Gugup itu Sungguh...

Sebelumnya, kalian semua harus mengetahui, bahwa sememangnya tulisan ini dalam rangka utama untuk aku semacam "membela diri". Namun tentu saja tidak sebagai akibat sebuah tuntutan hukum dalam bentuk apapun juga. Kalau mau tau, yang bahkan razia lalu lintas saja sedapat mungkin begitu kuhindari, apalah lagi persoalan hukum lainnya. Padahal, akunya adalah pendiri Genk Motor yang bernama Usah Kau Kenang Lagi yang aku hafal nama membernya semua.

Soal gugup ini gegara pertunjukan Mamanda. Itu adalah sebuah pertunjukan teater tradisional Banjar (-info ini bagi yang belum tau, bagi yang sudah tau adalah bersifat mengingatkan, kalau lupa-).

Bagaimana tidak, tanpa pernah sekalipun mengikuti pertunjukan Mamanda dalam urusan tampil sebagai pemain, kali itu dengan modal sekali latihan, langsung tancap gas. Mungkin cenderung ke arah nekad atau kepepet. Entahlah. Maka tentu saja, dag...dig...dug...

Kali kedua, gugup masih ada, tapi lumayan berkurang. Sialnya kawan² yang sudah terbiasa itu, malah semacam mendapatkan umpan atawa mainan yang membahagiakan. Tapi tak mengapa. Demi...

Tentu saja, sambillah aku berpikir dan menekankan, pada diri sendiri tentu. Bahwa gugup memang nyatanya tiada guna. Lakukan saja. Ambil saja contoh: menikah. Toh nyatanya semua orang yang menikah untuk pertama kalinya, 100% belum pernah menikah sebelumnya. Sudah tau belum pernah menikah, masih saja ingin nikah, gugup sebesar apapun tetap diterjang.

Sebab, belum pernah bukanlah berarti tidak bisa. Kupikir begitu. Entah menurut kalian. Terserah pikiran masing² saja.

Komentar

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru