Petasan: Masa Dulu, Masa Kini, dan Masa Gitu

Petasan atau petas atau mercon, rasa-rasanya sudah banyak faham betul apa itu barang yang satu ini. Atau malah bisa jadi sebagian besar dari kelompok yang tahu itu, juga merangkap sebagai pemain. Okelah, tak mengapa. Sementara. Tapi yang pasti, jangan harap di sini akan menemukan merk atau jenis petasan yang paling mantap. Masa itu sudah lewat. Masa-masa cemerlangnya petasan cap kodok dulu.

Tulisan ini berawal dari sebuah posting gambar oleh akun facebook Banjarbaru Dalam Lensa (BDL).  Mungkin sebagian besar sudah bisa menebak apa yang terjadi. Walau foto tersebut sengaja di-blur karena tidak enak, siapa tahu ada yang lihat ini sembari menikmati saos tomat.

Ya... itu adalah tangannya pemain petasan di Kota Banjarbaru, yang robek dan harus dirawat serius karena ledakan petasan.

Masa-masaku bermain petasan memang sudah lewat, sebagaimana bermain petasan kala Ramadhan kecil dulu. Petasan masa dulu itu tak macam petasan masa kini. Urusannya cuma bunyi. Paling paten yang pernah kutemui adalah jari yang bengkak karena ledakan petasan. Termasuk jempol dan telunjukku sendiri pernah mengalaminya. Kalau mau petasan besar dan dahsyat, ya harus bikin sendiri. Harus berkreasi.
Petasan masa kini?
Duh... jangankan beli, melihatnya saja tak pernah lagi. Terlebih lagi saat ini sudah tak hanya ada petasan saat ramadhan. Sebab ada beragam kembang api juga. Sekaligus mungkin kembang api merangkap petasan.
Anak-anak muda yang sekarang main petasannya juga berbeda. Jauh lebih kurang ajar dari pada waktu kami kecil dulu. Kalau yang sudah baca soal petasan di tulisan tentang Ramadhan Kecil Dulu, mungkin sedikit dapat gambaran bahwa kami juga iseng dan mungkin nakal kalau main petasan. Tapi kami melakukannya sungguh dengan sangat selektif. Serta dapat dipastikan, tak menjurus ke fisik.

Sekarang, bahkan kerap kutemui itu anak-anak muda bakar petasan untuk kemudian di lempar ke jalan, jelas sengaja ditujukan bagi orang-orang yang lagi lewat. Belum lagi soal waktu main, dan lain-lainnya yang hedeeeeh... Hebat? Oh.. sama sekali tidak!

Karenanya, dengan didasari oleh banyak pertimbangan yang diawali oleh sebuah pertanyaan, main petasannya masa gitu sih... akhirnya tahun ini berada pada sebuah kesimpulan pribadi yang pasti dan meyakinkan, yakni berharap agar petasan dalam bentuk apapun harus dilarang di Kota Banjarbaru. Titik. Ya kalau cuma kembang api yang tanpa ada petasannya, masih silakan saja.

Komentar

  1. nah laduman cap kodok, kada suah menamui lagi legend yg satu nitu

    BalasHapus
  2. sayangnyaaa... padahal itu top request di pasar pada jamannya. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru