Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!

Akhirnya, kekhawatiran saya yang pernah tertuliskan pada alinea kedua dari akhir tentang sosialisasi program konversi minyak tanah ke elpiji di Banjarbaru terbukti! Sebuah koran ini hari memberitakan kelakukan para sales selang dan regulator LPG itu.

Mohon maaf sebelumnya, saya tidak menemukan kata atau sebutan lain yang sesuai dengan apa yang ada pada kepala saya untuk mereka itu, kecuali sebagaimana yang tertera pada judul, mereka memang kurang ajar! Lagi pula, untuk hal macam ini saya tak suka berhalus kata. Mau nuntut saya ke pengadilan juga silakan!!!

Tabung Gas LPG 12 Kg. Sumber Gambar: Liputan 6
Sebelumnya, saya senang baca berita, bahwa Pemko Banjarbaru kini sering memberikan sosialisasi dalam bentuk edukasi tentang penggunaan gas elpiji secara langsung kepada calon pengguna. Bahkan, tak kurang dari Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor turut serta memberikan penjelasan secara langsung cara penggunaan elpiji, yang membuat saya curiga, kalau Pak Ruzaidin ini juga gemar masak di dapur.
Sialnya kemudian, sejumlah sales memanfaatkan momen konversi ini untuk keliling pada mereka yang menerima program konversi. Modusnya mengaku sebagai bagian petugas tim sosialisai program konversi, melakukan pemeriksaan, dan ujung²nya meminta masyarakat untuk beli produk mereka, selang dan/atau regulator gas!
*no*
Ketua Satgas Konversi Gas Elpiji Kota Banjarbaru sendiri juga mengakui adanya hal tersebut, dan modus itu ternyata sudah berulang.

Memanfaatkan ketidakmengertian dan ketakutan pengguna baru elpiji, mereka berusaha untuk mengeruk keuntungan. Ini berbeda dengan orang yang tidak tau apa penyakitnya, tapi rela untuk bayar dokter. Jauh berbeda. Para sales yang menjalankan modus itu memang kurang ajar.

Mereka yang sudah lama menggunakan elpiji saja, masih ada saja yang tertipu dengan modus macam itu, apalah lagi ini mereka pengguna baru, yang akibat pemberitaan gas meledak, rasa takutnya mungkin melebihi ambang rasional tapi wajar.

Karenanya, bagi kalian... ya... kalian, para sales selang dan regulator elpiji, yang menggunakan momen konversi untuk menakut-nakuti masyarakat awam, saya mohon hentikan. Kapasitas saya menghimbau ini adalah sebagai pribadi dan sesama manusia. Sudah cukup polah kurang ajar itu kalian lakukan, jangan teruskan. Kalian kawan²ku yang bukan sales itu, dapat acuhkan himbauan ini.
Jika masih diteruskan modus semacam itu, maka saya yakin seyakin-yakinnya, gaji dan bonus yang kalian kejar dan dapatkan itu tidak akan pernah menjadi apapun! Percayalah!
Jika kalian dan bos kalian merasa hal itu wajar dan tidak apa² untuk dilakukan, yang penting untung, maka saya hanya bisa berdoa, semoga gas atau kompor minyak tanah yang kalian gunakan di rumahlah yang meledak!!! tapi apinya tidak sampai ke rumah tetangga.

Permohonan maaf saya atas penggunaan kata yang mungkin dinilai kasar, untuk para sales itu, tapi bukan pada kawan² & pembaca umum. Saya hanya mencoba apa adanya, untuk hal macam ini memang tidak suka pakai penghalus.
*nangis*

Kepada Satgas Konversi Gas Elpiji Kota Banjarbaru, saya harap, jangan sekedar menghimbau masyarakat untuk waspada, tapi sediakan hotline! Saluran telpon yang dapat masyarakat gunakan untuk bertanya atau melaporkan hal macam ini. Kalau tidak mau pakai telpon pribadi, beli saja handset yang murah yang ada. Hanya untuk masa sosialisasi ini. Lagi pula, saya yakin, sudah banyak masyarakat pengguna baru elpiji itu yang punya ponsel, baik GSM atau CDMA. Kalau hotline itu sudah ada, terima kasih & bagus, tapi sosialisasikanlah!

Untuk kawan², mudahan nanti lusa, kalau ingat saya akan cerita bagaimana saya pernah iseng garap para sales gas dan regulator elpiji yang datang ke rumah saya, sehingga mereka kesal dan menunjukkan wajah mangkel.
*siul*

Referensi berita:
Harian Radar Banjarmasin, Hal. 10 | Judul: Waspadai Petugas Gadungan.

Komentar

  1. salam kenal ya mas ...
    itu mah biasanya bukan berasal dari instansi resmi tapi dari agen2 penjualan regulator, selang dll..
    Tukeran link yuk, jika berkenan silahkan kunjungin blogku yah..


    salam kenal pula... ya memang, sangat jelas mereka bukan dari instansi resmi, cuma memanfaatkan situasi. dan saya mohon maaf, komentar Anda terpaksa di edit karena terkait beberapa item dari informasi berikut ;)

    BalasHapus
  2. busyet sampai di kalimantan juga ya...
    temen sy dulu pernah ada yg jadi pegawainya..
    dan ternyata mereka itu sebenarnya melakukan penipuan terselubung...
    intinya, mereka itu nantinya akan jualan produk pengaman.
    gitu kata kawan sy yg keluar krn merasa seolah menjadi penipu,.
    hanya saja, mereka tidak langsung menawarkan produknya....
    *joged*


    benar mas ahmed, sebenarnya sudah lama hal itu ada di kalimantan, tapi yg bikin marah ini adalah memanfaatkan ketakutan pengguna baru elpiji 3Kg yg notabene rerata adalah masyarakat yang kurang mampu. dan saya ucapkan selamat pada kawan mas ahmet yg keluar itu, semoga lapang jalan hidupnya, berkah rejekinya.

    BalasHapus
  3. haahahhaha....
    namanya juga cari sesuap nasi bang...
    perasaan tiap ari marah marah mulu...'
    slowdown cowboy.... :D


    whuaaa... masa' saya marah² tiap hari? *ngubek² posting beberapa hari terakhir* tapi kalau untuk yg satu ini memang bener marah dan kesal sayanya. memanfaatkan ketakutan masyarakat tidak mampu itu yg saya sangat muak rasanya. kalau yg tempo hari, kan soal lain, ga marah² amat laaah... hahaha...

    BalasHapus
  4. gimana kalo abang ngelamar jadi satgas konversi gas
    pasti asyik


    melamar jadi anggota satgas? tidak, terima kasih. tapi kalau diajak sosialiasi dan melakukan edukasi, jujur saya bersedia, bahkan tanpa dibayar sekalipun

    BalasHapus
  5. hehe.... kirain cuma ada di daerahku aja.... intinya mereka pinter banget memanfaatkan momen untuk mengambil keuntungan...


    sepertinya cara ini memang ada di mana². selama ini saya cuek saja, karena tidak menunggangi program konversi yang ditujukan bagi mereka yang tidak mampu itu.

    BalasHapus
  6. ini namanya menarik keuntungan diatas ketakutan warga... *yiha*


    benar sekali mas irawan, terlebih lagi menunggangi mereka yang tidak faham dan tidak mampu. itulah yang bisa membuat saya merasa sangat muak.

    BalasHapus
  7. Sebuah usaha yang patut di acungi jempol, tapi setelah diacungi jempol bisa jadi di acungi palu (yang buat ngejar maling kemarin lho...) :D


    hahaha.... sekarang dijamin sudah ga pake palu lagi, sudah ada senjata yang kembali pada tempatnya, gara² kasus itu. hahaha...

    BalasHapus
  8. wah maaf om admin ga tau ada peraturannya T__T


    sama², saya juga minta maaf karena informasinya kurang jelas, sekarang sudah dilakukan penambahan menu pada footer, supaya lebih jelas. terima kasih. :)

    BalasHapus
  9. awas ... darah tinggi mengintai xixixi

    hajarlah!
    klo perlu bantuan, bilang ya hahaha


    hahaha... kalau urusan hajar menghajar, percayalah saya sama niQue, sudah terbukti soalnya. hahaha...

    BalasHapus
  10. pengen denger gimana si om isengin mereka.... jgn lupa diposting dong hihihi

    EM


    hahaha.. mudahan nanti terbit. soalnya barusan masuk schedule itu naskahnya. hehehe... dan hmm... sebetulnya saya ada pertanyaan tentang jepang pasca gempa, tapi lupa, nanti saya ingat² dulu ya mba'...

    BalasHapus
  11. baru saja sy dikagetkan oleh teriakan istri, 'pah, gas bocor!'....lgsg sy bangun, ke dapur, sy cabut selang regulatornya, sy ceburkan ke bak mandi, ternyata tabung aman.... Fffiuh....kagetnya.


    hah?!? pak ade nyebur ke bak mandi habis diteriakin gas bocor?!? *los pokus* haha... tapi syukurlah aman, ada yg longgar mungkin, kemarin di saya gitu karetnya sudah jelek, harus ganti.

