Sepotong Kisah Permen & Es Teh

Memang, ini akibat senangnya kembali ke SMA tempo hari itu. Jadi ingat bahwa sebiji permen dan segelas es teh itupun bisa bikin senang dan bikin Pak Guru tak bisa berkata apa-apa. Pak Mus panggilannya, guru PSPB. Tentu ini cerita tentang kemenangan dulu, nanti ada waktunya cerita tentang kekalahan, sebab hidup itu memang lengkap, bukan?

Pada tahun itu, pemerintah memutuskan sekolah kami mengalami ujicoba belajar 5 hari, sehinggalah baru pulang pada sore hari, istirahat siang sampai jam 2. Terus masuk lagi.

Sayanya sih jarang pulang. Lebih memilih untuk menyimpan stok kaos dan sendal di dalam kelas. Sebab ada lemari yang bisa saya gunakan untuk itu. Pun punya sepatu cadangan, yang disimpan untuk menghindari razia sepatu kalo lagi kebetulan makai sepatu yang tidak sesuai aturan.

Sepotong Kisah Permen & Es Teh - Mhd Wahyu NZ
Sepotong Kisah Permen & Es Teh
Waktu itu, sudah siang, terik, pelajaran PSPB. Pak Mus mengajar seperti biasa, suaranya yang khas itu juga seringpun kutirukan.

Sebelum pelajaran dimulai, kuangkat tangan dan setelah dipersilakan, mulailah mengajukan pertanyaan, "Pak, ini sudah siang. Untuk mengurangi ngantuk, belajarnya boleh sambil makan permen, Pak?"

Dengan segala kebaikan hatinya, menjawab bolehlah itu Pak Mus. Sayapun girang dan mengucapkan terima kasih. Sebuah permen langsung terbuka bungkusnya dan masuk mulut isinya. Sedap. Kawan-kawan di kelas mungkin iri dan itu salah mereka sendiri. Baru akan mulai Pak Mus, kuangkat tangan lagi. "Ada apa lagi?" Pak Mus bertanyapun.

"Anu… Pak. Kan permen boleh. Nah, kalau masih ngantuk, lalu misalnya sambil minum es teh biar kurang? Boleh?" pertanyaan itu meluncur untuk Pak Mus. Sepintas Pak Mus seperti terlihat mengamati meja saya punya, yang di atasnya hanya ada buku pelajaran, lalu berkata, "Oh, boleeeeh…."

Ahha… itu jawaban keren sodara, langsungpun kuucapkan, "Terima kasih banyak, Pak, makasih", dengan tangan yang sigap menuju kolong meja, laci namanya. Segelas es teh manis langsung berpindah tempat dari laci ke atas meja. Pak Mus nampak bengong wajahnya. Aku senang. Kalau ada kawan² yang ngiri, ah… itu sih salah sendiri.

Seingatku, besok harinya sudah ada beberapa orang kawan yang ikutan, segelas es teh langsung ada di atas meja mereka. Sementara tidaklah aku. Sebab itu hari pelajaran kimia, yang aku pernah di setrap di depan kelas oleh gurunya. Cerita setrap ini nanti dulu. Aib.

Komentar

  1. astaghfirullah hahahahahahahaha
    saya menunggu apdetan cerita aibnya itu pokoknya

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!