Bukan Untuk Hari Ini

Entah sudah berapa tahun persisnya usia pohon mangga yang ada di depan rumah ini. Bahwa lebih dari 20 tahun itu pasti. Pohon yang ada sekarang ini adalah keturunan dari induknya, yang dulu ada di seberang jalan. Pohon yang kemudian dipotong oleh tetangga seberang rumah, sebab dijadikan jalan untuk memanjat oleh maling saat memasuki rumah beliau.

Bagusnya, sebelumnya oleh adik sudah ditanam biji mangga yang sama serta kemudian tumbuh dan berkembang menjadi apa yang sekarang ada di pinggir jalan depan rumah. Pohon yang berbuah mangga juga, wajar bukan?

Pohon yang buahnya boleh dipetik oleh siapapun yang lewat, dan mau. Sebab kalau hanya lewat dan tidak mau atau tidak pingin, ya tidak bisa dipaksa-paksa buat petik dan makan buahnya. Biasanya, syarat dari kami bagi yang pingin hanyalah satu: "Ingat-ingat orang lain kalau metik, mungkin akan ada orang lain yang juga pingin," dan nyatanya memang begitu. Sehingga semua bisa senang.
Namun, apa yang ada hari ini, mungkin takkan selamanya ada. Demikian pula sebaliknya, apa yang saat ini tidak ada, belum tentu nanti tidak ada.
Tapi yaa... bisa juga apa yang sekarang tidak ada, akan tetap tidak ada. Contohnya sederhana, saat ini saya tak punya insang, ya sampai kapanpun juga takkan punya insang. karena sudah menjadi hukum alam bahwa itu haknya ikan.

Bibit Mangga yang Bukan Untuk Hari Ini
Sesuatu yang memang bukan untuk hari ini
Kini, beberapa biji sudah disiapkan sebagai penerus. Meski tak ada jaminan sedikitpun bahwa apa yang dilakukan saat ini, hari ini, akan memberikan hasil sebagaimana yang memang diinginkan. Sebab ini bukan tentang dan untuk hari ini, atau bahkan lusa nanti. Hari ini adalah benih untuk sesuatu yang bahkan jauh lebih dari sewindu. Setidaknya, sudah tahu akan kemana.

Komentar

  1. Saya berusaha mengerti akan maksud isi hati anda, semoga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya biarkan sajalah, tidak usah diusahakan segala, bikin repot.

      Hapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru