Pemeriksaan Kesehatan Calhaj Banjarbaru

Jelang pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kota Banjarbaru juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para jamaah calon haji yang akan berangkat pada Oktober nanti. Sayangnya ada hal mengganjal yang saya temui dan ini membuat saya sangat terusik.

Salah seorang jamaah calon haji Banjabaru menceritakan bagaimana pemeriksaan tersebut dilakukan sampai dengan bagian yang membuat saya tercengang. Yaitu...

Beberapa waktu lalu semua calon jamaah haji Banjarbaru dikumpulkan di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru. Saat itulah beliau mendapatkan informasi yang mengejutkan. Seorang dokter perempuan yang masih muda, menyampaikan dengan caranya bahwa beliau memiliki penyakit jantung yang sudah parah.

Tidak perlu disampaikan di sini secara detil bagaimana bentuk komunikasinya, namun semua orang yang mendengar cerita tersebut menilai dokter itu sangat tidak sopan dan tidak memiliki etika. Secara pribadi, saya sendiri sudah sering mendengar permasalahan etika dokter-dokter muda macam ini. Jadi sudah kenyang.

Karena selama ini beliau merasa tidak memiliki keluhan terkait gejala-gejala penyakit jantung yang ditanyakan oleh Dokter (bahkan beliau sempat dituduh berbohong oleh si dokter), lantas beliau melakukan konsultasi kepada dokter spesialis jantung. Untuk memastikan. Tidak hanya itu, beliau juga melakukan pemeriksaan lainnya.

Oleh dokter spesialis jantung beliau dinyatakan sehat. Demikian pula hasil pemeriksaan kesehatan lainnya (non-jantung)

Sehingga dengan demikian, terdapat dua hasil pemeriksaan yang berbeda. Dengan asumsi dokter spesialis jantung lebih berkompeten dari pada dokter umum dalam soal pemeriksaan jantung, maka kemungkinannya adalah sebagai berikut:
  1. Terdapat kesalahan pada pemeriksaan pertama. ; atau
  2. Ada kemungkinan data kesehatan calon jamaah yang tertukar.
Jika pertama,
Tidak tertutup kemungkinan adanya kesalahan pemeriksaan pada Calhaj Banjarbaru lainnya. Idealnya pemeriksaan harus diulang. Namun tentu kita tidak berharap ini. Melainkan semoga kesalahan ini hanya ada terjadi pada satu orang dan itu sudah dilakukan pemeriksaan ulang langsung oleh spesialis yang berkompeten.

Jika kedua,
Asumsi ini didasari bahwa seluruh hasil pemeriksaan adalah benar. Namun sangat gawat jika sampai ada data yang tertukar, maka akan ada calhaj yang luput dari pengawasan kesehatan. Selain itu membuktikan betapa amburadulnya sistem administrasi.

Sementara itu, terkait sistem administrasi & pengelolaan data, seorang calhaj Banjarbaru lainnya juga menceritakan, bahwa beliau menerima kabar dari tim kesehatan yang pada prinsipnya memberitahukan bahwa data kesehatan beliau hilang (tidak ditemukan)!

Waktu kian mendesak. Maka penting untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan administrasi. Apakah mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan ulang terhadap seluruh jamaah haji Banjarbaru? Entahlah, bukan kapasitas saya menjawabnya.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!