    BalasHapus
  12. Bos laporkan aja ke Pemda, atau polisi sama aja di bohongin itu.. hehe


    sebaiknya yang memang begitu ya, sudah ngaku² petugas resmi itu sudah masuk penipuan itu. harusnya satgas konversi yang melaporkan ke pihak berwajib

    BalasHapus
  13. sungguh, hanya mereka yang sudah kehilangan nurani yang rela melakukan praktik tipu2 dengan modus main ancam. apa yang pakacil suarakan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama agar tak gampang dikibuli oleh pihak2 tertentu yang suka memanfaatkan situasi demi menumpuk2 keuntungan segelintir orang. maju terus, pakacil.


    bener, pak sawali. katakanlah mereka kepepet karena pekerjaan, tapi tetap saja itu bukanlah alasan pembenar. asli mangkel karena yg macam ini. kalau yg dikerjain adalah mereka yang bukan penerima konversi, saya masih bisa sedikit tak acuh. tapi kasihan kalau para penerima program konversi yg dikerjai dan ditakut-takuti

    BalasHapus
  14. hal yg sama sobat.... bikin jengkel.. karena mereka secara halus merusak alat kemudian menawarkan barang mereka... dan berulang....


    lain kali, kalau mereka datang lagi, gantianlah, mereka yang dikerjain, biar mereka yang jadinya jengkel. hehehe...

    BalasHapus
  15. mengambil kesempatan dalam kesempitan... bantuan pemerintah untuk masyarakat kecil yg belum terbiasa... dimanfaatkan oleh mereka ketidaktahuan tersebut untuk melancarkan akal-akalan melariskan alat-alat mereka.


    itulah yang bikin suasana hati saya jadi rusak dan bawaannya ngomel-ngomel. hehehe...

    BalasHapus
  16. itulah kita bang, suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan he he he...


    hehehe... iya juga sih, mereka memanfaatkan konversi buat ngambil untung, saya memanfaatkannya buat jadi postingan. haha...

    BalasHapus
  17. Hati-hati dalam memilih regulator!
    Nanti bisa dipasang di gas 12 kg, tapi gak bisa terpasang di gas 3 kg. *no*


    nah, ini inpo bagus, artinya ada beberapa jenis. semoga yang menggunakan mendapat informasi juga atas hal ini. TQ.

    BalasHapus
  18. hm. kejahatan muncul bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! hehe ... Ibu saya jadi korban juga dulu ... :oops: :???:


    wew... jangan khawatir kalau begitu mas, banyak yg jadi korban juga, jadi ibunya tidak sendirian, minimal tante saya juga pernah kena. tapi paling tidak jadi tambah waspada lah... hehe...

    BalasHapus
  19. benar2 keterlaluan, mereka ini memanfaatkan ketakutan dan ketidak tahuan orang lain sebagai mangsanya .
    dan, rezeki yg didapat dgn cara begini, ya gak akan berkah lah . :(
    semoga saja pemda setempat bisa lebih menjelaskan dgn runut sosialisasi dr penggunaan kompor gas ini .
    salam


    iya, bunda.mereka memang theerlhaalhuuu... *nangis*

    biasanya duit hasil begitu sih habisnya ga jelas kemana, tau² habiiis aja, tak ada sisa.

    BalasHapus
  20. Wah keras juga teguran dari penulis nih :) tapi memang bener, kalo udah kurang ajar, harus ditegur


    dan kalau sudah ditegur tapi gak nurut
    mungkin harus di ajar. hehehe...

    BalasHapus
  21. menyebalkan memang, jawaban saya sih biasanya standar aja : "ga punya, mas mbak !"

    *maksudnya ga punya kompor gas untuk dikerjain ama kalian, adanya kompor gas untuk masak*

    *yiha*


    hehehe.. kalau lagi malas sayanya juga biasa langsung potong, tapi kalau lagi rajin, urusan bisa panjang sama mereka. haha...

    BalasHapus
  22. bang, tau nggak kenapa tabung gas 3 kg gampang meledak?
    karena dia warna ijo, coba inget deh lagu "balonku ada lima" yang meletus balon warna apa? ijo kan?
    makanya seharusnya warna tabung gas itu diganti pink aja, biar manis...wkwkwkwk *ngakak* *guling*


    hahahaha.... baru tau sayanya... *tepok jidat* *ngakak*

    diganti pink? whuahaha.... tanggung itu sih kalau cuman ganti warna jadi pink, sekalian kasih ikat sama pita. haha... sekarang, kenapa tabung yg 12 Kg warnanya biru?

    *siul*

    BalasHapus
  23. itulah, kadang ada kenakalan dan pemanfaatan momentum ya ... cari untung dengan modus jualan regulator padahal kan gak perlu bayar... duhhh.... :(


    penerima paket konversi memang terima gratis, tapi ditakut-takutin sama itu sales. benar² keterlaluan :(

    BalasHapus
  24. Pada Akhirnya Sales itupun Pasrah | Mhd Wahyu NZ • Banjarbaru22 Mei 2011 15.10.00 WITA

    [...] janji dan kebetulan ingat maka akanlah saya bercerita tentang suatu kali menjamu sales selang dan regulator gas elpiji yang datang ke rumah pada suatu siang. Kebetulan waktu itu mungkin sayanya lagi dapat angin bagus, [...]

