Hati-Hati Kalau Menawari Makan

Pada suatu kesempatan, salah seorang rekan staf sekretariat salah satu kantor sedang serius bersiap menyantap hidangan yang baru saja diantarkan untuknya. Hidangan mie instant tersebut entah komplit pakai telur atau tidak, kurang memperhatikan. Tapi tahu sendirilah, macam mana aromanya.

Rekan itu, bersuara, "Makan, Pak." Itu kalau di sini adalah namanya menawarkan. Sebentuk sopan santun. Mungkin di daerah lain juga lebih kurangnya sama. Seringkali jawabku adalah pendek saja, "Ayo! Mana?".

Aku sendiri memang agak sedikit beda, dalam situasi yang sama, kadang akunya cuma bilang, "Aku makan". Jelas sekali bentuknya adalah sekedar pemberitahuan. Kondisi ini biasanya kerap dilakukan dengan memperhatikan korelasinya dengan sedang bawa uang berapa.

Cuma memang hari ini teringat kejadian-kejadian waktu SMA dulu. Dalam situasi yang lebih kurangnya sama.

Waktu itu seorang kawan sedang akan makan di kantin sekolah, dan berkata, "Makanaaaan...", kepada kawan lainnya. Seorang kawan lainnya dengan sigap menyahut pendek, "Aku satu sendok aja. Nyicip". Entah karena memang baik, atau dihitung-hitung hanya satu sendok, si empunya makanan mempersilakan.

Itu sendok diambil, dan benar-benar menyuap hanya satu sendok. Tapi yang jadi perkara adalah, lauknya yang berupa potongan hati itu, utuh berada dalam satu sendok, tuntas dalam sekali suap, berpindah dari piring pemilik makanan keperutnya itu yang katanya cuma nyicip. Jadilah si pemilik makanan cuma bisa bengong. Entah menyesal entah apa yang dirasa.
Maka dari itu, kadang-kadang harus waspada juga kalau menawari seorang kawan makan. Lihat-lihat dulu tipe kawan itu. Jangan sampai memendam penyesalan.
:D
Tapi, kalau yang namanya memang orang baik, ya tetap saja tawarilah kawan-kawan. Kan baik. Tentu tidak akan menyesal apapun yang akan terjadi nantinya.

*Sumber gambar

Komentar

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru