Penjahit dan Pemilu 2014 di Banjarbaru

Proses pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2014 sudah dimulai. Termasuk untuk Pemilu 2014 di Banjarbaru. Bagi partai politik yang merupakan peserta pemilu, sudah pula memasukkan daftar caleg sementara (DCS) yang kemudian matangnya akan menjadi daftar caleg tetap (DCT). Bagi pemilih, saat ini tengah dilakukan pemutakhiran data pemilih. Apakah saat ini akan bicara soal caleg dan ragam hal terkait dengannya di tulisan ini? Tidak.

Kali ini cukup bicara tentang penjahit. Ya, mereka yang berprofesi sebagai penjahit baju celana itu, dengan beragam modelnya. Namun juga tidak ada kaitannya dengan dimana menjahit pakaian safari yang paling bagus, bagi caleg yang nantinya terpilih menjadi anggota DPRD Banjarbaru. Juga tidak ada kaitannya dengan apakah ada penjahit yang menjadi caleg di Banjarbaru. Saya tidak tau itu dan belum punya datanya.

DPRD Kota Banjarbaru
Cuma begini, malam ini saya lagi berpikir. Bahwa misalnya untuk membuat sebuah baju atau celana, kadang seseorang itu sudah punya penjahit langganan. Seperti saat sekolah dulu, dari SD sampai SMA, penjahit langganan saya itu letaknya di pelosok kampung. Jauh, tapi tetap didatangi bersama Abah.

Sekarang, saat sudah tidak sekolah lagi, saya sempat bertanya-tanya dan mencoba jasa beberapa penjahit celana yang ada di Banjarbaru, untuk kemudian menentukan pilihan, penjahit mana yang paling pas. Sebab untuk urusan celana kain atau celana bahan, saya lebih enak pakai jahitan, bukan beli jadi. Untuk menentukan, biasanya saya mintakan tolong untuk menjahit yang sederhana dulu, misalnya memotong celana panjang jadi pendek atau ganti retsleting celana.

Prinsipnya adalah...
Bahwa saya sudah tau, jika seorang penjahit itu tugasnya memang menjahit lembaran kain menjadi pakaian siap pakai. Tentu diawali dengan mengukur, membuat pola, memotong, menjahit dan lain sebagainya. Penjahit harus tau itu.
Penjahit harus tau soal kain, bagaimana memotongnya, berapa ukurannya, sampai urusan yang terbilang mendasar, mana bagian luar kain dan mana bagian dalamnya. Meningkat kemudian kepada soal kualitas jahitan. Penjahit yang bagus, tentu juga tau kualitas benang. Mereka akan tau di mana toko benang paling bagus berada, jenis kancing, dan lain-lain macam urusan terkait.

Lantas, apa kaitannya dengan Pemilu 2014 di Banjarbaru mendatang?

Ya... penjahit itu adalah perumpamaan belaka. Terkait dengan pemilu, para calon anggota legislatif yang berusaha meraih kursi DPRD Banjarbaru tentu akan berusaha, berkampanye, dan lain sebagainya untuk meraih hati dan menjadi pilihan sebanyak mungkin pemilih.

Maka kemudian, seorang pemilih, mungkin adalah seperti seseorang yang akan menjahitkan bahan pada seorang penjahit. Sudah seyogyanya seorang pemilih tau apa yang nantinya menjadi kewajiban atau tugas seorang anggota DPRD Banjarbaru.

Apakah seorang caleg itu nantinya sanggup melaksanakan fungsi legislasi, anggaran (budgeting) dan pengawasan yang ada di DPRD Banjarbaru (dan seluruh lembaga legislatif daerah lain). Atau ditarik mundur sedikit ke persoalan mendasar, apakah yang bersangkutan faham apa itu legislasi, budgeting dan pengawasan.

Itu baru satu hal, belum lagi ditambah dengan satu hal lain, tambah satu hal lain, sehingga jadi ber-hal-hal yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan pada seseorang. Bahwa ini merupakan pertimbangan obyektif dan normatif, adalah benar adanya. Memang begitu.

Jika kemudian dipertemukan dengan analogi penjahit di atas, kesimpulannya tentu jangan pernah serahkan kain untuk dibuat celana atau baju kepada seseorang yang cuma berkata bahwa ia bisa menjahit. Jika masih tetap nekad, bersiaplah untuk menanggung resikonya. Minimal sekali pakaian akan sangat tidak nyaman untuk dikenakan.

Pertanyaannya adalah, apa jadinya Kota Banjarbaru ini jika lembaga DPRD Banjarbaru kelak diisi oleh mereka yang tidak memiliki kapabilitas untuk mengemban tugas dan kewajibannya sebagai seorang legislator? Silakan bayangkan.

Namun, secara pribadi saya tidak akan pernah menyalahkan seseorang yang sebenarnya tidak memiliki kapabilitas untuk duduk dan terpilih sebagai anggota DPRD Banjarbaru. Saya pikir lebih pas menyalahkan pemilih, kenapa sampai memilih yang bersangkutan. Tapi, jika dipikir lebih dalam, jangan-jangan lembaga perwakilan rakyat tersebut adalah memang benar-benar betul perwakilan gambaran rakyat yang sebenarnya. Ah.. pening sendiri jadinya. Lagi pula urusan memilih dan dipilih adalah hak seorang warga negara.

Akhirnya, pendidikan politik? Mana pendidikan politik?

Komentar

  1. analogi yang sangat hebat bang wahyu. penjahit dan anggota dewan.

    BalasHapus
  2. aiih... dipuji ibu dokter, terima kasiiih..
    aselinya sih karena belum menemukan analogi yang lain

    :lol:

    BalasHapus
  3. […] Sudah sekian waktu KPU Kota Banjarbaru umumkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kota Banjarbaru pada Pemilihan Umum 2014 mendatang. Total terdapat 311 orang calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD Kota Banjarbaru. Sementara, berbulan lalu sudahpun pernah kuanalogikan tentang penjahit dan Pemilu 2014. […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru