Akibat Naik Lift di RSUD Ulin Banjarmasin

Tadi malam itu judulnya adalah, bersama rekan-rekan sejawat melakukan monitoring pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seluruh pasangan bakal calon (Pasbalon) walikota dan wakil walikota Banjarbaru, yang dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin. Lumayan, ±60 menit perjalanan darat dari Banjarbaru, dan akan sangat ajaib kalau ada yang coba menempuh lewat laut.

Karena seluruh Pasbalon ditempatkan di lantai 4, mau tidak mau ya harus naik, kalau dari bawah. Naik turunnya ya pakai lift. Biar mudah dan tidak capai. Tentu begitu. Hanya saja, persoalannya tidak terletak pada 2 (dua) buah lift lainnya yang tidak beroperasi, justru ada pada satu-satunya lift yang bisa dipakai itu. Ada apa dengan lift-nya?

Itulah dia, katakanlah jalannya njut-njutan. Satu ketika dia akan terhenti sendiri, mendadak pula. Bukan pada lantai yang seharusnya, atau karena ada yang mencet mau ikut naik. Kejadiannya tidak sekali. Sontak saja hal ini akan membuat yang kaget akan kaget dan mulai berpikir waspada.


Aku sendiri? Owh... tenang, soal ini tenang. Cuma memang pada waktu sedang berkumpul dengan seluruh rekan dan para pasangan bakal calon, kusampaikanlah bahwa di situ memang ada satu lift yang sedapat mungkin kuhindari menggunakannya. Lebih memilih lift lain jika bisa. Alasannya memang tidak kusampaikan, hanya penegasan tentang hal tersebut.
Kenapa begitu? Mungkin ilustrasi berikut sedikit berikan gambaran alasannya... ;)

Saat akan pulang, kebetulan turunnya berbarengan dengan 2 orang perawat yang notabene sehari-hari sudah tugasnya di sana, dan tahu situasi. Rekan itu bertanya, apakah lift tersebut rusak dan menceritakan peristiwa yang dialami sewaktu naik sebelumnya.

Apa jawaban perawat itu? Mereka tidak menjawab!

Namun jelas seorang diantaranya hanya senyum, dan seorang lagi menutup mulutnya pakai tangan, menahan tawa. Kulihat mereka, dan akunya ikut senyum. Lalu kubilang, "Aku akan ikut turun, kalau mbak-mbak ini juga turun pakai lift yang sama."

Lantas memangnya ada apa? Sudahlah, jangan dibahas berpanjang-panjang. Mudahan reaksi para perawat itu dapat memberikan sedikit gambaran. Aku sendiri sudah berkali-kali dengar kisah tetang hal menyangkut lift itu. Termasuk dari famili sendiri yang pernah praktek di sana.

Komentar

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru