Psikolog di Dinas Pendidikan Banjarbaru, Mungkinkah?

Salah satu hal yang menarik dalam rangka evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional di Kalimantan Selatan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan adalah persoalan banyaknya murid yang dinilai salah jurusan. Demikian lebih kurangnya simpulan yang disampaikan oleh Kadisdik Kalsel, sebagaimana kemudian diberitakan oleh media massa.

Kenapa hal ini menjadi menarik?
Tentu saja ketertarikan di sini adalah bersifat personal, dan terkait dengan beberapa kejadian yang telah dialami selama sekian waktu. Namun salah satunya adalah terjadi dalam waktu yang tak terlalu lama lalu.

Pada sebuah kesempatan, mengunjungi Pak Burhanudin Noor, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Ngobrol berdua bersama beliau di ruang kerjanya. Ini memang kebiasaan lama, ngobrol kesana kemari dengan beliau. Karena saat ini kebetulan posisi beliau adalah mengurusi pendidikan di Kota Banjarbaru, maka porsi topik pembicaraan memang cukup banyak menyangkut soal pendidikan di Banjarbaru.
Saat itu, salah satunya adalah mengusulkan kepada beliau, agar Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru memiliki tenaga psikolog. Bahkan secara khusus adalah yang menguasai psikologi pendidikan.
Pemikiran itu sebenarnya sudah lama pernah disampaikan kepada beberapa pihak di Banjarbaru. Pada perbicangan dengan Pak Burhan kemudian, salah satu butir pemikiran yang sama adalah: sangat perlu bagi siswa memasuki sekolah dan jurusan yang tepat, sesuai dengan kemampuannya.

Psikolog di Dinas Pendidikan Banjarbaru, Mungkinkah?
Psikolog  Disdik Banjarbaru, Mungkinkah?    ( Gambar: www.cimbs.in )

Bagaimana cara kerjanya?

Pertama, tentu kemampuan Kota Banjarbaru dalam  mengadakan tenaga psikolog ini perlu diperhatikan. Walau secara pribadi memiliki mimpi agar Disdik Banjarbaru memiliki tenaga psikolog yang secara proporsional mampu melayani seluruh sekolah.

Kedua, karena memperhatikan kemampuan dan beberapa hal lain itulah, maka mungkin yang bisa dilakukan pertama adalah melakukan rekrutmen tenaga psikolog, untuk kemudian melayani sekolah dan siswa pada jenjang SLTP di Kota Banjarbaru. Ya, cukup itu dulu.

Ketiga, salah satu peran penting dan strategis tenaga psikolog tersebut adalah memberikan penguatan peran pada bimbingan konseling di sekolah-sekolah. Sehingga peran guru BP/BK (gak tau apa namanya sekarang, masih tetap atau sudah berubah) akan maksimal, dan tidak dicap sekedar berurusan dengan "anak nakal/bermasalah" sebagaimana dulu kami alami.

Guru BP/BK itu merupakan kepanjangan tangan psikolog di Dinas Pendidikan Banjarbaru, yang kemudian salah satu fungsi utamanya adalah benar-benar memantau kemampuan siswa. Tenaga psikolog disdik melakukan supervisi secara berkelanjutan. Karena proses ini akan menjadi proses yang panjang dan terus menerus.
Output dari hal ini adalah:
Memberikan rekomendasi sekolah yang tepat bagi siswa SLTP setelah lulus, bahkan kalau memungkinkan, sekalian memberikan rekomendasi jurusan yang tepat bagi sang siswa saat di SLTA kelak.
Apakah hal ini mungkin untuk dilakukan? Apa mampu memantau seluruh siswa SLTP se-Kota Banjarbaru? Apa siap melaksanakannya?

Kenapa tidak?! Hal ini sangat mungkin dilaksanakan. Hal yang diperlukan hanyalah political will dari para pengambil kebijakan, rekrutmen tenaga yang tepat, serta menyusun sistem kerjanya berikut perangkat evaluasi.

Ya.., ini memang sekedar lontaran pikiran.

Komentar