Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Mas, Mudahan Hujan Ya....

Gambar
Pada saat tulisan ini dibuat, sore Sabtu di Banjarbaru, dengan suhu menunjukkan angka 35°C. Setidaknya itu menurut layanan Menurut AccuWeather. Mencoba cari tahu ke sana karena kini tak lagi punya termometer ruangan yang dulu pernah tertempel di dinding. Di luar rumah memang terasa begitu terik. Hanya saja mendadak teringat sebuah kejadian kecil di kampus dulu.


Di kampus dulu, tepatnya di fakultas kami, biasanya ada seorang bapak yang jualan bakso. Beliau jualan keliling, dengan sebuah pemikul dagangan. Rutin datang ke tempat kami, dan biasanya mangkal di depan ruangan sekretariat-sekretariat himpunan dan organisasi mahasiswa.

Setiap hari terasa begitu panas dan terik, beliau selalu saja mengucapkan doa dan harapan yang sama, dan bilang padaku -jika kebetulan bertemu-, katanya, "Mas, mudahan hujan ya". Itulah yang beliau bilang tak hanya sekali dua.

Sebuah doa yang mungkin sesuai saja dengan keinginan beliau. Sebab kalau hujan, bakso yang menjadi dagangan beliau diduga akan …

Poster yang Tak Lagi Sama

Gambar
Tau poster kan? Itu yang umumnya ditempel pada sesuatu. Bermacam-macam isinya, tergantung si penempel. Meski poster memiliki pengertian tersendiri dalam bahasa Indonesia. Pada jaman kami sekolah dulu, poster sangat lekat dengan para musisi rock. Jadi bukanlah hal yang aneh jika di kamar ditemukan poster-poster para rocker. Pemain musik, vokalis, maupun formasi lengkap sebuah group musik rock atau full band.

Di Kalimantan Selatan sini, mungkin poster yang paling banyak ditemukan sampai dengan saat ini adalah poster yang merupakan foto dari seorang tokoh alim besar, yakni poster (Alm.) Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, atau yang biasa disapa Guru Sekumpul.

Pada suatu siang, yang kebetulan lagi makan siang bersama Warm, terlihatlah sebuah poster yang baru kali ini kulihat, yakni poster macam berikut ini:


Ya... itu adalah poster dengan judul Mengenal Batu Cincin. Benar-benar sebuah poster yang upto date. Sesuai dengan musim yang lagi aneh ini.
Apa yang menarik bagi kami buka…

Pak Sipo: Nama Saya Sipa!

Gambar
Untuk diketahui, di Kota Banjarbaru itu ada seorang kepala sekolah SMA yang begitu legendaris, setidaknya di kalangan siswa dan guru-gurunya. Nama lengkap beliau biasanya dituliskan sebagai SIPAWARTA, BA. Itu beliau, yang menjadi kepala SMPP 54 Banjarbaru sampai dengan SMA Negeri 2 Banjarbaru. Bila kemudian ada alumni SMADA Banjarbaru yang tak mengenal beliau, maka jelas kita berada di waktu yang berbeda.

Saat kali pertama menjadi siswa SMADA Banjarbaru, kesan pertama tentang beliau adalah ketegasan beliau, disertai dengan beragam kisah pendukung ketegasan itu. Kisah-kisah yang lazim terjadi pada saat itu. Bukan saat ini yang seperti ini. Kesan itu timbul memang akibat cerita dari para kakak kelas, yakni mereka yang ditakdirkan untuk lahir dan kemudian bersekolah lebih dulu di sana.

Kemudian yang kutahu dengan mata kepala sendiri, Pak Sipo entah memiliki kemampuan apa. Buktinya, begitu beliau berdiri di koridor sekolah, maka seluruh siswa yang ada di luar ruang kelas, serta berada dal…

Kakak yang Selalu Muda

Gambar
Apakah dapat dibayangkan bila sekolah tak memiliki kantin? Mungkin saja akan muncul sejumlah persoalan. Minimal, jika tak ada kantin, saat jam istirahat para siswa akan keleleran ke luar sekolah buat jajan. Terus tak ada jaminan akan kembali ke ruang kelas saat waktu istirahat berkahir. Sekedar memperluas sayap pergaulan pada waktu yang kurang tepat.

Saat SMA dulu, di sekolah kami, SMA Negeri 2 Banjarbaru atau SMADA Banjarbaru, ada sebuah kantin. Terletak di pojok belakang sekolah. Kantin berdinding kayu, dengan meja dan kursi yang memanjang, juga berbahan kayu. Di atas meja sudah tersedia sejumlah jajanan. Juga ada menu yang secara khusus dibikin setelah dipesan.

Sebagaimana umumnya sebuah kantin, tentu saja tempat tersebut menjadi semacam pusat pergaulan. Jumlah uang saku boleh saja berbeda, tapi tujuan tetap sama: Kantin. Ngomong-ngomong, istilah kantin sendiri pertama kutahu ada saat duduk di bangku SMP. Waktu SD kenalnya cuma istilah warung.

