Pembentukan Kabupaten Tanah Timur di Kalimantan Selatan

Bagaimana dengan pernyataan ini: "Pembentukan wilayah administrasi (kabupaten) baru di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan pendekatan vector". Apakah sudah terkesan cukup ilmiah? Jika iya, maka entahlah. Jika tidak, maka syukurlah. Sebab ada suatu riwayat khusus dibalik pernyataan tersebut, yakni sebagaimana berikut ini:

Pernyataan tersebut adalah sebuah status yang saya kirim pada jejaring sosial, sebab sebelumnya sedang bengong yang dilanjutkan dengan melakukan sesuatu. Kebengongan itu adalah hasil dari koneksi telepon dan internet yang di rumah sedang mati total (dan sudah beberapa hari ini belum normal), yang konon kabarnya menurut Telkom Banjarbaru adalah disebabkan oleh putusnya sambungan kabel gegara pekerjaan galian oleh PDAM Intan.

Dari pada bengong berkepanjangan, jadilah kemudian mengutak-atik peta Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan aplikasi pengolah gambar berbasis vektor (Contoh: CorelDraw & InkScape). Mendadak saja kemudian perhatian tertumpu pada sebuah wilayah kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Kotabaru. Jangan bandingkan luasan wilayahnya dengan Kota Banjarbaru. Kalau Banjarbaru memang sangat imut, sementara Kotabaru begitu luas, dan terdiri dari 21 kecamatan.

Nah... jadilah kemudian muncul pikiran sebagaimana ini:
Pembentukan Kabupaten Tanah Timur di Kalimantan Selatan
Pembentukan Kabupaten Tanah Timur di Kalimantan Selatan
Bagaimana seumpama sebagian wilayah dari Kabupaten Kotabaru  yang sangat luas tersebut, dijadikan wilayah administrasi baru saja, dalam hal ini adalah sebuah kabupaten yang baru. Wilayah yang dijadikan kabupaten baru adalah wilayah yang menyatu dengan pulau Kalimantan Selatan. Sementara wilayah yang merupakan pulau tersendiri, akan tetap menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kotabaru.
Peta Kabupaten Tanah Timur
Kabupaten Tanah Timur

Saya membayangkan, betapa itu warga yang berada di bagian utara Kotabaru kalau ingin berurusan ke ibukota Kabupaten, akan merasa ya ampun jauhnya. Terlebih lagi sarana pra-sarana wilayah di sini masih belum sesempurna di Pulau Jawa.

Pada sisi lain, pada wilayah Kab. Kotabaru yang menyatu dengan daratan Kalimantan tersebut secara administratif terdapat 12 (dua belas) kecamatan. Cukup banyak.

Sebelum melebar kemana-mana, sekali lagi ditekankan bahwa pikiran ini muncul ya gegara ngutak-ngatik peta dengan aplikasi pengolah gambar berbasis vektor itu tadi, Jadi jangan sekalipun dibayangkan saya melakukan kajian sosial, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya. Pendek kata, semata-mata pendekatan visual saja. Namun, bukan pula berarti tidak serius. Serius ini. Maksudnya, kalau bisa dipertimbangkan dengan serius, bagi yang memiliki kompetensi dalam hal ini.

Mungkin saking seriusnya, saya sampai mengarang sebuah nama untuk kabupaten baru tersebut, yakni KABUPATEN TANAH TIMUR. Dinamakan demikian tentu dengan beberapa alasan:
Pertama adalah menyesuaikan dengan nama wilayah lain yang garis pantainya berjejeran, yakni Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Tanah Bumbu yang keduanya menggunakan nama "Tanah". Sementara nama "Timur" tersebut diambil berdasarkan dari titik terluarnya, yang merupakan titik paling timur wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Kalau digabung, jadilah kemudian "Tanah Timur".
Bilamana kemudian ternyata, masyarakat di wilayah yang bersesuaian dengan daerah yang dimaksud pada tulisan ini miliki keinginan yang senada, maka percayalah, saya mendukung dari jauh, dengan doa: semoga bahagia. Saya hanya usul nama saja. Ya itu tadi, Kabupaten Tanah Timur, dengan harapan, akan banyak hal yang muncul dari wilayah tersebut dan membawa manfaat juga bagi Kalimantan Selatan.

Sudahlah, setidaknya sekarang akan ada yang tahu sejarah dibalik status: "Pembentukan wilayah administrasi (kabupaten) baru di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan pendekatan vector". Saat ini, sementara biarlah Kabupaten Tanah Timur menjadi kabupaten baru yang bersifat imajiner di Kalimantan Selatan.

Komentar

  1. jangan sekalipun dibayangkan saya melakukan kajian sosial, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya

    nah, karena yg namanya wilayah bukan sekedar gambar, sebagaimana pada HPH dulu yg tampaknya dipetakan semena2 dengan berdasarkan hal ginian.. maka ya tak ada komentar lebih lanjut dari saya selain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada kasus tertentu, gambar bisa bercerita dan menjelaskan banyak hal. Gambar juga bisa menjadi pemicu ada tidaknya hal lain yang perlu dipikirkan secara lebih serius.

      *Tapi entahlah untuk kasus gambar di atas :D

      Hapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru