Akhirnya, Mereka Kembali Bersua...

Lelaki itu bercerita padaku, dua hari lalu...
Ia tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke tanah kelahirannya ini, Kalimantan Selatan, lebih dari 25 tahun. Sepanjang waktu itu pulalah ia tak pernah menerima kabar mengenai sanak saudaranya.

Dulu sekali, pernah ia tiga kali mengirimkan surat. Tak ada satupun balasan dari ketiganya. Pada rentang waktu itu, ia tidak tau bahwa Ibunya telah meninggal dunia. Bahkan ia sendiri ternyata juga sudah disangka meninggal oleh sanak saudara. Sebab itulah setiap ada haul jamak (- sebuah tradisi yang dilakukan oleh sebagian umat Islam untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal secara bersamaan), ia juga diikutsertakan.

Hari itu, lebih kurang 2 hari lalu. Ia bercerita dengan gembira. Bahwa kini ia telah bersua dengan sanak saudaranya. Seorang putera yang dibawanya juga bisa bertemu dengan paman, bibi dan pada sepupunya di sini, di tanah kelahiran ayahnya.

Walau mungkin sang anak tak sepenuhnya mengerti bahasa yang dipergunakan sang ayah dalam bercakap. Bahasa Banjar.

Sembari bercerita, kulihat matanya. Ada air mata yang tak tumpah disana. Haru dan gembira yang kuyakin terjemahannya.

Lelaki itu, yang kukenal bertahun lalu di Pulau Jawa, kini tengah ada di Banjarbaru. Setelah ia dan puteranya dibawa ke sini oleh Abah dan Mama. Aku turut berbahagia untuknya. Sepenuhnya.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru