Boikot di Kawasan Kuliner Murjani Banjarbaru

Ini terkait dengan Realisasi Penataan Murjani Banjarbaru, yang tempo hari sudah disampaikan. Yakni eksekusi rencana pembuatan kawasan Kuliner Murjani di Banjarbaru yang akan bebas dari kendaraan bermotor pada setiap malam.

Pada perkembangannya, sudah beberapa kali para pedagang yang selama ini berjualan di Murjani Banjarbaru melakukan boikot atau mogok jualan. Tentu dengan argumentasi sepinya Murjani saat dilakukan ujicoba, sehingga berimbas pada sangat minimnya pembeli yang ujung²nya adalah kerugian yang harus diderita penjual.

Sekarang, sedikit melakukan evaluasi:
Pada salah satu rapat perencanaan tempo hari, sudah saya sampaikan bahwa saya hanya melontarkan satu hal, yakni: perlunya sebuah kerangka waktu dalam tahapan kerja, agar setiap langkah dapat terukur dan mudah untuk dievaluasi.
Namun, usulan tersebut hanya sekedar sampai usulan, yakni tidak ditanggapi dan ditidaklanjuti. Termasuk oleh perwakilan pedagang yang menyatakan belum perlu bicara kerangka waktu (atau apapun istilahnya).

Kawasan Kuliner Murjani Banjarbaru © BDL
Kawasan Kuliner Murjani Banjarbaru © BDL

Kaitannya dengan Kondisi Saat Ini?
Bagi saya jelas berkaitan! Berdasarkan survey pribadi yang saya lakukan, ternyata jauh lebih banyak yang tidak tau tentang perubahan konsep Kawasan Murjani yang baru ini dan setelah tau, mereka jadi tertarik untuk datang ke Murjani. Ini berarti sosialisi masih belum jalan secara maksimal.

Sudah pasti tidak maksimal. Karena dari yang saya perhatikan, sebelum realisasi ujicoba, hanya pernah sekali muncul berita terkait dengan rencana ini. Itupun kemudian berbeda antara realisasi di lapangan dengan informasi yang diberikan oleh Pemko Banjarbaru. Yakni, pada informasi disampaikan bahwa ujicoba akan dimulai pada 1 Maret, ternyata pada realisasi dimulai pada akhir Februari.
Dan... untuk sekarang difahami, kondisi seperti yang ada saat inilah yang coba saya antisipasi dengan usulan saat rapat tempo hari itu. Yakni agar setiap tahapan jelas, terukur dan mudah dievaluasi. Tidak grasa-grusu seperti hari ini.
Jika tahapannya jelas, termasuk tahapan sosialisasi, maka pelaksanaan sosialisasi juga harus diukur, sudah sejauh dan semaksimal apa. Bukan asal sekedar ada sosialisasi.

Apakah tulisan ini hanya bertujuan menyalahkan pihak² tertentu. Ooo... tentu tidak! Jika ada kesan menyalahkan, maka itu adalah puncak rasa geregetan pribadi saja, karena tau bagaimana jalannya pertemuan tempo hari. Bagaimana satu dinas selalu saja menyalahkan dinas lainnya. Tapi begitu kerja? ah... ya begitu lah.

Bagaimana mensikapi kondisi sekarang?
Ini adalah jauh lebih penting mulai saat ini. Berikut adalah pemikiran yang ada dalam kepala saya, mumpung sudah bangun tidur, walaupun masih belum mandi akibat meriang. Berikut adalah apa yang ada dalam pikiran saya:
  • Tunda sementara realisasi ini, sekitar 1-2 Minggu.
  • Koordinasikan ulang para pedagang yang bersedia mengisi Kawasan Kuliner Murjani, agar lebih variatif.
  • Lakukan sosialisasi secara massif !!!
Notabene, hal yang paling urgen untuk dilakukan adalah sosialisasi. Lakukan secara maksimal, gunakan semua media yang ada dan bisa digunakan, jangan hanya gunakan koran.

Namun, tetaplah saya tak bisa membohongi hati kecil sendiri, bahwa ternyata saya lebih suka Murjani yang sepi dari pada Murjani yang ramai tak terkira sebagaimana biasa pada tahun-tahun kini. Murjani yang sepi itu miliki romantisme Banjarbaru doeloe padanya. Itu menyenangkan. Bagi saya *nyegir*

Foto: Banjarbaru Dalam Lensa

Komentar

  1. Ih, paragraf terakhir itu, elitis sekali, mentang-mentang penghuni lama...

    *warga baru Banjarbaru, baru dapat KTP tahun 2011*

    BalasHapus
  2. hahaha...
    ada romantisme yg tak terelakkan.
    mau bagaimana lagi?

    :D

    BalasHapus
  3. pasti ntar banyak yg kangen dgn kulinernya...
    salam kenal mas

    BalasHapus
  4. kata kunci : kerangka waktu, penataan kawasan, sosialisasi.

    tapi pinanya dasar pina masih ngalih diatur, ngalih bukan berarti tak bisa, cuma ya ngalih ai, cuma bisa aja asal nganu *bahasa tapuntal-puntal*

    BalasHapus
  5. Sip, mengingatkan "kita" untuk selalu belajar dan menghargai proses, konsisten dengan orientasi yang jelas...
    :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!