Permainan Sepak Bola Terakhir

Sebenarnya, kalau dikatakan tidak mengerti sepak bola sama sekali juga tidak. Kecil dulu sempat bergabung dengan sebuah klub bola yang latihan rutin beberapa kali dalam sepekan. PS Rajawali Muda namanya. Dilatih oleh Om Basuki, pemain PS Putra Rimba. Pada suatu kurun waktu juga pernah begitu mengikuti pertandingan² sepak bola, yang disiarkan oleh televisi.

Jika ditanya siapa pemain bola idola, maka saya akan bisa menyebutkan tiga nama, yakni John Barnes saat bermain untuk Liverpool FC, serta Franco Baresi dan Paolo Maldini yang keduanya adalah pemain AC Milan. Itulah ketiga pemain bola yang benar-benar saya sukai melebihi yang lainnya. Jika ada yang minta nama lain, mungkin saya hanya akan bisa menyebutkan duet penyerang AC Milan, yakni Daniele Massaro dan Dejan Savićević.

Hingga kemudian, pada suatu waktu, ketertarikan pada sepak bola berkurang, tak seperti dulu lagi. Sampai dengan saat ini yang sepak bola rasanya begitu saja. Entah kenapa bisa. Dari yang selalu menyempatkan diri menonton bola (dan tinju) melalui tipi, bermain bola, hingga kini yang tak lagi nonton apalagi memainkannya. Dari punya beberapa pasang sepatu bola dan beberapa biji bola sepak, sampai kini tak lagi memiliki minat. Dan, masih ingat betul sampai sekarang salah satu momen permainan bola terakhir yang dilakukan dulu.

Permainan Sepak Bola Terakhir © wahyu.web.id
Permainan Sepak Bola Terakhir

Terletak di antara deretan Ruang Fisika dan Ruang Biologi, yang berseberangan dengan Ruang Kimia dan Matematika yang berjejeran, terdapat sebuah lapangan. Itu dulu, waktu kami masih berada di sana. Lapangan yang bisa digunakan untuk banyak hal. Lapangan yang ditumbuhi oleh pepohonan. Pada lapangan itulah kami bermain sepak bola. Bersama kawan-kawan, mahasiswa Jurusan Fisika, Universitas Brawijaya. Lapangan yang sama sewaktu saya berurusan dengan manusia dan makhluk gaib.

Permainan yang menyenangkan memang. Pada suatu saat, seorang kawan yang gegara namanya sama, Wahyu, yang saya paksa panggil Widi, dari penggalan nama belakangnya, sedang menggiring bola pada sisi utara lapangan. Saya mengejarnya, dan kemudian melakukan sliding tackle, bersih saja rasanya itu sliding. Posisi jatuhnya Widi saja yang membuat kaget. Tubuhnya melayang dan jatuh dengan posisi persis melintang pada sebuah batang pohon di tepi lapangan. Tubuhnya nyaris membentur batang pohon, dan itu membuat saya kaget. Kami memang tertawa-tawa saja, namun dalam hati saya benar-benar kaget campur menyesal. Sebab ini harusnya cuma permainan buat rame-rame saja.

Sebab lapangan itu bukanlah lapangan bola, maka tentu saja kondisinya tidaklah sebagaimana lapangan bola harusnya. Pada salah satu momen saat berlari, kaki menginjak bagian lapangan yang tidak rata, dan kemudian semacam terdengar bunyi kecil krekkk...!!! Hasilnya? Kaki kanan bengkak selama beberapa hari, dan tidak bisa digunakan untuk berjalan. Terasa sangat sakit jika diinjakkan. Perlu waktu lebih lama lagi untuk kembali normal sebagaimana biasa. Karena cuma dirawat di kost-kostan.

Kini, jika mulai sebelum sahur sampai dengan setelah sahur dipenuhi pertandingan sepak bola, Piala Eropa dan Copa America, maka selamat menyaksikan. Saya nontonnya cuma pas makan sahur saja. Selesai makan sahur, ya seolah-olah peluit panjang juga langsung bunyi. Biarlah...

Komentar

  1. nama-nama pemain yang disebut koq serasa pernah jaya di telinga, apa kita sama-sama sudah tua :p.
    sepertinya ga jauh beda. saya kecil termasuk gibol dini, lebih cepat gibol dibanding teman2 sebaya. SD saya sudah guntingin daftar klasemen Galatama dan perserikatan, jadiin kliping gitu. SMP saya ikut SSB, beberapa kali jadi pemain bon-bon an dengan bayaran 10rb (kalau cetak gol). Namun menginjak SMA selera bola saya mendadak hilang. Entah kenapa saya lebih berselera melihat wanita. sampai sekarang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah... kamunya aja kali Nov, yang sudah tua. Akunya sih biasa aja perasaan. ahahaha...

      Hapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!