Pak Sipo: Nama Saya Sipa!

Untuk diketahui, di Kota Banjarbaru itu ada seorang kepala sekolah SMA yang begitu legendaris, setidaknya di kalangan siswa dan guru-gurunya. Nama lengkap beliau biasanya dituliskan sebagai SIPAWARTA, BA. Itu beliau, yang menjadi kepala SMPP 54 Banjarbaru sampai dengan SMA Negeri 2 Banjarbaru. Bila kemudian ada alumni SMADA Banjarbaru yang tak mengenal beliau, maka jelas kita berada di waktu yang berbeda.

Saat kali pertama menjadi siswa SMADA Banjarbaru, kesan pertama tentang beliau adalah ketegasan beliau, disertai dengan beragam kisah pendukung ketegasan itu. Kisah-kisah yang lazim terjadi pada saat itu. Bukan saat ini yang seperti ini. Kesan itu timbul memang akibat cerita dari para kakak kelas, yakni mereka yang ditakdirkan untuk lahir dan kemudian bersekolah lebih dulu di sana.

Kemudian yang kutahu dengan mata kepala sendiri, Pak Sipo entah memiliki kemampuan apa. Buktinya, begitu beliau berdiri di koridor sekolah, maka seluruh siswa yang ada di luar ruang kelas, serta berada dalam jarak pandang beliau, segera saja bergegas masuk ke ruang kelas. Suasana akan mendadak hening.

Pak Sipawarto a.k.a Pak Sipo
Bicara kisah pribadi dengan beliau, pernahlah aku sekali waktu pula ke rumah beliau, bersama seorang kawan. Untuk minta tanda tangan beliau pada proposal yang dibuat oleh OSIS. Ternyata, di rumah beliau sedang melaksanakan hobinya. Begitu kami berdua datang, jadilah saja dimarah oleh beliau. "Besok saja, di sekolah!", pungkas beliau. Ya... kami menurut. Tidak ada pilihan lain.

Selain itu, sepanjang menjadi siswa SMADA Banjarbaru, pernah dua kali dipanggil ke kantor Kepsek, buat menghadap beliau, Pak Sipo. Untungnya selalu saja kupunya jawaban untuk semua apa yang beliau konfirmasi. Masih bisa tenang. Itulah beliau, akunya justru mendapat kesan langsung bahwa jelas ada kebijaksaan pada beliau.

Satu keunikan Pak Sipo adalah, pada suatu saat, waktu itu di aula sekolah, dengan tegas beliau menyampaikan, "Nama saya Sipa! Bukan Sipo!". Itu jelas terdengar dan aku ingat persis. Mungkin takdir, beliau tetap dikenal dengan nama Pak Sipo, bukan Sipa. Dan nampaknya akan selalu begitu dalam sejarah. Hanya ada Pak Sipo.

Komentar

  1. kaya abah bahari waktu meajar, hinip kalas dapatnya sidin.. padahal bejalan baluman sampai pintu kelas..

    BalasHapus
  2. saya berterimakasih dan sangat terharu sekali sama teman2 yang masih teringat akan sosok bapak saya....love u all

    BalasHapus
  3. Maka berarti beliau memiliki kharisma tersendiri. Plus murid-murid jaman itu yang sikapnya jauh berbeda dengan murid-murid jaman sekarang.

    BalasHapus
  4. Kami yang seharusnya selalu berterima kasih kepada beliau. Bahkan ucapan dan rasa terima kasih takkan mungkin cukup membalas apa yang telah beliau (dan guru² lainnya) berikan pada kami.

    BalasHapus

Posting Komentar