Pemakaman, Ziarah, dan Egoisme

Entah kenapa kemarin, tepatnya pada 1 Syawwal 1436 H, berkeinginan untuk menuliskan sesuatu lagi di blog ini (yg walau cukup lama tak update tapi tetap bayar langganan),  itu setelah ke sana, ziarah ke tempat pemakaman umum di sini, Kota Banjarbaru. Karena bertepatan dengan hari kemarin, ya memang kesana, untuk berziarah. Ramai orang yang juga ke sana. Sebagaimana biasa selalu begitu setiap tahun.

Pemakaman, Ziarah, dan Egoisme
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guntung Lua, Banjarbaru
Sebenarnya ini bukan soal baru, tapi selalu berulang, hanya saja kali ini sudah tak tahan untuk tidak menuliskannya. Mungkin karena kesal atau bagaimana juga kurang tahu. Tapi setidaknya, kalaupun memang kesal dan emosi, ya sudah tidak lagi membatalkan puasa. Aman.

Pangkal masalahnya?
Itu orang-orang yang ziarah begitu banyak, rerata datang dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik motor maupun mobil.

Nah, tentu sudah bisa dimaklumi, kalau TPU itu biasanya memang tak menyediakan lahan parkir yang luas. Ini wajar. Apalagi semua juga tahu kalau TPU bukan mall!

Jatuh jengkelnya itu adalah kalau ada yang bawa mobil, terus memaksakan diri bawa mobilnya ke jalan akses di dalam TPU yang terbatas dan sudah padat itu!

Aku sendiri ya selalu memilih pakai motor saja kalau ziarah ke sana. Kasihan jalanan yang sudah padat itu. Selain untuk menghindari jangan sampai terjebak, juga jangan sampai bikin susah orang lain.

Lantas membayangkan jika saja egoismenya termanifestasi dalam bentuk lain, bagaimana kejadiannya kalau mendadak orang-orang itu berebut dimakamkan di sana? Berebut dan mendesak-desakkan diri kepada Tuhan untuk segera dipanggil pulang. Mau?

Komentar

  1. makin ganal kendaraan, makin beganal jua ego pengendaranya jar..
    jar auk.. :D

    BalasHapus
  2. mungkin itu masuk akal. mungkin.
    :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!