Latar Belakang Meluncurnya Pemadam Kelaparan

Mulai hari ini, akan diterbitkanlah tulisan tentang makanan atau tempat makan. Utamanya tentu yang ada di Kota Banjarbaru. Tulisan itu tersimpan dalam sebuah kategori kuliner yang bernama Pemadam Kelaparan. Tentu ada sebabnya kenapa kemudian menuliskan tentang hal ini, bahkan yang juga turut mendasarinya adalah adanya regulasi-regulasi tertentu.

Sebegitunyakah?
Ya... memang. Pertama tentu karena memang sedang ingin kembali menulis sebagaimana biasanya dulu, dan untuk ini salut dengan Warm yang begitu konsisten dengan blognya. Keinginan tersebut kemudian kembali terdorong secara tidak langsung oleh Pak Budi Suryadi, seorang doktor di bidang sosiologi politik, yang kini sedang belajar ngeblog.

Persoalannya, sebenarnya sangat ingin menuliskan tentang kondisi kekinian yang terjadi, khususnya dalam konteks Kota Banjarbaru, atau melebar sedikit adalah Kalimantan Selatan. Isu yang sangat hangat saat ini tentu adalah tentang Pilkada dan segala pernak-perniknya.

Latar Belakang Meluncurnya Pemadam Kelaparan
Sialnya, begitu semangat menulis kambuh lagi, isu menariknya adalah soal Pilkada! Walaupun kalau dikatakan sial juga sebenarnya tidak tepat. Tapi memang sedang tidak pas saja dengan kondisi personal saat ini. Berhubung keadaan saat ini sampai beberapa tahun ke depan tidak memungkinkan untuk secara bebas menuangkan isi kepala atas beberapa isu, makanya kemudian dicarilah tema yang umum-umum saja.

Karena bagaimanapun saat ini sedang berusaha semampunya membantu Indonesia melalui jalur formal pada sebuah institusi. Sebab itulah, ada regulasi yang harus dipatuhi.

Kondisi ini persisnya adalah macam orang yang sedang gatal tapi tak boleh digaruk. Tapi setidaknya, ada hal yang juga sangat mendukung, yakni memang senang makan-makan bersama kawan-kawan. Di sebuah jejaring sosial, juga sudah lama ada sebuah album fotoku yang berjudul Pemadam Kelaparan, yang kemudian dijadikan sebuah kategori khusus di blog ini.

Akhirnya, selamat ngeces!

Komentar

  1. pertama2 .. entah turut prihatin atau terhibur dengan kondisi gatal itu, sungguh tak perlu dibahas, kasian..

    kedua2, pemadam kelaparan itu, kalau tak salah adalah nama kantin yg menjadi salah satu seting cerita di novel perahu kertas

    jadi demikian..

    BalasHapus
  2. Pertama, Ya! Jangan dibahas lagi soal itu. Haha...
    Kedua, kalau begitu ada kesamaan. Tak mengapa.
    Begitulah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!