Jambret Bermotor yang Sungguh Hedeeeeh !

Sepulangnya dari Kelurahan Cempaka, setelah bertemu dengan para Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru pada sebuah agenda dan cuap-cuap tentang netralitas PNS, justru menerima kabar yang kurang bagus tentang seorang PNS. Bukan soal netralitasnya dalam pemilu, melainkan harus dirawat di RS Banjarbaru sebab baru saja menjadi korban penjambretan. Beliau, adalah salah seorang staf sekretariat.

Jambret bermotor, entah apa istilah lainnya, itu adalah mereka yang melakukan penjambretan sembari menaiki sepeda motor. Korbannya juga adalah mereka yang tengah menaiki sepeda motor. Jambret bermotor ini memang hedeh! Apa itu hedeh? Tidak tau! Saat kutuliskan ini tidaklah menemukan ekspresi lain selain dari pada hedeeeeeeh... saking geramnya.

Bagaimana mungkin mereka itu tidak begitu menyebalkan? Sebab jelas sudah, bukan soal kerugian materi barang yang hilang akibat penjambretan sebagai persoalan, namun karena tindakan itu dilakukan saat seseorang tengah mengendarai sepeda motor, tentu potensi kerugian yang dapat ditimbulkan akan berkali lipat. Sudah bisa mengakibatnya terancamnya keselamatan korban.

Bayangkan saja, rerata para jambret itu tidak mengetahui persis apa yang ada dalam tas calon korbannya. Kecuali tentu bagi yang sudah mereka intai sebelumnya, misal mereka yang baru saja mengambil uang di bank. Tapi secara umum para jambet itu juga sekaligus melakukan "perjudian". Untung-untungan saja, kalau isi tasnya banyak, maka tentu mereka merasa 'panen besar'. Kalau tidak? Entah apa yang mereka rasakan. Para jambret itu.

Persoalannya, tanpa tau apa yang akan mereka sikat, tindakan yang mereka ambil itu sangat berpotensi membahayakan keselamatan orang lain (korban). Sudah tidak terhitung lagi berapa kisah yang terdengar, seseorang (biasanya perempuan) yang menjadi korban penjambretan bermotor ini, mengalami kecelakaan dan terjatuh dari kendaraannya.

Sebagaimana yang terjadi pada salah seorang rekan itu, pada waktu kami tengok di rumah sakit, tak berapa lama setelah kejadian, ternyata beliau harus menjalani sejumlah tindakan dan kemudian diobservasi lebih lanjut karena mengalami benturan keras di kepala. Sudahlah, tidak akan kubercerita tentang kondisinya. Nyatanya, para jambret itu tidak berhasil mendapatkan incarannya, namun tetap menimbulkan kerugian yang luar biasa bagi korbannya.
Lantas, kalau boleh mengusulkan, apakah kiranya hukuman yang paling pantas bagi mereka, para jambret bermotor itu?
Seorang kawan mengusulkan, harusnya mereka dikasih tanda, misalnya ditembak saja tempurung lututnya, dan lain sebagainya. Usul yang kejam? Entahlah, namun yang jelas ada ekspresi kegeraman yang sama padaku. Kalau usulku malah berbeda, potong saja jempol dan telunjuk kanannya, dijamin bakal susah mau ngapa-ngapain. Kapok!
:???: :twisted:

Tapi tentu, mereka yang bukan jambret alias masyarakat pada umumnya juga harus mawas diri. Misalnya harus lebih berhati-hati membawa tas saat naik sepeda motor, jangan mengenakan perhiasan mencolok dan terlihat kalau lagi jalan, dan pencegahan lainnya.

*Sumber gambar

Komentar

  1. Salut untuk tulisan2 Anda, informatif dan menggugah. Salam blogger.

    BalasHapus
  2. Waduh... terima kasih untuk pujiannya.
    salam juga buat keluarga, Pak.

    :)

    BalasHapus
  3. hukumannya pake hukum islam,potong tangannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!