Selamat Jalan Pak Syamli Sumas

Ir. H.M. Syamli Sumas (Alm.)
Terlambat atau tidak bukan persoalan, namun yang jelas entah kenapa beberapa waktu lalu tiba-tiba saja saya bertanya kepada salah seorang anggota DPRD Banjarbaru, tentang kabar Pak Syamli Sumas. Jawaban yang membuat terkejut, ternyata beliau baru saja berpulang ke rahmatullah. Saya tidak tau itu, bahkan kemudian beberapa kali saya bertanya untuk memastikan kebenarannya. Ternyata memang benar. Saya terdiam beberapa saat.

Beliau, Ir. H.M. Syamli Sumas, bagaimanapun sudah semestinya tercatat dalam sejarah Kota Banjarbaru.

Sebagai seorang Ketua DPRD Kota Banjarbaru yang pertama sejak Banjarbaru berdiri sendiri terpisah dari daerah induknya Kabupaten Banjar, bagi saya beliau adalah sosok yang sangat bersahaja.

Sepengetahuan saya beliau adalah politisi yang sangat tidak elitis, bisa bergaul dengan banyak golongan. Sungguh, pribadi yang ramah dan bersahaja.

Foto Pak Syamli Sumas yang saya sertakan pada tulisan ini diambil dari koleksi pribadi saya, yang merupakan pertemuan terakhir dengan beliau pada suatu kesempatan. Pada suatu malam di Banjarbaru, jauh setelah beliau pensiun sebagai Ketua DPRD Banjarbaru. Kami bertemu dalam suasana yang seperti biasanya, penuh gelak tawa. Kalau tertawa, beliau bisa sampai terkekeh-kekeh.

Kembali ke waktu bertahun sebelumnya, saat beliau masih menjadi Ketua DPRD Kota Banjarbaru, pada suatu kesempatan saya bertemu dengan beliau di ruang rapat paripurna DPRD Banjarbaru. Bukan karena saya ikut rapat, karena memang tidak ada rapat. Kapasitas saya datang waktu itu adalah sebagai pribadi yang masih mahasiswa yang lagi liburan di Banjarbaru.

Waktu itu, saya mengajukan permintaan kepada beliau. Permintaan yang mungkin tidak umum dan sedikit nyeleneh. Yakni, saya meminta beliau untuk memperlihatkan sepatunya serta kemudian menarik ke atas celana panjang yang beliau kenakan. Beliau bingung dan bertanya kenapa, saya cuma menjawab bahwa ada yang ingin diketahui.

Kemudian dengan enteng beliau mengabulkan permintaan tersebut. Apa yang terjadi? Saya kemudian tertawa sambil berkata, "Naah... mana kaos kakinya?". Beliau juga tertawa, sambil menegaskan bahwa beliau memang tidak suka mengenakan kaos kaki.
Selamat jalan Pak Syamli Sumas
semoga kasih sayang Allah selalu tercurah untuk pian
Saya tuliskan ini, selain sebagai sebentuk penghargaan kepada beliau, juga sebagai harapan bagi para politisi di Banjarbaru yang tidak lama lagi akan menjadi bagian utuh dalam pemilihan umum. Mungkin ada banyak yang bisa dipelajari dari pribadi seorang Syamli Sumas.

Sebab bagi saya, ciri pejabat/petinggi yang sukses sebenarnya itu adalah, tidak sebatas soal karya, melainkan saat pensiunnya orang lain masih menghormati dengan tulus. Karena pribadinya, bukan jabatannya.

Selamat jalan Pak Syamli Sumas...

Komentar

  1. Terima kasih atas apresiasi Bapak kepada kakak kami tercinta almarhum Syamli Sumas. Saya meneteskan air mata membaca tulisan Bapak sekaligus mengenang beliau. Semoga harapan Bapak agar politisi mengambil pelajaran dari sedikit kenangan yang almarhum tinggalkan dapat terwujud dan menjadi sebuah amal jariah. Amien.

    BalasHapus
  2. Sama-sama Pak Sugiarto.
    Senang rasanya saya pernah mengenal beliau. Tentu selalu ada yang bisa dipelajari dari setiap orang, terlebih lagi dari beliau.

    BalasHapus

Posting Komentar