Terbiasa Tak Biasa: Goreng Pepes Patin

Kali ini memang soal makanan, soal menu. Khususnya lauk. Kalaupun agak melebar sedikit, ya tidak jauh-jauh dari itu. Misalkan hanyalah sebatan tempat makannya. Menu kali ini memang secara default *hayyahhh* tidak pernah tersedia di seluruh tempat makan, mau warung, depot, rumah makan, atau apapun namanya.

Tapi justru selalu saja pesan yang satu ini. Sebenarnya, menu dasarnya sangat-sangat umum. Utamanya di sini, daerah Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Yakni pepes patin. Sudah pasti ini adalah ikan patin yang dipepes. Namun jika tampilannya macam gambar berikut ini, tentu menjadi pepes patin yang aneh:

Terbiasa dengan Pepes Patin yang Tak Biasa

Karena memanglah itu bukan pepes patin yang biasa. Karena setiap pesan, khususnya pada satu tempat makan langganan di Kota Banjarbaru, selalu saja minta diproses lebih lanjut. Mintanya adalah itu pepes patin yang biasa, kemudian digoreng, dengan sedikiiiiit kering. Karena ini soal selera, soal lidah.

Sukanya memang pepes patin macam itu. Rasanya enak. Bumbu pepesnya juga meresap dan terasa setelah pepes patin itu digoreng. Bahkan saking terbiasanya, hampir setiap kali datang ke tempat makan langganan itu, pesannya cukup dengan hanya satu kata: "Biasa!"
Mungkin persoalannya adalah, apakah semua tempat makan yang menyediakan pepes patin bersedia/mau menggorengnya lagi. Tapi untungya bagiku, Depot Madina di Banjarbaru itu, langganannku, memang bersedia melakukannya. Setidaknya untukku. :)
Walau pernah nyoba di satu tempat makan lainnya, di luar Banjarbaru, begitu minta pepes patinnya digoreng, mereka bingung. Bahkan sampai bertanya bagaimana membuatnya. Padahal sangat sederhana. Itu pepes patin yang sudah ada, tinggal digoreng lagi. Jadi.

Sejarah kenapa menemukan goreng pepes patin ini, sebenarnya berawal dari sesuatu yang biasa. Suatu hari saat di rumah dan ingin makan. Begitu buka kulkas ternyata menemukan pepes patin yang tersimpan. Karena dingin, itu pepes patin di diamkan dulu pada suhu ruang. Mendadak saja kemudian terpikir, bagaimana kira-kira jadinya kalau pepes patin itu digoreng lagi. Nah, jadilah kemudian jatuh suka dengan rasanya. Sampai sekarang.

Jika ingin merasakan menu yang sudah diketahui oleh sejumlah kawan-kawanku ini, dan mereka ikuti ini, ya silakan coba sendiri. Beli saja pepes patin, kemudian goreng. Tentu saja digoreng tanpa daun pembungkusnya. Jika dirasa tidak enak, maka sudah pasti, lidah kita beda selera. Itu saja.

Komentar