Sedap! Tongseng Bebek Poro di Banjarbaru

Bagi mereka yang tak mengkonsumsi daging, tentu bebek bisa menjadi salah satu pilihan alternatif. Terlebih lagi bagi yang selama ini tahunya tongseng itu hanya berbahan dasar kambing, tapi tak bisa makan daging kambing. Tentu jadi perkara bila ingin menikmati tongseng.

Tapi jangan khawatir, judulnya sudah memberikan alternatif, ada tongseng bebek! Sebenarnya, di warung di mana kami biasa menikmati tongseng bebek ini, juga tersedia tongseng berbahan dasar biasanya, yakni kambing atau iga. Tapi ya itu tadi, juga disediakan opsi lain, berbahan dasar bebek atau ayam.

Poro, Tongseng Bebek Sedap di Banjarbaru
Tongseng Bebek di Warung Poro, Banjarbaru
Soal rasa, tongseng bebek beliau yang satu ini memang enak. Disajikan dalam keadaan panas-panas dengan pilihan tingkat kepedasan yang beragam. Kalau yang tak tahan pedas, cukup pesan yang manis atau biasa saja. Jangan nyoba pedas level berapapun!
Rumus pedasnya tongseng bebek Warung Poro ini adalah, angka level setara dengan berapa sendok jumlah cabainya. Jika menyebutkan pedas level satu, maka berarti cabainya satu sendok.
Suatu ketika, pernah ngajak dua orang kawan untuk makan di sana. Mereka belum pernah. Tanpa kuceritakan soal pedasnya terlebih dahulu, salah seorang diantaranya pesan pedas level dua, dengan disertai rasa percaya diri. Alhasil, dia minta ampun. Barulah kemudian kuceritakan. Sambil tertawa-tawa. Kawanku itu ngomel. Akunya tidak. Karena akunya yang diomeli. Tapi dia juga senang karena ditraktir.
Kesaksian dari kawan-kawan yang kuperkenalkan dengan tempat makan tongseng bebek ini, semua bilang enak. Bahkan rerata kemudian menjadi langganan di sana. Kini ada yang lebih sering mereka makan di sana dari pada aku yang kasih tahu. Syukurlah, lidah mereka cocok.
Tak seperti sebelumnya, kini warung yang menjadi salah satu tempat kuliner di Kota Banjarbaru itu sudah berkembang. Telah sewa tempat di salah satu ruko di daerah Karang Anyar, tepatnya di Jl. Bina Satria, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru.

Justru di tempat baru ini Warung Poro ini begitu ramai. Parkirnya juga mudah. Jika ingin nyoba, siang juga sudah buka. Tapi selepas maghrib, kadang kala sudah habis. Untung-untungan kalau nyarinya malam. Syukur kalau masih ada. Dan… siapa tahu suatu ketika kita tak sengaja berjumpa di sana.

Memang, soal rasa dan selera adalah soal lidah masing-masing, namun untuk menu yang satu ini, naga-naganya tidak salah jika berucap: "Percayalah, ini adalah salah satu warung enak di Banjarbaru."

Menuju Warung Tongseng Poro di Banjarbaru:
Catatan khusus:
Tulisan ini dipindahkan dari rumah sebelumnya, yang terbit pada 5 Agustus 2015.

Komentar

  1. hmm.. tampaknya menarik juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebab ini menyangkut soal selera, maka penggunaan kata "tampaknya" itu di atas masih bisa diterima
      :D

      Hapus
  2. Gw di bjb jg shob, kalo kst pasti pesan level 5. Luar biasa ajib bner dah.. Kelar mkn, berasa mandi keringat hhaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!