Pos

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Hati-Hati Kalau Menawari Makan

Gambar
Pada suatu kesempatan, salah seorang rekan staf sekretariat salah satu kantor sedang serius bersiap menyantap hidangan yang baru saja diantarkan untuknya. Hidangan mie instant tersebut entah komplit pakai telur atau tidak, kurang memperhatikan. Tapi tahu sendirilah, macam mana aromanya.
Rekan itu, bersuara, "Makan, Pak." Itu kalau di sini adalah namanya menawarkan. Sebentuk sopan santun. Mungkin di daerah lain juga lebih kurangnya sama. Seringkali jawabku adalah pendek saja, "Ayo! Mana?".

Aku sendiri memang agak sedikit beda, dalam situasi yang sama, kadang akunya cuma bilang, "Aku makan". Jelas sekali bentuknya adalah sekedar pemberitahuan. Kondisi ini biasanya kerap dilakukan dengan memperhatikan korelasinya dengan sedang bawa uang berapa.

Cuma memang hari ini teringat kejadian-kejadian waktu SMA dulu. Dalam situasi yang lebih kurangnya sama.

Waktu itu seorang kawan sedang akan makan di kantin sekolah, dan berkata, "Makanaaaan...", kepada kaw…

Tiga Bakal Calon Walikota Banjarbaru

Gambar
Pada 26-28 Juli 2015 beberapa hari lalu, KPU Kota Banjarbaru membuka pendaftaran pasangan yang berniat menjadi peserta Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2015, yang hari coblosannya telah ditentukan pada 9 Desember 2015. Sampai pendaftaran ditutup, terdapat tiga pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru.



Ketiga pasangan bakal calon tersebut, secara berurutan berdasarkan waktu melakukan pendaftaran adalah sebagai berikut:
Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan
Melalui jalur perseorangan.Joko Triono dan Soegeng Soesanto
Didukung oleh gabungan parpol yang terdiri dari PDIP, PAN, dan PKB.Ruzaidin Noor dan Fitri Zamzam
Didukung oleh gabungan parpol yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat. Sebelum ditetapkan oleh KPU Kota Banjarbaru, ketiga pasangan tersebut status hukumnya masihlah Bakal Calon, jika sudah ditetapkan, maka akan menjadi Pasangan Calon.

Silakan, bagi masyarakat Kota Banjarbaru untuk kemudian cari-cari tahu dan informa…

Akibat Naik Lift di RSUD Ulin Banjarmasin

Gambar
Tadi malam itu judulnya adalah, bersama rekan-rekan sejawat melakukan monitoring pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seluruh pasangan bakal calon (Pasbalon) walikota dan wakil walikota Banjarbaru, yang dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin. Lumayan, ±60 menit perjalanan darat dari Banjarbaru, dan akan sangat ajaib kalau ada yang coba menempuh lewat laut.

Karena seluruh Pasbalon ditempatkan di lantai 4, mau tidak mau ya harus naik, kalau dari bawah. Naik turunnya ya pakai lift. Biar mudah dan tidak capai. Tentu begitu. Hanya saja, persoalannya tidak terletak pada 2 (dua) buah lift lainnya yang tidak beroperasi, justru ada pada satu-satunya lift yang bisa dipakai itu. Ada apa dengan lift-nya?

Itulah dia, katakanlah jalannya njut-njutan. Satu ketika dia akan terhenti sendiri, mendadak pula. Bukan pada lantai yang seharusnya, atau karena ada yang mencet mau ikut naik. Kejadiannya tidak sekali. Sontak saja hal ini akan membuat yang kaget akan kaget dan mulai berpikir waspada.


Aku sendiri? O…

RRI, Beranda Malam, dan Sendy

Gambar
Sendy, hujanpun terhenti suryapun tersenyum dengar suaramu. Oh Sendy, rembulanpun kalah pelangipun redup lihat senyummu... Bagaimana? Sudah memperoleh gambaran tentang siapa itu Sendy? Mungkin jika dilihat dari apa yang tersampaikan di depan itu, jelas Sendy adalah sosok wanita yang begitu mempesona begitu rupa.

Setidaknya, itulah gambaran yang disampaikan oleh lirik yang ditulis oleh Rinto Harahap dan kemudian dinyanyikan oleh Oscar Harris. Seorang penyanyi kelahiran Suriname, namun pernah beberapa kali dengan fasihnya membawakan lagu berbahasa Indonesia. Termasuk lagu berjudul Sendy, yang sebagian lirik pembukanya juga menjadi pembuka tulisan ini.


Tulisan ini sendiri dibuat karena sebelumnya membaca cerita Amed, tentang lima lagu yang dikenalnya dari RRI. Karena Sendy, adalah lagu yang kukenal dari corong RRI. Persisnya, karena ada salah seorang pendengar RRI, dengan nama udara Fajar Gumilang, yang selalu meminta putarkan itu lagu pada operator.

Aku sendiri dengan beberapa pendengar…

Cara Jitu "Ngetes" Nilai Batu Akik

Gambar
Akhir-akhir ini memang lagi benar-benar jamannya batu akik, tren-nya luar biasa. Hampir di merata tempat di sini banyak dijumpai orang yang jualan batu akik. Baik yang masih bongkahan atau sudah digosok. Tidak jarang ditemui adanya perubahan usaha, dari pencuian sepeda motor, jualan pulsa, atau lainnya, berubah jadi tempat penggosokan batu ataupun jualan batu. Musimnya batu. Selain mulai musim kemarau.

Obrolan sehari-hari? Ya... juga kerap kali terdengar obrolah seputar batu akik. Soal jenis dan nama batu, soal motif, soal khasiat, dan tentu saja termasuk soal harga-harga batu. Pendek kata, begitu banyak orang yang menjadi begitu faham soal batu. Tapi tetap saja aku tidak termasuk salah seorang diantaranya. Masih tak faham dan tak mengikuti soal ini.

Bagi penghobi, baik yang karena memang hobi atau karena sekedar ikutan tren, masing-masing tentu memiliki dasar atau alasan kenapa menyukai jenis batu tertentu. Boleh jadi karena warna, motif, atau sebab lainnya. Karenanya nilai batu menja…

Hal-Hal Menyebalkan di Jalan Raya

Gambar
Ini sudah lama tersimpan dan hanya selalu tersampaikan kepada kawan² secara lisan, bahwa ada kebiasaan sebagian pengguna jalan yang begitu menyebalkan. Setidaknya bagiku dan tentu ini adalah jalan umum, semisal jalan raya. Namanya juga sudah jalan umum, maka penggunanya sudah jelas adalah orang banyak. Berbagai kalangan, berbagai jenis kendaraan dan berbagai sikap juga sifat.

Jalan umum/raya yang dimaksudkan pada tulisan ini adalah juga jalanan yang sering kulalui, utamanya ruas jalan antara Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin. Karena pada dua wilayah inilah saya yang paling sering beredar.

Jika kemudian ada kesamaan nasib dengan kondisi jalan & penggunanya di daerah lain, maka yakinlah, -seperti biasanya- itu tentu adalah ketidaksengajaan belaka.

Dan... inilah beberapa di antaranya yang dimaksudkan:

Klason di Lampu Lalu Lintas
Lampu hijau yang baru menyala, kerap kali langsung disusul oleh suara klakson dari arah belakang. Mungkin yang berperilaku begitu merasa lampu lalu lintas…

Petasan: Masa Dulu, Masa Kini, dan Masa Gitu

Gambar
Petasan atau petas atau mercon, rasa-rasanya sudah banyak faham betul apa itu barang yang satu ini. Atau malah bisa jadi sebagian besar dari kelompok yang tahu itu, juga merangkap sebagai pemain. Okelah, tak mengapa. Sementara. Tapi yang pasti, jangan harap di sini akan menemukan merk atau jenis petasan yang paling mantap. Masa itu sudah lewat. Masa-masa cemerlangnya petasan cap kodok dulu.

Tulisan ini berawal dari sebuah posting gambar oleh akun facebook Banjarbaru Dalam Lensa (BDL).  Mungkin sebagian besar sudah bisa menebak apa yang terjadi. Walau foto tersebut sengaja di-blur karena tidak enak, siapa tahu ada yang lihat ini sembari menikmati saos tomat.

Ya... itu adalah tangannya pemain petasan di Kota Banjarbaru, yang robek dan harus dirawat serius karena ledakan petasan.

Masa-masaku bermain petasan memang sudah lewat, sebagaimana bermain petasan kala Ramadhan kecil dulu. Petasan masa dulu itu tak macam petasan masa kini. Urusannya cuma bunyi. Paling paten yang pernah kutemui ad…

Preman Pensiun dalam Pilkada 2015

Gambar
Sebagai orang yang amat sangat jarang nonton sinetron pada tv nasional, sebenarnya dapat dikatakan cukup telat juga mengetahui adanya sebuah sinetron berjudul Preman Pensiun. Itupun tahunya setelah beberapa kawan menceritakan, lalu kemudian penasaran. Hingga kemudian coba menontonnya, dan ternyata suka. Bukan hanya soal romantisme pribadi dengan Bandung, tapi soal cerita dan isinya.

Memang dikisahkan, bahwa Kang Bahar (Didi Petet) dan Kang Muslihat (Epy Kusnandar) beserta seluruh pendukungnya itu, menjalankan bisnis yang bagus tapi bukan bisnis yang baik. Namun nyatanya bagiku, banyak pesan-pesan bagus disampaikan dalam perjalanan kisahnya.

Tapi, tentu saja kali ini tidak akan bercerita atau mengulas tentang kisah Preman Pensiun ini. Sebagaimana judul tulisan Preman Pensiun dalam Pilkada 2015, maka sudah barang tentu akan ada kaitannya dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 yang akan diselenggarakan secara serentak oleh ratusan daerah di Indonesia.
Apa pula hubunga…

Pemakaman, Ziarah, dan Egoisme

Gambar
Entah kenapa kemarin, tepatnya pada 1 Syawwal 1436 H, berkeinginan untuk menuliskan sesuatu lagi di blog ini (yg walau cukup lama tak update tapi tetap bayar langganan),  itu setelah ke sana, ziarah ke tempat pemakaman umum di sini, Kota Banjarbaru. Karena bertepatan dengan hari kemarin, ya memang kesana, untuk berziarah. Ramai orang yang juga ke sana. Sebagaimana biasa selalu begitu setiap tahun.

Sebenarnya ini bukan soal baru, tapi selalu berulang, hanya saja kali ini sudah tak tahan untuk tidak menuliskannya. Mungkin karena kesal atau bagaimana juga kurang tahu. Tapi setidaknya, kalaupun memang kesal dan emosi, ya sudah tidak lagi membatalkan puasa. Aman.

Pangkal masalahnya?
Itu orang-orang yang ziarah begitu banyak, rerata datang dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik motor maupun mobil.

Nah, tentu sudah bisa dimaklumi, kalau TPU itu biasanya memang tak menyediakan lahan parkir yang luas. Ini wajar. Apalagi semua juga tahu kalau TPU bukan mall!

Jatuh jengkelnya itu adalah kal…