Kalau Kuping Kian Kemari

Dapat dikatakan kalau saya tidak memiliki fanatisme pada jenis musik tertentu. Ragam jenis musik masuk saja ke kuping. Walau mungkin tetap ada batasan, yakni sampai saat ini sangat sulit untuk menikmati jenis musik jedag-jedug macam housemusic itu. Hanya itu. Entah kenapa.

Sejak waktu sekolah, belajar sembari ditemani musik metal atau rock itu sudah biasa. Waktu di kos-kosan, pernah jendela kamar digedor kawan kos yang penggemar berat jazz karena asyik menikmati suara komposisi klasik melalui tape.

Kalau kemudian di depan komputer sambil diiringi alunan musik dangdut juga bukanlah hal yang aneh. Tanpa sebelumnya mengerti bahasa jawa, juga cukup menikmati beberapa lagu jawa, waktu masih belum sesemarak sekarang.

Kalau lagu berbahasa inggris, mungkin itu sudah umum. Tapi juga suka mendengarkan berbahasa lain. Berbahasa Latin atau Arab juga mendengar. Ada yang pernah dengar lagu Me Va To dari Pouya Mahmoodi yang berbahasa Persia yang ngeblous antik itu?

Filistin Bosna Prijatelju Arap├ža? Ini berbahasa Turki, yang pertama mendengarnya agak bingung. Semacam ada nuansa lagu China klasik yang sering mengiringi film kung fu.

Sejak pertama kali mendengar Ma Yihye dalam kompilasi Buddha Bar, juga kerap mendengarkan lagu-lagu milik Zehava Ben. Seorang solois wanita asal Israel. Tentu bahasanya kemudian adalah bahasa sana.
Apakah karena mengerti semua bahasa yang digunakan? Owh... tentu saja tidak! Bahasa Inggris secukupnya, Bahasa Arab parah, apalagi bahasa Ibrani, hanya beberapa patah kata dikuasi. Mungkin bahkan tidak perlu tau juga tak apa. Itu sekedar nilai tambah.
Sungguh banyak cara untuk menikmati musik yang memang tak berbatas. Kadang saya hanya mendengarkan melodinya, suka, tanpa sedikitpun mengerti liriknya. Jika penasaran dengan liriknya, maka bertandanglah pada Google Translate. Selesai Perkara.

Hanya saja, sayanya ini memang terlanjur meyakini, dalam sebuah komposisi musik dan lagu, jauh lebih banyak hal yang dapat dinikmati secara universal dari pada sekedar soal lirik. Perkusi, gitar, piano dan alat beragam alat musik lainnya adalah contoh² hal yang sama di belahan bumi manapun. Masih lebih banyak persamaannya dari pada perbedaan.

*Sumber Gambar

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru