Dilan: dia adalah Dilannya tahun 1990

Tentu saja, itu judul adalah perubahan dari judul yang sebenarnya, "Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1990". Sebuah kisah yang tertulis di sana, di blognya Pidi Baiq, yang kini sudah diterbitkan menjadi sebuah buku seharga ±Rp68.000,- . Sebuah kisah yang telah dibaca banyak orang. Kisah tentang masa SMA. Kenapa kemudian di sini berganti judul? Tentu saja karena aku lelaki, yang masih normal dan menyukai wanita. Sehingga agak sulit kalau mengucapkan Dilanku, lebih nyaman Dilannya. Sebab Dilan adalah kisahnya Milea. Milea Adnan Hussain. Milea itu perempuan. Aku bukan.

Pernah baca ini:
Tadi, sebelum dia pergi, dia sempat bilang:
"Kamu tahu, Milea, semua siswa itu sombong"
"Kenapa?", tanyaku.
"Siapa yang mau datang ke ruang BP, menemui Pak Suripto? Cuma aku, Milea!"
"Ooh!", aku senyum, tapi sedikit.
Itu adalah sangat sedikit sekali nukilan dari kisah Dilan dan Milea di tahun 90an. Di Bandung. Kota yang kurasa juga begitu nyaman waktu itu.  Sebab aku juga rindu kepada Bandung 90an. Namun ini bukan soal Bandung dan rinduku itu.

Dilan by Pidi Baiq
Begitu mendapatkan informasi bahwa buku itu sudah naik cetak dan mulai dipasarkan, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Sementara dengan bangganya dan aku semacam curiga bahwa sengaja dia ada niat pamer padaku Warm sudah mendapatkannya lebih kurang 3 (baca: tiga) minggu lalu! di Yogya sana.

Jadilah pada suatu sore kutelepon Pidi Baiq, penulisnya. Berkisah ia tentang beberapa hal. Termasuk buku yang langsung habis dan distribusi yang terpaksa tidak cukup untuk melayani semua permintaan pasar. Kemudian Pidi pada sore itu meneleponku & menyarankan untuk koordinasi dengan Budi Guard. Itu kemudian membuatku bertelepon ria dengan Budi Guard.

Tujuannya, tentu untuk bagaimana mendapatkan buku itu bagiku dan kawan-kawan. Lantas juga siapa tau kawan-kawan ingin mendapatkan buku edisi khusus dengan tanda tangan penulisnya. "Kalau buatku sih gampang. Asal ada saja bukunya. Mungkin untuk kawan-kawan saja yang bertanda tangan", kataku waktu itu lebih kurangnya kepada Budi Guard.

Waktu berganti. Aku tidak sempat koordinasi lebih lanjut dengan Budi, juga rencana kepergian ke Bandung yang harus tertunda karena beberapa hal dan musti diagendakan ulang.

Tapi hari ini (baca: kemarin), saat iseng jalan ke salah satu toko buku di Banjarmasin, yang berjarak ±35 km dari Banjarbaru ini, ternyata buku itu ada. Baru masuk lagi katanya. Aku beli. Pakai uang sendiri. Karena kebetulan lagi bawa uang. Soal tanda tangan? Jangan khawatir. Kalau cuma tanda tangan aku sendiri juga bisa. Ini buktinya:

Tentang buku ini, ini adalah buku biasa, terbuat dari kertas sebagaimana buku lainnya. Tapi kalau kalian ingin tahu, maka novel berjudul aseli Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1990 ini menurutku adalah kisah yang tidak biasa. Kalau memang ini cerita roman, maka tentulah bukan roman picisan. Jika memang memang ada trend kisah pada novel, maka ini berada di luar trend.

Aku tidak dalam posisi untuk menyarankan orang lain untuk juga membeli buku ini. Terserah saja, itu uang kalian masing-masing. Baik didapatkan sebab bekerja atau karena meminta.

Hanya saja, sama sekali tidak ada penyesalan setelah aku membeli buku ini. Tepat pukul 02.44 wita dini hari tadi aku sudah selesai membacanya. Mungkin nanti akan kuulang lagi. Karena aku senang. Mudah-mudahan kalian juga.

Kemudian lagi, tidak usahlah bertanya-tanya ada/siapakah Dilan asli atau yang sebenarnya, demikian pula ada/siapakah Milea asli sebenarnya. Walau sebenarnya yakin juga bahwa banyak yang akan penasaran.

Komentar

  1. Lalu saya, malah jatuh cinta lagi pada pacar saya setelah membaca novel ini .Hahaha
    Menyenangkan sekali membaca novel ini, saya sudah baca 8 kali, dan saya 8 kali jatuh cinta pada Dilan, dan jatuh cinta 8x lipat pada pacar saya. Hahaha

    BalasHapus
  2. jadi, setelah membacanya.
    Mbak Gita malah jadi selalu terjatuh?

    :D

    BalasHapus
  3. Hahahah, iya, jatuh berkali-kali tapi rasanya enak. Kayak kecemplung kuah soto begitu. Gurih, hahaha

    BalasHapus
  4. ini nampaknya akan kusampaikan ke pidi baiq nanti, bahwa ternyata Dilan juga ada hubungannya dengan kuah soto

    :D

    BalasHapus
  5. Sementara ini, hanya 2 pihak yang tau mengenai hal itu, yakni Kang Pidi dan Tuhan.

    :)

    BalasHapus
  6. Dilan, membuat kaum hawa jatuh cinta hanya dengan membaca bukunya,gimana kalau da ketemu orangnya, hahahaiii, salam sm kang pidi

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!