Pos

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Jambret Bermotor yang Sungguh Hedeeeeh !

Gambar
Sepulangnya dari Kelurahan Cempaka, setelah bertemu dengan para Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru pada sebuah agenda dan cuap-cuap tentang netralitas PNS, justru menerima kabar yang kurang bagus tentang seorang PNS. Bukan soal netralitasnya dalam pemilu, melainkan harus dirawat di RS Banjarbaru sebab baru saja menjadi korban penjambretan. Beliau, adalah salah seorang staf sekretariat.

Jambret bermotor, entah apa istilah lainnya, itu adalah mereka yang melakukan penjambretan sembari menaiki sepeda motor. Korbannya juga adalah mereka yang tengah menaiki sepeda motor. Jambret bermotor ini memang hedeh! Apa itu hedeh? Tidak tau! Saat kutuliskan ini tidaklah menemukan ekspresi lain selain dari pada hedeeeeeeh... saking geramnya.

Bagaimana mungkin mereka itu tidak begitu menyebalkan? Sebab jelas sudah, bukan soal kerugian materi barang yang hilang akibat penjambretan sebagai persoalan, namun karena tindakan itu dilakukan saat seseorang tengah mengendarai sepeda motor, tentu potensi kerugi…

Harga Mati vs Harga ½ Mati

Gambar
Berawal dari pertanyaan seorang rekan tentang sikap yang kuambil pada suatu ketika, "Apakah sikapmu itu sudah merupakan harga mati?", demikian lebih kurang tanyanya. Kebetulan akupun menjawab, "Ya, ini sudah harga mati". Redaksional persis mungkin bukan begitu, tapi lebih kurangnya mungkin iya. Toh, yang penting substansi tidak berubah.

Sementara ini, mari jalan-jalan sejenak. Mungkin ke pasar (-yang katanya-) tradisional, lalu kemudian ke pasar (-yang katanya-) modern. Bagi sebagian orang mungkin lebih nyaman jika pada suatu barang sudah tertera harganya. Tidak perlu lagi tawar menawar yang kadang masih menyisakan sedikit sesal. Sebab setelah mencapai kesepakatan, mendadak merasa harusnya bisa mendapatkan harga yang lebih pas/rendah.

Bagiku, sebenarnya muncul perasaan seperti itu sungguh tidak perlu, bahkan mungkin tidak patut. Sudah sepakat pada harga tertentu ya sudah. Titik. Kesepakatan adalah sebuah keikhlasan untuk menerima suatu titik capaian bersama.

Pada …

Mereka yang Mempertahankan Diri

Gambar
Jika merujuk pada KBBI, tahan yang menjadi kata dasar dari mempertahankan adalah bisa berarti tetap keadaannya (kedudukannya, dsb) meskipun mengalami berbagai-bagai hal. Tapi tentu, ini bukanlah mengenai pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan pula soal bela diri apalagi pertahanan negara.

Hanya saja, sebuah akuarium kosong di belakang rumah memberikan gambaran yang nyata. Bagaimanapun ikan air tawar dan laut memiliki habitat yang jelas berbeda. Cara hidup dan kemampuan bertahannya juga mungkin jelas berbeda.

Aku tidak tau persis bagaimana dengan kucing persia. Entah bagaimana kehidupan nenek moyang kucing itu dulu waktu di Persia. Samakah dengan yang anak-buyutnya alami di sini.

Berbeda halnya lagi dengan jambu dan ayam bangkok. Ini mungkin akan panjang kaitannya dengan Thailand. Entahlah. Kepastian yang nyata dari itu semua adalah bahwa manusia, jelas bukan ikan, kucing, jambu atau ayam.

Konon, salah satu kemampuan terhebat milik manusia itu adalah beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam…

2014: Seperti Biasanya

Gambar
"2014. Memang sudah seharusnya. Wajar dan alami", demikian telah kutuliskan pada sebuah layanan. Sebab pergantian adalah sebuah proses yang semata-mata wajar dan alami. Tidak ada yang istimewa. Kupikir begitu. Hanya saja mungkin tahun ini musim durian di kebun andalan yang agak aneh. Seperti mundur bulannya.

Resolusi tahun baru? Tidak pernah buat. Kalau keinginan macam milik Raden Warm itu? Juga sama, tidak pernah membuat. Bahkan sampai tanggalan hampir berubah menjadi angka 2, akunya masih sibuk mengingat hari apakah yang memiliki tanggal 1 Januari 2014.

Bahkan di sana, pada dinding sebuah ruangan, telah kutempelkan sebuah kalender edisi khusus. Sebuah kalender dengan dominasi warna merah pada angka tanggalnya! Bukankah pada sebuah kalender warna itu yang dicari sedemikian rupa oleh rerata orang kita Indonesia?

Dari pada kurang puas beli kalender jadi karena jumlah merahnya sedikit, maka tentu cara mengatasinya adalah dengan cetak kalender sendiri. Solusi yang gampang, buk…