Pos

Menampilkan postingan dari April, 2013

Meningkatkan Kejujuran Saat UN? Gampang!

Gambar
Lebih kurang setahun lalu, salah seorang kepala sekolah di Kalimantan Selatan ini lebih kurangnya berkata, "Saya merasa sia-sia dan percuma saja memotivasi siswa untuk giat belajar. Sementara mereka tau pada akhirnya mereka juga akan dibantu oleh orang lain saat pelaksanaan UN".

Sebuah pernyataan yang disampaikan karena merasa tidak berdaya melawan praktik penyelenggaraan pendidikan, khususnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang -pada kenyataannya- juga melibatkan sistem.

Tidak perlu ribut di sini bagaimana itu UN berjalan. Sudah tau sama tau. Sudah banyak cerita dalam bentuk tulisan tentang bagaimana praktik dan metode dari kelas tradisional sampai kelas mutakhir untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Terlebih lagi cerita secara lisan, termasuk dari pada pelaku.
Sepertinya yang tidak begitu banyak adalah jawaban atas pertanyaan, bagaimana caranya untuk meningkatkan kejujuran pelaksanaan UN? Pemerintah telah berusaha melakukan beberapa langkah, dan yang terkini -yang kaca…

Tak Cukup Hanya Kaya, Juga Harus Miskin

Gambar
"Pasien jamkes begitu liat sekamar 4 pasien, pindah umum ke VIP, banyak yang tidak miskin memiskinkan diri", begitulah status seorang kawan yang berprofesi sebagai dokter terbacaku malam ini. Sungguh, ini sebenarnya adalah rahasia umum. Tapi selalu saja gampang panas begitu tahu tentang hal yang seperti ini.

Benar saja, bukanlah hal yang aneh jika saja ada mereka yang sebenarnya mampu namun berusaha juga untuk menggunakan fasilitas jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi hak warga tidak mampu. Bahkan pernah kami temui kejadian seorang juragan walet yang ingin menggunakan fasilitas warga tidak mampu guna mengobati anaknya yang sakit! Sekali lagi, juragan walet!

Atau pada suatu waktu, pernah muncul berita bahwa ada pihak-pihak (Ketua RT) yang lebih suka memasukkan kerabatnya ke dalam daftar untuk mendapatkan fasilitas pengobatan dari pemerintah ini.
Sungguh, ini sepertinya melawan nalar sehat manusia normal pada umumnya. Tidak ada yang ingin miskin atau melarat. Sedapat mung…