Paman Birin, Tolong Cekal Saja Mereka!

Paman Birin, mulanya ulun1 akan menuliskan ini untuk pian2 dalam Bahasa Banjar saja, namun demi kemudahan bagi kengkawan dari daerah lain, dan tentu agar tidak lelah jika harus menterjemahkan lagi ke dalam Bahasa Indonesia akibat ditanya-tanya apa artinya, ya dituliskan dalam Bahasa Indonesia saja.

Paman Birin, ya ini memang ditulis karena saat ini pian-lah yang menjadi Gubernur Kalimantan Selatan, meskipun ulun sadar sepenuhnya bahwa urusan terkait nanti adalah bukan urusan seorang gubernur, namun setidaknya ulun mengharap pian mau dan mampu menyampaikan ini kepada seluruh bupati dan walikota di Kalimantan Selatan. Biar gampang aja.
STOP! Cekal Mereka Memasuki Wilayah Kalimantan Selatan
Paman Birin, tanpa banyak basa-basi, apa yang ulun akan sampaikan kepada pian dan ulun harapkan kepada pian adalah:
Tolong cekal saja itu figur publik (artis dan sejenisnya) yang terjerat dan divonis bersalah atas kasus kejahatan asusila dan narkotika. Agar mereka-mereka yang memiliki rekam jejak itu tidak boleh tampil secara langsung di seluruh wilayah Kalimantan Selatan!
Bahwa mereka, public figure itu bagaimanapun adalah orang-orang yang berada dalam sorotan media dan lain sebagainya. Mereka dielu-elukan oleh penggemarnya, mereka trend-setter, bahkan bisa saja mereka menjadi role-model di kalangan pengagumnya.

Posisi dan peran sosial yang mereka miliki pada dasarnya menuntut tanggung jawab moral yang besar. Namun tentu saja, bagi orang modern katanya kita harus belajar memisahkan antara urusan pribadi dan urusan publik. Tapi dalam konteks ini, biarlah ulun menjadi orang tradisional saja.

Selain itu, paman, sementara ini rasa-rasanya media kita lebih mengikuti logika pasar dari pada logika moral. Pada batas tertentu dapat dimaklumi, karena media juga perlu uang untuk dapat terus hidup bahkan kalau mau sampai membesar dan menggurita. Kita juga tentu tidak boleh melarang media cari uang.

Karenanya, cukuplah sudah anak-anak dan adik-adik kita di seluruh wilayah Kalimantan Selatan ini melihat idolanya melalui media, cukup menikmati karya orang yang dikaguminya melalui cara-cara yang wajar saja, semisal lewat youtube, facebook, dll. bahkan mungkin patut dicurigai banyak menggunakan MP3 bajakan.

Namun, jangan sampai anak-anak dan adik-adik kita mengelu-elukan mereka secara langsung, hadir di depan wajah mereka dalam wujud yang nyata. Kalau memang mau nonton konsernya, silakan saja nonton pergi keluar Kalsel. Lagi pula, masih banyak artis yang tidak terjerat kasus-kasus hukum itu tadi, yang mungkin akan tampil di sini, Kalimantan Selatan.

Sementara, itu saja lah dahulu, Paman. Itu sekelebat pikiran yang tadi muncul sesaat sebelum mandi sore di Banjarbaru yang terasa agak gerah saat ini. Biasa, pengaruh musim. Selamat bekerja Paman Birin, jangan lupa mandi, agar segar jasmani.

--------
1. Saya, sapaan yang digunakan dalam percakapan pada orang yang lebih tua atau dihormati.
2. Anda, sapaan yang digunakan dalam percakapan untuk orang yang lebih tua atau dihormati .

Komentar

  1. *menebak2 artis yg dimaksud*

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak usah nebak-nebak, ini bukan tebakan :D

      Hapus
  2. Bagaimana klo mereka itu insyaf pa...apkh perlu qt cekal jg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana proses pembuktian insyaf?
      Itu rumit. Hanya urusan yg bersangkutan dan Tuhan saja. Orang lain hanya bisa tau gejala saja.

      Usul itu lebih kepada soal tanggung jawab moral dan sanksi moral. Sebagaimana hukuman, juga harus dipandang sebagai rambu-rambu, agar tidak melanggar. Kalau masih nekad melanggar, ya bersiaplah akan konsekuensinya.

      Kalau secara pribadi, cekal selamanya pun tak masalah. Tapi kalau mau ada jalan tengah, ya bolehlah pakai waktu, misal cekal saja 10 tahun.

      Hapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru