Sial! Ternyata eKTP Dilarang Difotokopi

Sungguh, ini adalah berita yang cukup mengagetkan, bahwa ternyata eKTP yang akan diberlakukan di seluruh Republik Indonesia ini tidak boleh difotokopi. Walaupun dalam larangan tersebut sama sekali tidak menyebutkan jumlah yang boleh, rekomendasi jangan sering-sering difotokopi disampaikan secara lisan oleh Mendagri.

Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP. (Surat tersebut juga bisa dibaca di Situs Resmi Kemendagri pada halaman ini)

Larangan tersebut terdapat pada poin ke-2 pengingat yang disampaikan oleh Mendagri, yakni sebagai berikut:
Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"
Perlakuan larangan untuk distapler jelas bisa difahami, karena akan merusak fisik. Namun jika tidak diperkenankan di foto copy?

eKTP yang sudah jadi | Sumber Foto: republika.co.id
Perihal larangan ini sampai ke publik rasanya paling cepat adalah pada 6 Mei 2013 kemarin. Tentu sudah banyak penduduk yang menggunakan eKTP ini untuk beragam keperluan. Saya sendiri sudah lupa berapa kali memfotokopinya.

Jika ternyata benar bahwa foto kopi bisa merusak chip sehingga data yang tersimpan pada eKTP tidak dapat dibaca, maka sungguh hal ini bisa jadi akan merugikan banyak penduduk. Namun secara pribadi, saya tidak terlalu peduli, bahkan tenang-tenang saja dengan hal ini. Ada semacam perasaan selamat, kalaupun ternyata chip eKTP milik saya -yang sudah berkali-kali masuk mesin fotokopi- itu rusak, artinya data-data pribadi saya sudah tidak terletak di sebuah kartu lagi. Cukup ada pada basis data pemerintah.
:mrgreen:

Herannya saya adalah, jika ini merupakan hal yang dinilai sangat penting oleh pemerintah, maka kenapa ini baru saja disampaikan? tidak sebelum eKTP tersebut berada diterima penduduk. Ini keajaiban.

Namun, pada sisi lain, jika ternyata banyak data pada eKTP milik penduduk rusak karena sudah terlanjur difotokopi berulang kali, maka tentu sudah jelas kesalahan ada pada siapa. Mungkin solusinya adalah input manual saja jika ada keperluan, itupun dengan asumsi seluruh sistem dan data sudah terintegrasi. Kalau kemudian eKTP harus tetap dalam kondisi prima, maka juga sudah jelas, pemerintahlah yang harus mengganti milik penduduk yang sudah rusak.

UPDATE. 7/5/2013 - Siang hari

Hari ini Mendagri menyampaikan bahwa eKTP yang sebenarnya akan dibagikan mulai 1 Januari 2014 mendatang, sehingga larangan fotokopi tersebut akan juga berlaku efektif. Ini benar-benar bikin pening. Karena selama ini pemerintah daerah sudah cerita kemana-mana ada penduduknya, bahwa yang sudah mulai dibagikan ini adalah eKTP. Ternyata bukan?

Apakah itu sudah cukup? Belum!

Pada hari yang sama Mendagri juga menyatakan bahwa KTP yang sudah dibagi ini adalah eKTP yang dimaksud. Penyimpan data tersebut tidak terlihat.

Sudahlah, makanya jangan terlalu banyak mikir soal negara ini.
Bikin pening :(

Komentar

  1. tapi kabarnya dari BPPT menurut mereka bisa difotocopy karena tidak merusak chip nya... chip nya kan sama dengan sim card HP jadi tidak masalah..
    kecuali KTPnya patah baru hilang data..

    gitu kabar terakhir bang..

    BalasHapus
  2. iya itu. kabarnya memang berubah-ubah. bingung masyarakat jadinya. namun secara pribadi saya tidak terlalu ambil pusing, sebagaimana sudah dituliskan di atas, bahwa kalaupun memang rusak, saya malah merasa ada semacam perasaan selamat.

    :mrgreen:

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru