Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Menjemput Kenangan di Kota Malang

Gambar
Kini, kembalilah saya menuju dan berada di Kota Malang, Jawa Timur, sebuah kota yang sungguhlah menjadi bagian penting dalam proses mudahan panjang di hidup saya. Bertahun-tahun hidup di Kota Malang tentu memiliki kesan tersendiri. Ya... saat tulisan ini terbit, maka sesungguhnyalah saya sudah berada di Malang yang menjuluki dirinya sebagai Kota Bunga.

Tahun lalu, ketika juga mengunjungi dan berada di Malang, memang sudah terasa jauh berbeda dengan saat dulu masih berada di sana. Jalanan sudah jauh lebih sesak, gedung-gedung pusat perbelanjaan jauh lebih banyak. Memang tak senyaman dulu, tapi sungguhlah masih banyak kesan tersimpan.

Kali ini, ke Malang adalah untuk mengantarkan dan menemani si bungsu, yang berniat melanjutkan pendidikan ke Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Malang. Mau jadi notaris katanya. Selama tidak jadi teroris, ya didukung saja. Lagi pula kemauannya untuk belajar memang tinggi.

Bisa juga sekalian reuni di kampus dulu, bertemu lagi dengan ibu kantin fakultas, d…

Bersenang-senang dengan Telpon Rumah

Gambar
Sekarang memang sudah jaman canggih, sudah banyak peralatan yang tanpa kabel. Ponsel adalah contoh yang amat sangat nyata. Bicara soal ponsel, nampaknya perangkat modern yang satu ini memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan telpon rumah atau telpon biasa yang masih pakai kabel itu, fixed line.

Kekurangan apakah itu? Janganlah bayangkan persolan teknis, kawan... itu terlalu rumit. Ini adalah soal lain yang jauh lebih mengasyikkan. Kekurangan itu adalah dalam hal digunakan untuk bersenang-senang adanya. Tapi, bukankah perangkat jaman sekarang sudah memenuhi banyak keperluan hiburan? Oh, nanti dulu... ini adalah hiburan yang berbeda, sesuatu hiburan yang sangat manusiawi.

Jika tanpa menggunakan fasilitas Caller ID, tentu masih belum bisa tau siapa yang telpon ke rumah. Beda dengan ponsel yang ketahuan siapa gerangan itu orangnya yang kontak, kecuali memang tak simpan nomornya. Sehingga saat telpon rumah berdering, ada semacam sensasi, siapa gerangan yang telpon.

atau... bisa juga u…

Haruskah Perawat Banjarbaru itu Melawan?

Gambar
Beberapa malam lalu, jadilah saya mendengarkan kisah dan curhat dari beberapa perawat dari sejumlah Puskesmas di Kota Banjarbaru. Ingatlah bahwa, Puskesmas di sini adalah akronim dari Pusat Kesehatan Masyarakat, dan bukan salah satu jenis pakaian modis anak mudi yang berarti PUSer KElihatan Seluruh MASyarakat.

Mendengarkan ragam curhat ini memanglah sesuatu yang saya senang melakukannya. Sebab tak banyak modal, hanya perlu kuping atau kemampuan untuk mendengar. Sekalipun bisa jadi "bak sampah", tapi sungguhlah bisa membahagiakan orang lain yang pada akhirnya juga membuat saya bahagia karena senang melihat orang bahagia.

Kembali ke pokok persoalan di awal cerita...

Beberapa perawat di sejumlah Puskesmas di Banjarbaru ini cerita tentang kondisi kerja mereka yang secara umum mungkin dapat saya bagi atas dua kategori permasalahan. Yakni:

Satu: persoalan yang berada pada tingkat unit kerja atau puskesmas masing-masing; dan
Dua: persoalan yang menjadi urusannya Pemerintah Kota Banja…

Manusia Gaib vs Makhluk Gaib

Gambar
Baiklah sodara-sodara sebangsa dan setanah air, tapi mungkin sementara ini tidak termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, ini pas lagi musimnya penerimaan mahasiswa baru di Indonesia, bukan? bukaaaaan... *plakk...*

Apa kabar sekarang? Masihkah ada yang itu dinamakan dengan Opspek atau Ospek atau Mapram atau Probinmaba (istilah di kampus saya dulu) atau istilah lainnya? Masihkah ada? Baiklah, ada atau tidaknya tak masalah, yang penting mahasiswa angkatan lama masih bisa memandang angkatan baru yang masih gress dan cerah ceria karena belum khawatir akan masa depannya.

Sidang pembaca yang budiman dan dirahmati oleh Tuhannya masing-masing, ini cerita memang tentang kegiatan orientasi untuk mahasiswa baru di fakultas saya dulu. Probinmaba namanya. Apalagi bersama dengan banyak mahasiswi menarik.

Saya lupa kejadian tahun berapa, cuma waktu itu ada seorang peserta perempuan kesurupan sampai dengan malam hari. Saya sekedar memantau, karena bukan sudah waktunya lagi menjadi panita.