Mari Bergembira, Bersama-Sama

Begitu akan memulai lagi kegiatan berselancar, sudahlah disuguhi oleh dua tulisan yang dapat membuat saya mengeluarkan sumpah serapah. Bukan dari orang jauh, tapi dari dua orang yang sama-sama menjadi penghuni Kota Banjarbaru ini.



Warmorning yang cerita tentang  Konser Absurdrenalin Whyogyakarto The PanasDalam, serta Amed yang menulis keluh kesah tentang Kesenjangan  sosial  Koneksi. Kenapa pula harus menyumpah dan menyerapah?

Nanti dulu, kita cerita soal hasil laboratorium dulu. Sebab hasil pemeriksaan lab itulah yang membuat saya harus beristirahat, atau sederhananya: saya sakit! Apakah akan cerita soal sakitnya? Tidak perlu juga. Sedikit yang ingin dikisahkan itu adalah kelakuan isteri sewaktu sayanya sakit.

Suatu sore, isteri telpon dari tempat kerjanya, bukan ke telpon rumah sih, tapi ke nomor CDMA. Dia bertanya, “bagaimana, badannya masih terasa ga enak?”.

Kan sayanya jujur, maka dari itulah menjawab masih. Tapi kerennya isteriku yang satu-satunya itu meneruskan, “kalau badannya masih sakit, terasa ga enak, kasihkan sama kucing saja…”. Oh isteriku yang akulah suamimu, sungguh saran yang mengharu biru.

Tapi demi mendapat saran itu, hanyalah bisa saya menjawab, “ga ah, ga mau, takutnya nanti kalau dikasihkan ke kucing, terus kucingnya ga doyan dan dimuntahin lagi. apa ga bikin malu?”.

Sebab itulah kawan, penting sekali untuk tau kebiasaan dan kelakuan pasanganmu. Contoh lain lagi, itu isteriku adalah sangat suka ngagetin saya, dengan beragam cara, dan hebatnya ia seringkali sukses, bahkan waktu tanpa berniat bikin saya kaget sekalipun. Sebab sayanya sudah terlanjut kaget sendiri.

Tapi, kebiasaan yang itu mungkin karena akibat balas dendamnya pada saya, waktu dulu sekali saya kagetin dia sampai menggigil ketakutan badannya. Bagaimana caranya? Itulah dia, isteriku, yang lagi ada di dalam kamar mandi, saya ada di luar. Lampu yang terang di luar kamar mandi dimatikan, sisa cahaya remang. Jongkoklah saya persis di depan pintu kamar mandi, sampai hidung hampir nempel ke pintu, menunggu dia keluar.

Ceklik… suara pintu akan dibuka, saya mendongak. Pintu terbuka, demi melihat sesosok makhluk  di depan pintu dalam cahaya remang, kaget bukan kepalang dia, teriak dan menggigil badannya, saya tertawa. Dia marah besar, saya tetap tertawa. Dia terus marah, saya akhirnya kapok.

Terus, apa enaknya hanya berbaring di kasur? walau sambil nonton tipipun akan membosankan. Sebab itulah, hari minggu lalu, yang bertepatan dengan pertengahan bulan Sya’ban di kalender Hijriyah, dimana orang Banjar memiliki kebiasaan puasa di tengah bulan sya’ban atau puasa nisfu sya’ban sebagai latihan dan persiapan/pembiasaan awal untuk menyambut puasa bulan ramadhan, saya menelpon kawan-kawan.

Hitungannya sore hari, kira-kira orang lagi enak tidur sore, saya telpon itu kawan-kawan satu persatu, yang kebetulan perempuan semua, DS yang dosen di Universitas Lambung Mangkurat dan MRR yang staf keuangan di KPU Banjarbaru, juga SNW yang karyawan perusahaan swasta di Banjarmasin.

Kepada DS dan MRR:
Hallo…
Hei… lagi tidurkah?
ada yg ngaku tidak, padahal suara bangun tidur - Kenapa Yu?
Ga, cuma mau tau, lagi puasa apa tidak?
Iya, lagi puasa.
Oh, kalau begitu aku ga jadi ngajak kalian sore ini, rencananya mau ngajak ke depot, mau minum es jus, kan panas² begini enaknya nge-jus.
!@#$%^&* 
Hahahaha….