Namun kantin saat kami duduk di bangku…

Rencana: Reuni SMADA Banjarbaru

Gambar
Sudah banyak yang bilang, katanya masa sekolah adalah masa yang paling indah. Namun yang pasti, masa sekolah adalah masa di mana terdapat banyak sekali kesempatan, baik untuk belajar, untuk berteman, juga untuk bolos dan lain lagi. Maka syukurilah, bagaimanapun masa-masa itu telah masing-masing lalui.

SMA Negeri 2 Banjarbaru, yang lebih dikenal dengan sebutan SMADA Banjarbaru, yang dalam sejarahnya adalah berawal dari SMPP 54 Banjarbaru, telah memiliki banyak sekali alumni. Menjadi salah seorang diantaranya, tentu memiliki kenangan tersendiri terhadap SMADA Banjarbaru. Dan itu, percayalah... kenangan yang indah.

Saat ini, sejumlah alumnus tengah mempersiapkan pelaksanaan Reuni SMADA Banjarbaru. Reuni, pertemuan kembali setelah sekian lama tak bertemu.
Ahad, 18 Oktober 2015, telah dijadwalkan menjadi waktu pelaksanaan Reuni Akbar SMADA Banjarbaru tersebut. Reuni yang direncanakan untuk seluruh angkatan. Dari angkatan pertama hingga terakhir. Perkembangan informasi tentang Reuni SMADA B…

Ciri Utama Pejabat Sukses

Gambar
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka pejabat diartikan sebagai pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting (unsur pimpinan). Sementara sukses diartikan sebagai berhasil ; beruntung. Maka berangkat dari pengertian kedua kata itulah tulisan ini dimulai. Yakni tulisan tentang ciri utama pejabat yang sukses.

Lantas, apa ciri utama pejabat sukses?

Pejabat dikatakan sukses dapat diketahui justru setelah ia tidak menjabat lagi. Apakah saat itu ia masih dihormati dan disayangi oleh orang banyak, ataukah justru dilupakan dan tak lagi diacuhkan.

Entahlah, apakah ada orang atau pihak lain yang mendefinisikan sebagaimana di atas. Tapi setidaknya, itulah yang kuyakini sejak dulu lagi tentang seorang pejabat. Tak jarang, keyakinanku tersebut kusampaikan kepada beberapa kawan, atau bahkan kepada beberapa mereka yang masuk kategori pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Suatu ketika, sembari duduk di ruangan salah seorang pejabat eselon II di Pemko Banjarbaru, …

Ketika Kabut Asap Mulai Menyapa

Gambar
Hampir pukul satu dini hari, di Kota Banjarbaru malam ini. Itulah waktu yang ditunjukkan jam saat tiba di rumah. Setelah sebelumnya ke beberapa tempat, kemudian menyusuri sebagian ruas jalan di Banjarbaru. Purnama kemarin mungkin masih bersisa. Keindahan yang berulang.

Itu, lampu-lampu jalan juga menyala. Sesuatu yang jujur saja sampai sekarang tak kutahu persis, apakah pakai saklar ataukah menggunakan timer. Namun jika nyala-padamnya begitu tertib dan tepat waktu, maka curigalah itu menggunakan pengatur waktu otomatis.


Namun nyata adanya, ada yang tak bisa diabaikan. Aroma asap begitu terasa. Ya... benar. Ini memang sudah musim kemarau. Selalu saja begitu. Entah sudah untuk tahun keberapa kali ini. Saat kemarau menjelang, kabut asap rajin bertandang.
Sejak dulu lagi, sudah kuyakini jika Banjarbaru ini ketiban sial belaka. Dapat kiriman asap entah dari mana. Rasanya Banjarbaru tak memiliki luasan lahan yang cukup untuk dapat memproduksi asap sebegitu rupa. Kini, ketika kabut asap mula…

65 Tahun Provinsi Kalimantan Selatan

Gambar
14 Agustus 2015 mendatang, Provinsi Kalimantan Selatan genap berusia 65 tahun. Selamat untuk itu. Jika dibandingkan dengan manusia, khususnya Warga Negara Indonesia, tentu pada usia ini sudah pegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masa berlakunya seumur hidup. Tapi ini tentang daerah. Belum ada patokan secara tegas dan jelas sebuah daerah itu dikategorikan masih muda atau sudah tua.

Tapi itu hanya soal usia. Itu sebatas soal wilayah administrasi. Karena wilayah takkan bermakna bila tak ada yang mengisinya. Maka jelaslah, penduduk atau masyarakat Kalimantan Sendirilah yang harus memutuskan, akan membuat daerah ini menjadi seperti apa. Orang-orangnyalah yang harusnya mampu memberikan makna.

Mungkin klise, tapi nyata adanya, bahwa memang masih banyak yang harus dilakukan. Data-data statistik memang bisa bicara tentang banyak hal, menegaskan sebuah pencapaian, namun lebih dalam dari itu, adalah bagaimana masyarakat merasakan.
65 tahun Kalimantan Selatan. Bagi yang tinggal di sini, apa yan…

Latar Belakang Meluncurnya Pemadam Kelaparan

Gambar
Mulai hari ini, akan diterbitkanlah tulisan tentang makanan atau tempat makan. Utamanya tentu yang ada di Kota Banjarbaru. Tulisan itu tersimpan dalam sebuah kategori kuliner yang bernama Pemadam Kelaparan. Tentu ada sebabnya kenapa kemudian menuliskan tentang hal ini, bahkan yang juga turut mendasarinya adalah adanya regulasi-regulasi tertentu.

Sebegitunyakah?
Ya... memang. Pertama tentu karena memang sedang ingin kembali menulis sebagaimana biasanya dulu, dan untuk ini salut dengan Warm yang begitu konsisten dengan blognya. Keinginan tersebut kemudian kembali terdorong secara tidak langsung oleh Pak Budi Suryadi, seorang doktor di bidang sosiologi politik, yang kini sedang belajar ngeblog.

Persoalannya, sebenarnya sangat ingin menuliskan tentang kondisi kekinian yang terjadi, khususnya dalam konteks Kota Banjarbaru, atau melebar sedikit adalah Kalimantan Selatan. Isu yang sangat hangat saat ini tentu adalah tentang Pilkada dan segala pernak-perniknya.

Sialnya, begitu semangat menuli…

Terbiasa Tak Biasa: Goreng Pepes Patin

Gambar
Kali ini memang soal makanan, soal menu. Khususnya lauk. Kalaupun agak melebar sedikit, ya tidak jauh-jauh dari itu. Misalkan hanyalah sebatan tempat makannya. Menu kali ini memang secara default *hayyahhh* tidak pernah tersedia di seluruh tempat makan, mau warung, depot, rumah makan, atau apapun namanya.

Tapi justru selalu saja pesan yang satu ini. Sebenarnya, menu dasarnya sangat-sangat umum. Utamanya di sini, daerah Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Yakni pepes patin. Sudah pasti ini adalah ikan patin yang dipepes. Namun jika tampilannya macam gambar berikut ini, tentu menjadi pepes patin yang aneh:


Karena memanglah itu bukan pepes patin yang biasa. Karena setiap pesan, khususnya pada satu tempat makan langganan di Kota Banjarbaru, selalu saja minta diproses lebih lanjut. Mintanya adalah itu pepes patin yang biasa, kemudian digoreng, dengan sedikiiiiit kering. Karena ini soal selera, soal lidah.

Sukanya memang pepes patin macam itu. Rasanya enak. Bumbu pepesnya juga meresap dan te…

Cara Menggosok Akik yang Baik dan Benar

Gambar
Pertama-tama tentu harus ditegaskan, bahwa isi tulisan ini bukanlah sebagaimana bila judul dimaknai secara apa adanya. Ini harus ditegaskan dulu, sehingga bila ada yang nyasar ke sini sebab ingin mempelajari bagaimana cara menggosok batu akik yang baik dan benar, kemudian tidak menemukannya, tidak akan marah-marah sebab terlanjur baca sampai habis. Tapi setidaknya, ini memang soal gosok-menggosok batu.

Inilah dia, adikku, lelaki yang dia sehari-hari adalah seorang guru di Kabupaten Balangan, yang jaraknya berjam-jam dari Kota Banjarbaru jika ditempuh lewat jalur darat. Dia yang kalau balik ke Banjarbaru pada akhir pekan, selalu menekuni hobi barunya: Menggosok batu!

Memang sekarang benar-benar lagi musimnya ini soal batu. Entah untuk berapa lama. Mungkin tak lama lagi akan berakhir, mungkin pula masih cukup waktu dan lebih dari pada tempo waktu musim ikan atau bunga.
Hanya saja, setelah sekian lama, berpekan-pekan bahkan bulan menyaksikan adikku menggosok batu di samping rumah, serta …

Gatal yang Tidak Boleh Digaruk

Gambar
Pernah merasakan gatal? Setidaknya sampai saat ini belum pernah kutemukan satu orang manusiapun yang mengakui dirinya belum pernah sama sekali merasakan gatal. Karena merasa gatal, sangat manusiawi. Sementara, penyebab gatal itu sendiri bisa beragam rupa. Baik binatang, ataupun lainnya.

Solusi untuk mengatasi dan menuntaskan gatal juga tersedia dalam beragam pilihan. Dari yang paling sederhana seperti digaruk, atau bahkan sampai dengan menggunakan obat-obatan khusus. Tergantung jenis dan penyebab gatalnya. Soal ini, mungkin ahli kesehatan yang lebih berkompeten untuk bicara.

Kemudian, mari kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Carilah kata gatal di sana, maka mungkin akan mendapatkan salah satu makna kata gatal adalah sebagai berikut:
ingin sekali hendak berbuat sesuatu (memukul dsb):
contoh: tangannya -- , hendak meninju kawannya; Nah, dalam konteks pemaknaan sebagaimana di atas itulah, soal gatal di sini yang akan disampaikan. Tentang ingin sekali berbuat sesuatu, tapi t…