Sebuah Malam yang Sungguh Melelahkan

Bukankah sudah pernah saya ceritakan, bahwa kerap kali saya berkonferensi ria dengan para penjaga malam? Malam ini pun sungguhlah itu terjadi lagi. Cuma kali ini agak ramai, ditambah beberapa orang warga serta ada anggota kepolisian dari sektor Banjarbaru.

Pukul ±04.30 WITA saya barulah kembali masuk ke dalam rumah. Seduh segelas teh panas, dan lalu menuju ruang kerja untuk kemudian mengetikkan apa yang baru saja terjadi. Sesungguhnyalah ini sebuah kejadian yang melelahkan.

Sekitar hampir pukul 3 dini hari, untuk yang kedua kalinya, Kifli, sang penjaga malam memanggil saya ke rumah. Karena ia memang saya berikan saya akses untuk memanggil saya kapanpun juga di tengah malam, jadilah ia melakukan itu. Cuma kali ini berbeda, tak seperti panggilan pertama pada lebih kurang 2 jam sebelumnya. Kali ini ia berteriak, "Yu! ada orang!!!". Fahamlah sudah apa yang dimaksudkan olehnya.

Untungnya saya sedang santai berada di teras, sendirian. Itupun akibat panggilannya yang pertama, yang ±2 jam sebelumnya itu. Jadilah saya mendengar dengan jelas panggilannya yang sambil berlari ke arah rumah saya. Sebab mungkin ia juga melihat saya tengah duduk di teras.

Demi mendengar teriakannya, saya hanya menyahut, "Ya..!!!". Bergegas masuk dalam ruangan kerja sebentar, ambil kaos yang tergeletak di kursi, dan mengambil senjata yang bisa saya ambil, dan hap... tangan saya mengambil sebuah palu! Tidak sempat ganti sendal, itu sendal yang biasa cuma dipakai dalam rumah langsunglah digunakan untuk alas kaki, berlari, sprint di tengah malam. Benar-benar melelahkan bagi orang yang kemampuan olah raganya dipertanyakan macam saya ini.
Kenapa ambil palu? Karena itulah yang terjangkau dan terlihat. Sekarang saya kasih tau, itulah sebabnya bagi sebagian (-kecil-) orang Banjar, seperti saya, masih ada yang menganut aturan pantang memindahkan posisi senjata yang ada di dalam rumah. Sayapun menganut itu, cuma lebih sering lupa.
*cape*
Sebab itu pulalah, sebenarnya sudah bergerak ke arah dimana saya biasa meletakkannya, tapi ternyata kosong rupanya sudah ada yang mindah, palu yang terlihat dekat, palulah yang kemudian saya ambil. Paling tidak buat nimpuk akan lumayan.

Dan kali ini, itu rumah yang baru 4 hari dihuni rupanya yang menjadi sasaran, sang isteri terbangun begitu mendengar ada suara mangkok pecah dan sepintas melihat ada orang yang akan mencongkel pintu belakang rumahnya. Padahal baru sekitar 2 jam sebelumnya saya ngumpul dengan beberapa penjaga malam, ngobrol tentang ada orang yang bolak-balik menggunakan motor dan mencurigakan.

Pada awalnya hanya kami bertiga, saya, Kifli penjaga malam dan suami pemilik rumah, namun karena kami cukup ribut, akhirnya bangun pula itu orang lain. Penjaga malam komplek sebelah juga datang serta anggota kepolisian yang kebetulan lewat. Malingnya kemana? itu dia hebatnya maling, lolos entah kemana.

Malam tadi benar-benar membuat keringatan, selain akibat sprint mendadak, juga gara-gara bolak-balik lihat kondisi... *ah... pas sekali, segelas teh panas sudah habis*. Saya cape, mau rebahan sebentar. Itulah cerita pada hari ini.

Komentar

  1. aduh ngeri juga ya...
    tapi please hati-hati ya
    karena om saya ketua RT dan menghadang maling mobil sendirian.
    si maling berdua, dan berpistol. Dooor, kena lah om saya dan mati seketika :(

    EM


    waduh... :( semoga beliau bebahagia di alamnya sekarang, karena beliau pulang sewaktu mempertahankan haknya.
    prinsip saya memang yg penting maling itu gagal operasi, tapi kalau ikut nimpuk dikit itu opsional.

    BalasHapus
  2. dalam situasi tergesa-gesa, palu pun oke kok jadi senjata utk mengejar maling. tapi ternyata malingnya bisa lolos juga, yak?


    hahaha... ada 2 analisis, Pak Sawali, yg pertama mungkin jeda waktu antara penjaga malam lari manggil saya itu digunakan buat kabur. yang kedua & pasti, kami kalah teknik. hahaha...

    *ngakak*

    BalasHapus
  3. palu pun bolehlah... dlm kondisi darurat... kebayang digetok ke kpl maling... Ow! *hmm*


    saya tak membayangkan getok, tapi lempar, lebih aman soalnya... hahaha...

    BalasHapus
  4. Huuhh... sungguh melelahkan, betapa saya turut membayangkan kelelahannya... :D
    Seandainya malingnya tidak lolos pasti palu-nya bisa menunjukkan fungsi lain dari padanya.. :)


    memang banyak benda yang bisa memiliki fungsi ganda, utamanya dalam keadaan kepepet. haha...

    BalasHapus
  5. Hahaha... mestinya sekalian bawa mandau atau parang :D *yiha*
    *siapa tuh yang mindahin senjata2 berbahaya itu?*
    Keren juga nih, berani menghadapi maling :D



    pedang peninggalan perang banjar saya entah kemanaaaa *nangis*

    lupa siapa yang mindah, biasanya memang kalau pas di rumah rame anak kecil, barang² itu harus dipindah, biar aman, tapi lupa mengembalikan

    *cape*

    BalasHapus
  6. langsung dilempar bom buku saja pak.... :D


    jangan, terlalu berisiko timbul korban lainnya. tapi aselinya saya juga takut bom ihihihi...

    BalasHapus
  7. kalau sudah lelah malamnya, siangnya ya istirahat dong akh *ngakak*
    jangan sambil bawa palu lho ya kalau istirahat :lol:
    salam


    whuaaaaaa ... ga beranilah saianya kalo tidur bawa palu, bunda. khawatir ngigo dan menimbulkan korban. ihiihi...

    BalasHapus
  8. Hahahahahahahha.... jadi inget sekarang warga RT sini, bapak2nya pada gantian jaga malam.. gara2 di RT sebelah ada yang dirampok, bukan maling diem2 ilang, tapi rampok, pake acara ngancam2 mau gorok leher gt wkakakakkka.... #serem banget jaman sekarang *cape*


    rampok? :-| mungkin menyesuaikan dengan tuntutan masyarakat atas transparansi, makanya kejahatan juga kian transparan. hahaha... maling terang²an. tapi kekerasannya itu yg bikin ngeri. :-|

    BalasHapus
  9. ahh..maling memang selalu selangkah lebih maju ya!!! *nunggu*


    ya iyalah, harus itu, soalnya kalau larinya barengan bakal tertangklah mereka. lebih aneh lagi kalau malingnya selangkah atau lebih di belakang. hahaha..

    BalasHapus
  10. hahahahaaa... saya suka jawaban ini *ngakak*


    soalnya kan memang harus begitu posisinya, biar semua masih sesuai kodrat. hahaha...

    BalasHapus

Posting Komentar