Belajar Membuat Taman & Mengenal Tanaman

Sungguhlah, pengetahuan sayanya itu dalam bidang tanaman amat sangat minim. Contohnya, saya memang tidak bisa membedakan jenis tanaman rambutan atau mangga antara yang satu dengan yang lain. Masih banyak contoh lain yang bisa menggambarkan betapa untuk hal ini sayanya memang lack of knowledge. Mungkin porsinya memang sekedar jadi penikmat saja. Bahkan bisa jadi hal ini juga berlaku dalam kaitannya dengan urusan dunia perhewanan. Sampai sekarang, sayanya tak pernah bisa akrab dengan ular, buaya, beruang, bahkan ayam! Meski pernah dua kali di rumah ini piara biawak (Varanus albigularis).

Kembali ke soal tanaman. Tak faham soal tanaman, maka turunan permasalahannya adalah tak bisa mengelola tanaman. Maka dari itu, kemarin sore sewaktu Warmorning datang ke rumah, dan menanyakan nama tanaman yang ada, perlu cukup waktu untuk menjawab. Karena harus mengingat apa yang disampaikan oleh penjual. Namun, berbekal prinsip bahwa tak faham dan tak bisa itu tidaklah selamanya, maka sekarang mencoba berkenalan lebih intens dengan hal ihwal yang satu ini.

Belajar Membuat Taman & Mengenal Tanaman © wahyu.web.id
Belajar Membuat Taman
Jadilah sekarang sedang belajar membuat taman, dan tentu saja harus belajar mengenal tanaman. Lagi pula, keinginan membuat taman sebenarnya adalah keinginan yang cukup lama terpendam. Hanya saja, baru beberapa hari lalu yang dengan serta merta diwujudkan melalui sebuah langkah awal sederhana: Beli bunga.

Guna mewujudkan keinginan, sebagian paving block yang terpasang di halaman rumah dibongkar. Kemudian ditanami dengan deretan tanaman bunga. Selain itu juga saya tanami rumput. Yang semua dikerjakan sendiri saja. Sebuah hal baru.

Jelas sudah, bagi saya membuat taman itu tak semudah membuat website. Namun nyatanya, membuat taman ini ternyata mengasyikkan. Bahkan, untuk sebuah taman yang sangat sederhana, saya merasakan begitu menyenangkannya. Sungguh tak rugi rasanya memulai belajar untuk hal ini. Bahkan sekedar jalan-jalan ke tempat penjual bunga saja bisa begitu mengasyikkan.

Kini, pekarangan rumah semacam terus memanggil. Yang ujung-ujungnya saya sudak stok pupuk kandang dan beberapa anakan bunga lain. Kepala juga terus membayangkan lay-out pekarangan akan dibuat semacam apa, dengan memainkan warna apa saja. Sungguh saya menikmati proses belajar yang luar biasa ini.

Komentar