    BalasHapus
  25. Pengaduannya lewat kotak komentar ini saja Pak... *siul*


    akan ditampung, pak mars. nanti akan disampaikan pada pihak yang berwenang, melalui entah apa dan bagaimana. hahaha....

    BalasHapus
  26. produk yg dijual para sales itu biasanya harganya 5x lipat (sedikitnya) ketimbang klo kita beli di agen resmi, dan biasanya sedikit memaksa. Tapi bagaimanapun mereka adalah anak2 muda yg mencari penghidupan, yang kurang ajar tetap cukongnya/juragannya, karena bisnis macam ini biasa dijalankan para bajingan!


    waduh, keras nian penutupan dari mba yuni

    :)

    BalasHapus
  27. ada hubungannya dgn gas ngga hahaha :D
    Gas di sini tidak pakai tabung, karena didistribusi oleh Tokyo Gas (Gas Kota) lewat pipa-pipa ke seluruh pelosok. Di luar kotanya masih banyak yang pakai gas propane (gas tabung)

    EM


    hahaha... aselinya sih ga ada hubungannya dengan gas, cuma bagaimanapun harus berterima kasih atas inpo soal gas di jepang.
    saya teringat berita tentang seekor anjing yang menunggu tuannya di atas reruntuhan gempa, hal itu lantas membuat saya teringat akan Hachiko, dan karena kesetiaannya sampai dibuatkan patung dari perunggu itu. masihkah ada patung tersebut? apakah terimbas gempa pula?

    BalasHapus
  28. [...] regulator gas. Hampir kelupaan, jangan lupa cermat juga dalam menghadapi sales regulator gas seperti Mas [...]

    BalasHapus
  29. Hari ni saya didatengin ntu sales. dia dah jelasin knpa tabung bs meledak sambil ngacak2 regulator yg sya pake n pas dah selesai minta ktp sya tp sya gak mau krna mahal dia pnya regulator. dia agak kesal tp ak cuek,minimal dapet ilmu tentang gas lpg. tp habis itu lum ak pasang lg regulatorku. Mau akperiksa dlu dirusak si sales apa gak. nyesel ak biarin ntu sales ngacak2 regulatorku

    BalasHapus
  30. aku sendiri mengalami hal yang sama.

    BalasHapus
  31. aku sendiri mengalami hal yang sama,aku ikut dalam rekrutan mereka selama beberapa hari, tapi kebetulan aku bukan orang yang tolol goblok,sehingga aku keluar dari perusahaan itu.
    Aku curiga dari cara cara yang mereka lakukan, mereka melakukan doktrinisasi pada setiap kader,sehingga kader kader yang ber otak polos tak punya daya untuk protes atau melawan,setiap hari mereka di poles dengan materi materi,kapitelisme mereka di bentuk sedemikian rapinya.
    Kasian mereka (kariawan)
    Mereka di dokrin untuk melupakan hal hal yang lain,mereka hati mereka di cuci,dan di berikan pemahaman kapitalis, seperti yang di terapkan hegel dan karlmax.
    Mereka di paksa untuk melupakan semua dinamika yang terjadi di luar sana, kemudian mereka di berikan pemahaman baru, kemudian di suruh menjual prodak dengan misi harus laku, di pasaran dengan cara apa pun, kalau mereka tidak bisa menjual barang itu maka mereka akan di bentak habis habisan.
    Sistem mereka sangat licik dan sangat.

    Petugas atau kariawan yang datang kerumah rumah warga itu,tidak pernah di berikan pengetahuan entang kualitas barang yang mereka pasarkan,tidak pernah mengukuti pelatihan, setiap hari mereka di doktrin dengan ilmu kapitalis kelas kakap,kemanusiaan yang ada pada hati mereka di hapus,lalu mereka di tuntut agar lebih menghargai uang daripada dirinya.
    semua kata kata yang keluar dari mulut petugasnya itu adalah kebohongan yang di bentuk oleh mereka, padahal mereka sendiri tidak tau.
    kasian anak anak yang mereka rekrut itu mereka tak ada daya untuk melepaskan diri dari pengaruh busuk parah kaum borjuis keparat itu.

    BalasHapus
  32. Terimakasih infonya pak. Istri saya dan para ibu-ibu di komplek saya juga kemarin banyak yang tertipu membeli regulator seharga 230 ribu. Padahal merk yang paling mahal pun hanya 150 ribu. Saya jadi kesal dibuatnya.

    BalasHapus
  33. harus di basmi tuch.sangat membahayakan

    BalasHapus
  34. Terima kasih atas postingan yang bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar