TPA Regional di Banjarbaru (Debat Ulang)

Berawal dari sebuah pertanyaan yang muncul di jejaring sosial facebook, dan kemudian memancing ragam pendapat dari masyarakat, dalam hal ini adalah masyarakat Kota Banjarbaru. Pertanyaan dimaksud adalah berikut:

Kaya apa pendapat pian barataan tentang rencana lokasi TPA (tempat pembuangan akhir) Regional Banjar Bakula di Banjarbaru?

Apa yang membuat menjadi menarik adalah pertanyaan tersebut dilontarkan melalui sebuah akun dengan nama Nadjmi Jaya, yang bagi masyarakat Banjarbaru tentu sudah mafhum bahwa itu adalah panggilan dari pasangan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru hasil Pilkada Banjarbaru tahun 2015 yang baru lalu.

Debat ulang?

Ya… itu sekedar istilah yang digunakan pada judul tulisan ini saja, sekedar penegasan bahwa silang pendapat terkait TPA Regional dalam konteks kawasan Banjar Bakula, yang diniatkan dibangun di Kota Banjarbaru ini adalah barang lama. Sekedar mengingat-ingat, berhubung soal ini sudah cukup lama:

November 2012, pemerintah Kota Banjarbaru telah menyatakan keberatan dan menolak wacana pembangunan TPA regional di Kota Banjarbaru dengan mempertimbangkan banyak hal. Demikian pula halnya dengan sikap DPRD Kota Banjarbaru waktu itu.

Mei 2015, DPRD Kota Banjarbaru kembali menyatakan bahwa seluruh fraksi di DPRD Kota Banjarbaru menyatakan penolakan atas rencana tersebut.
Itulah secuil kilas balik tentang hal yang sama. Tentu saja, selain apa disebutkan di atas juga ada silang pendapat lain, baik yang terjadi di ruangan dan forum resmi maupun tidak resmi.

Bagaimana dengan saat ini? Sudah tahun 2016 ini kan?
Menyatakan setuju atau tidak setuju tentang itu adalah hal sederhana dan mudah. Hanya saja, untuk membuatnya mudah dan sederhana ada sejumlah hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu, semacam syarat perlu dan/atau syarat cukupnya.

(Debat Ulang) TPA Regional di Banjarbaru
Untuk itu, perlu diketahui atau mungkin disampaikan pula apa saja faktor-faktor yang terkait dengan pembangunan dan pengelolaan TPA Sampah Regional tersebut. Sekali lagi: pembangunan dan pengelolaan. Dua hal ini sangat penting dan saling terkait. Terlebih lagi ini menyangkut beberapa daerah yang akan terlibat. Dan yakinlah, hal ini tidak akan berimbas pada soal sampah semata.

Kalau itu semua sudah disampaikan/dipaparkan secara gamblang, ya tentu akan sederhana dan mudah saja untuk menentukan, apakah akan menerima atau tidak. Karena sudah punya bahan atau material input buat mikir.

Jadi, kesimpulannya menerima atau menolak?

Hmmm…. begini saja, beberapa waktu lalu sudahpun pernah bicara atau ngobrol ringan soal ini dengan beberapa orang. Waktu itu sayanya hanya bilang hal yang sangat sederhana, "Kita, Banjarbaru, tak bisa hanya menerima pernyataan komitmen dan komitmen. Perlu lebih jelas dan tegas dari itu. Sebab soal ini tidak akan berdiri sendiri."

Komentar