Festival Tanglong Banjarbaru 2014: Berhenti atau Berganti

Tak lama lagi Bulan Suci Ramadhan menjelang. Terlepas dari bersamaan atau tidak kala mengawali dan mengakhiri, itu soal yang tidak akan dibahas di sini. Melainkan "hanya" tentang Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur yang sekian tahun ini dilaksanakan secara rutin di Kota Banjarbaru oleh Pemko Banjarbaru. Tentu juga dengan dukungan sejumlah pihak ketiga.

Lantas, seiring kian dekatnya Ramadhan 2014 kali ini, apa kabar Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2014 di Kota Banjarbaru?

Sedikit mengorek arsip, tepatnya pada tanggal 26 September 2012, di situlah ada tertulis pada laman-laman di sini tentang hal yang sama, tentang Festival Tanglong. Kalau mau tahu apa itu, ya tinggal klik saja tulisan yang warnanya beda itu tadi.

Karenanya tentu, di sini tidak ada lagi alasan atau argumen yang akan disampaikan tentang hal terkait. Sudah ada pada tulisan hampir 2 tahun lalu itu. Walau mungkin sedikit. Mungkin kali ini hanya sedikit bercerita tentang beberapa hal pada semester kedua 2013 hingga awal 2014 lalu.

Festival Tanglong & Bagarakan Sahur di Kota Banjarbaru
Melakukanlah aku komunikasi dengan sejumlah pihak, baik di lingkungan Pemko Banjarbaru, DPRD Kota Banjarbaru dan sejumlah tokoh agama dan pegiat ormas (dalam hal ini Islam) di Kota Banjarbaru. Komunikasi yang dilakukan sekedar untuk berbincang-bincang tentang festival tanglong. Mungkin dengan sedikit kusampaikan isi kepala ini, sebagaimana telah tertulis tahun sebelumnya.
Pendek kata singkat cerita, itu ternyata banyak sekali kegundahan yang sama. Semangat yang sama untuk menghentikan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur di Banjarbaru.
Tanpa publisitas, MUI Kota Banjarbaru menyampaikan pandangannya kepada Pemko Banjarbaru. Tanpa resah, sejumlah pihak di lingkungan Pemko Banjarbaru juga inginkan hal yang sama. Tanpa ragu, sejumlah legislator di DPRD Kota Banjarbaru juga begitu. Tanpa dihitung, demikian pula halnya dengan banyak masyarakat. Sama. Hentikan saja Festival Tanglong.

Sampai dengan saat ini, saat kutuliskan ini dalam keadaan mengantuk sangat. Karena tentu kalian tahu. Bahwa tidur adalah hak tubuh yang tak bisa dikendalikan. Tahun 2014 ini. Bagaimana kiranya nasib Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur yang konon sudah menjadi agenda wisata tersebut?

Ada tersiar kabar, sekali lagi kabar, bahwa Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2014 di Kota Banjarbaru akan dihentikan alias tidak lagi dilaksanakan. Kabar ini kudengar dengan menggunakan kupingku sendiri, secara personal dari lingkungan Pemko Banjarbaru, dan juga kemudian kudengar juga pada lain kesempatan.
Sekali lagi (biar tulisannya agak panjang dan terkesan sedikit dramatis) bahwa pada 2014 Pemko Banjarbaru tidak lagi mengadakan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur!
Pertanyaannya kemudian adalah, apa aku senang dan lantas berjingkrak girang atas kabar ini? Tentu tidak. Bukankah kabar itu senada dengan yang secara pribadi kuinginkan? Memang iya begitu. Jika memang benar positif dihentikan. Oke... tentu saja senang bukan buatan. Gembira ria.

Namun sebagaimana judul tulisan, berhenti atau berganti? Ini yang aku masih ingin tahu lebih jelas. Pada komunikasi dengan sejumlah pihak, ada keinginan untuk merubah festival tersebut menjadi bentuk lain yang lebih memasyarakat.

Bentuk lain itu adalah masing-masing lingkungan pemukiman menyemarakkan ramadhan. Tidak lagi tanglong keliling yang biasanya berjubel dan penuh massa dari mana-mana itu. Secara prinsip, aku sependapat dan senang saja dengan pemikiran tersebut.

Lantas, bagaimana dengan halnya yang dulu kulontarkan ide Festival Sya'ban? Owh... itu ada salurannya sendiri terlebih dahulu. Nanti saja ceritanya. Aku saja sabar untuk tidak menceritakannya kepada khalayak ramai, masa iya sih yang cuma baca tidak sabaran? Keterlaluan itu namanya. Tidak punya empati pada si empunya lontaran.

Kesimpulan akhir:
Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor,  juga sudah menyampaikan kepada publik bahwa Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2014 akan ditiadakan alias dihentikan. Soal pernyataan dari Walikota ini memang tak kudengar langsung (update: sudah mendengar langsung dari beliau pada Kamis 19/6/2014) tapi asli jelas dan dapat diverfikasi! Tapi 'kan juga ada di media.

Komentar

  1. wah.... makin keren aja nie bang tulisan..
    bisa buat media online nie bang..
    gimana kabar nya bang...

    BalasHapus
  2. Terima kasih dan kabar baik.
    Bukankah ini sudah media (personal) dan online ya?
    :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru