis sekian panjang sampai di sini, saya yang sekarang justru jadi tersadar, kenapa hal ini malah dipikirkan sampai segitunya? 😵
Baikdeh, saya sudahi saja hal ini dengan ucapan, Selamat menikmati hidup...

Komentar

  1. mauk tapi terhibur judulnya pas nonton acara beliau tu

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru