Jual Saja Sekolah di Banjarbaru Itu!

Sebenarnya kejadian obrolan ini berada pada satu waktu yang sama dengan obrolan tentang kemungkinan Psikolog di Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru itu. Perbincangan saat aliran listrik sedang padam, namun tidak bicara soal listrik.

Prinsipnya, waktu itu bilang kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Pak Burhan, "Jual saja sekolah-sekolah itu, Pak. Pindahkan ke lokasi yang baru. Uang hasil penjualan tentu jauh lebih dari cukup untuk membangun sekolah baru, bahkan bisa untuk keperluan pendidikan lainnya."

Dan... berikut inilah latar belakang pembahasannya :)

Mungkin karena termasuk golongan mereka yang berpandangan bahwa anak-anak belajar itu perlu ketenangan, dan keamanannya juga harus menjadi perhatian serius, sebab itulah sayanya ini termasuk paling anti jika ada sekolah dasar berada di tepi jalan raya.

Meski tidak semua jalan, hanya jalan raya saja. Kebetulan ada sekolah, dalam hal ini adalah sekolah dasar (SD) di Kota Banjarbaru yang berlokasi di tepi jalan negara, jalan raya utama di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Sebab itulah secara semena-mena melontarkan pikiran kepada Kadisdik Banjarbaru, agar menjual saja sekolah (dalam hal ini SD) milik Pemko Banjarbaru yang berlokasi persis di tepi jalan besar, jalan raya utama. Pindahkan ke lokasi yang lebih tenang.

Ilustrasi Sekolah Dasar |  Koleksi foto lama, tahun 2006
Apa tidak malah jadi merepotkan?

Ya kalau dipindahnya ke kecamatan yang berbeda, tentulah akan merepotkan. Tapi prinsipnya adalah hanya memindahkan ke lokasi yang lebih tenang, asal jangan di tepi jalan besar.

Lokasi sekolah yang di tepi jalan raya utama tentu menarik. Dana hasil penjualan pasti akan lebih dari cukup untuk mengadakan lahan dan membangun di lokasi baru. Ya tentu saja mekanisme APBD tak macam orang jual beli biasa. Tapi hitung-hitungannya bisa dipakai.

Jadi, itulah sedikit lontaran pemikiran waktu itu. Jika mau dipikirkan lebih serius, ya silakan. Kalau mau diabaikan, ya juga silakan.

Komentar

  1. ..sayanya termasuk yg paling anti..


    sungguh itu frasa yg berbahasa Banjar bangat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin setelah dulu bikin proyek kamus kata, sekarang kita bikin kamus frase yang Banjar bangat. cemana?

      Hapus

Posting Komentar