*ngakak*

Kepada SNW:
Hallo…
lagi dimana nih? Lagi tidur ga?
lagi di Banjarmasin, dan cuman rebahan kok.
oh… lagi puasa gak?
kebetulan lagi ga puasa
yah… gagal deh ngajak kamu.
memangnya kenapa Yu?
ga aja, rencananya mau traktiran buka puasa bareng sore ini.
*&^%$#@! 

dan akhirnya, bertaburanlah SMS dan pesan melalui facebook pada saya, untuk menuntut traktiran di lain waktu dan kesempatan. Haha... iya... lain kali, tunggu enak badan ini dulu. Tapi tak lupa saya ucapkan maaf dan tentu saja terima kasih pada mereka, yang telah membuat saya senang.

hmm... apalagi lah? oh iya, 1 (satu) minggu lalu sudah saya putuskan bahawa saya sudah sembuh, keputusan sepihak tentu saja, karena sudah bosan!  Langsung geber mengerjakan sesuatu marathon sampai pagi 2 hari berturut-turut, dan dor... kolaps lagi beberapa hari lalu, langsung tinggi lagi suhu tubuh dan meriang. Akhirnya hari ini saya putuskan untuk setengah sembuh dulu, biar tidak kaget.

dan kembali ke awal tulisan...

Kenapalah ingin saya mengeluarkan sumpah serapah. Warmorning dengan semena-mena dan tanpa perasaan sampai mengirimkan SMS berisi daftar lagu yang dimainkan The PanasDalam dalam konsernya di Yogya !!! terlalu !!! Sementara untuk Amed, tidak, tidak ada apa-apa, cuma jadi ingat, kadang kala kalau koneksi lagi lelet memang saya juga gampang merutuk, apalagi soal keadilan sosial, oh itu soal serius dan berat, kawan, cuma saja saya termasuk yang percaya, bahwa keadilan itu bukan untuk kita cari, melainkan kita berikan.

Komentar

  1. KENAPA SAYA NDAK DITELPON??!! HA? HA? HA?

    Apa karena saya bukan perempuan?
    Atau karena saya tidak puasa?

    sudah jelas *hmm*

    karena anda bukan perempuan !!! Faham!?

    BalasHapus
  2. seorangperempuanyang terdampardijakarta26 Juli 2011 19.44.00 WITA

    aku juga akan demonstrasi karena ada ketidakadilan sosial... mengapa tidak ditelpon?!!!! Padahal aku seorang perempuan asli. Sungguh ada kesenjangan dalam pertemanan


    duh teman, bagaimanalah aku berani mengganggu seorang ibu dokter nan cantik? khawatirnya pas lagi menangani pasien, bagaimana jadinya?

    *siul*

    BalasHapus
  3. Jujur, sebenarnya kurang lengkap ngasi playlistnya. Masih ada lagu resiko yg asik, dan nyanyian kami, dan apalagi ya, ya pokoknya .. Ah seru lah. Eh sudah enak sekarang? Kalo iya kasihkan kucing *eh


    jujur yang menyakitkan

    *getok*

    BalasHapus
  4. Oh, akhirnya Mas Wahyu kembali lagi ke blogosphere. :) *tepuktangan*


    hehe.. barusan sembuh mas asop, itupun hasil keputusan sepihak. haha...

    BalasHapus
  5. kenapa kok bunda gak ikut di telepon oleh Pakacil?
    takut bunda minta ditraktir beneran ya ? :lol:
    salam


    oww... bukan begitu bunda. masalahnya sayanya itu justru khawatir kalau dipaksa jadi mantu sama bunda. saya sih ikhlas, lah bundanya nanti gimana? ihihihi...

    *siul*

    BalasHapus
  6. oooooooooooohh..... ternyata Pakacil sakit tho, makanya tidak hapdet2 blog
    sekarang sudah sembuhkah?
    semoga sudah sembuh dan kembali dan selalu sehat segar yaaa, aamiin :)
    salam


    amiin... kalau saya bilang sih sudah bunda
    tapi ga tau kalau dokter bilang apa, lagi males silaturahmi sama dokter soalnya

    *getok*

    BalasHapus
  7. dan saya bilang soal kaos sudahlah tak usah dipublish, eh malah dipost dan ditag di fesbuk, dasar pakacil.
    *nunggu*


    lhoh... mana pernah saya terima wanti² macam itu?
    prinsipnya kalau tidak dilarang maka berarti boleh.

    *hmm*

    BalasHapus
  8. O.. pakacil ternyata sakit,
    kirain masih sibuk gali selokan punya tetangga..

    BalasHapus
  9. sy gak komen tentang isi postingnya dulu
    tp sy hny ingin memberikan ucapan welkam bek di blogsphere setelah sebulan lebih bertapa :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru