Ciri Utama Pejabat Sukses

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka pejabat diartikan sebagai pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting (unsur pimpinan). Sementara sukses diartikan sebagai berhasil ; beruntung. Maka berangkat dari pengertian kedua kata itulah tulisan ini dimulai. Yakni tulisan tentang ciri utama pejabat yang sukses.

Lantas, apa ciri utama pejabat sukses?

Pejabat dikatakan sukses dapat diketahui justru setelah ia tidak menjabat lagi. Apakah saat itu ia masih dihormati dan disayangi oleh orang banyak, ataukah justru dilupakan dan tak lagi diacuhkan.

Entahlah, apakah ada orang atau pihak lain yang mendefinisikan sebagaimana di atas. Tapi setidaknya, itulah yang kuyakini sejak dulu lagi tentang seorang pejabat. Tak jarang, keyakinanku tersebut kusampaikan kepada beberapa kawan, atau bahkan kepada beberapa mereka yang masuk kategori pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Suatu ketika, sembari duduk di ruangan salah seorang pejabat eselon II di Pemko Banjarbaru, kukatakan pada beliau...
Pak, Pian¹ sudah beberapa kali jadi Kepala SKPD², baik kantor, badan, maupun dinas. Pertanyaan pentingnya adalah, saat pian tinggalkan sebuah SKPD, apakah akan menjadi orang yang dirindukan, ataukah disyukuri ketiadaannya.
Memang, pemaknaan kesukseskan pejabat di atas adalah tidak mengacu pada parameter yang rumit, melainkan sangat sederhana. Lagi pula, konteks sebenarnya tidak hanya terbatas pada seorang pejabat. Melainkan lebih kepada pribadi-pribadi. Sebab itu jauh lebih penting.

Oh ya... tak lupa secara pribadi kusampaikan rasa terima kasih dan penghargaan pada seluruh kepala daerah, khususnya di Kalimantan Selatan, yang akan (telah) mengakhiri masa jabatannya pada Agustus dan September ini. Kelak kita akan mengetahui, sebagai apa dan bagaimana semua akan dikenang.

___
¹ Anda (Bahasa Banjar). Untuk orang yang lebih tua atau dihormati.
² Satuan Kerja Perangkat Daerah

*Sumber gambar

Komentar

  1. Itulah, tp kadang ya begitulah, ada yg tak sadar akan hal itu, padahal..

    BalasHapus
  2. makanya mungkin disadarkan, dengan disampaikan. kalau tidak, dengan mendoakan mungkin sudah cukup.

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!