Pada Akhirnya Sales itupun Pasrah

Sesuai janji dan kebetulan ingat :mrgreen: maka akanlah saya bercerita tentang suatu kali menjamu sales selang dan regulator gas elpiji yang datang ke rumah pada suatu siang. Kebetulan waktu itu mungkin sayanya lagi dapat angin bagus, sehingga suasana menjadi berbeda walau dari awal mereka sudah bohong!!!

Mengaku petugas dari pertamina, tapi begitu saya kejar sesuai dengan identitas, mereka berubah mengatakan dari sebuah PT yang kerja sama dengan pertamina. Tapi, sudahlah, itu cuma awalnya, kebetulan waktu itu anginnya masih bagus. Saya lanjutkan saja. Sehinggalah mereka menjawab dengan lancar maksud & tujuan kedatangan mereka.

Bahwa, mereka akan memberikan pejelasan tentang tata cara merawat kompor gas, agar selalu aman untuk dipergunakan. Apa yang saya tunggu ternyata keluar juga, bahwa mereka minta ijin untuk melihat kompor dan tabung elpiji yang ada di rumah, biar penjelasan mereka lebih jelas katanya. Oh... tentu... tentu saya setuju. Mereka senang & sumringah begitu saya kasih ijin masuk, tapi mereka tidak tau, saya juga senang karena anginnya bagus.
*siul*

Jadilah itu satu orang perempuan & 2 lelaki masuk sampai dapur, ke tempat di mana kompor dan tabung berada. Panjang lebar mereka jelaskan cara merawat kompor dan selang, mungkinlah itu hampir ±10 menit. Saya adalah pendengar yang baik, sesekali bertanya dan mereka dengan senang hati menjawab. Wajah mereka senang dan sayapun senang. Kenapa? Karena anginnya masih bagus.
Sampailah pada suatu saat, salah satu dari mereka berkata sambil tersenyum, "bagaimana pak? lebih baik memang kalau kita contohkan langsung cara merawat selang gasnya. jadi bapak bisa lihat dan lebih jelas".
Jadilah saya menjawab...
"Oh... terima kasih, mas. Tapi tidak perlu. Saya sudah sangat berterima kasih dikasih tau bagaimana caranya. Kebetulan saya punya teknisi langganan yang melakukan perawatan secara rutin tiap 6 bulan sekali. Jangan khawatir, informasi yang mas sampaikan akan saya kasih tau ke dia juga. Mungkin ada hal lain yang saya perlu tau? Biar nanti juga disampaikan sama teknisi itu".
*no*

Hebat mereka, terus berusaha meyakinkan untuk melakukan praktik langsung dan memberikan contoh bagaimana melakukannya. Sayapun konsisten berterima kasih dan menolak, sambil terus mengatakan bahwa biar teknisi yang melakukannya. Sebab teknisi itu sudah hebat dan pintar, dan akan lebih pintar dengan informasi yang tadi dia sampaikan ke saya yang akan saya sampaikan ke dia.

Tak kurang dari 5 menit itu seingat saya proses tawar-menawar untuk melakukan percobaan dilakukan dan terus saya tolak berlangsung di depan kompor. Sampai akhirnya air muka mereka berubah dan menunjukkan wajah kesel dan mangkel, bisa juga merekanya sudah pasrah. Akhirnya merekapun pamit.

Tapi, berhubung anginnya masih bagus, saat mereka pamit justru masihlah saya tanya ada atau tidaknya informasi perawatan lain yang perlu saya tau. Bahkan saya tawarkan untuk duduk dulu, santai sejenak sambil rehat. Lalu, giliran merekalah yang kemudian menolak tawaran saya. Jadilah itu bertiga saya antar ke pintu depan.
Saya hantarkan kepergiannya, sambil tak lupa, kembali mengucapkan terima kasih atas penjelasannya. Dijawab sama-sama, tapi dengan raut muka yang berbeda dari sewaktu datang.
*cape*
Oh kawan.... sekaranglah saatnya saya kasih tau prinsip kalau menghadapi itu hal macam ini, bahwa sekuat kuping mendengar, mereka bisa bicara apapun, bagaimanapun, sepanjang apapun. Hanya satu yang harus diperhatikan, yakni jangan sampai menyentuh apapun! Gunakan prinsip lihat boleh pegang jangan. Sebab sudah sering terjadi, mereka yang pegang, orang yang bayar.

Komentar

  1. tapi mereka pegang dan sentuh selang gas kan? hehehe
    bisa membayangkan muka manyun mereka. Tapi kok sampai bertiga begitu kalau datang ya? Keroyokan :D

    EM


    hohoho... ga bakalan mereka sempat pegang mba'... itu tabung dan selangnya dijaga ketat sama saya. cuman diajak ngobrol saja merekanya. ga tau juga kenapa bisa betiga, 1 ngomong, 1 cuman nyatat² entah apa, 1 lagi bengong. hahaha....

    BalasHapus
  2. hahahaa.....kasian juga mereka bertiga ini,
    mau jail kok sama orang terjail, ya gak mempan dunk akh! :D :D *guling*
    salam


    kebetulan saja mereka datangnya pas angin lagi bagus, bunda, dan tak begitu lama setelah tante saya kena dikerjain dulu itu. haha...

    BalasHapus
  3. Teknik ini Gantinya palu rupanya... :mrgreen:
    Kalau saya mending tolak langsung, kalau pun harus didengarkan, saat mereka coba "memaksa", alasan saja mau ada keperluan lain :D


    nah, kalau lagi males, anginnya kurang bagus, biasanya juga tolak langsung, tapi ini kebetulan lagi angin bagus. jadi dengarkan saja apa kata mereka. hahaha...

    BalasHapus
  4. pernah ngalamain dulu banget jaman belum ada konversi gas, datang keroyokan jadi saya punya lasan jitu sekalain ngibulin mereka :"maaf saya pakai kompor minyak tanah", dan... wajahpun berubah hehehe pamit pulang ;)


    awalnya dulu saya juga dulu selalu bilang begitu, pakai kompor minyak tanah, tapi lama² hati agak ga enak juga, sekarang lebih memilih tolak langsung atau garap sekalian. hahaha....

    BalasHapus
  5. Bener banget mas, jangan ampe megang produk dia. Sekali pegang, matilah kita :P


    hehe... lihat boleh pegang jangan.

    :D

    BalasHapus
  6. Kalau semua orang baca ini, bisa2 perusahaan saya bangkrut... *guling*


    waduh... gawat ini, tak taulah sayanya kalau itu ternyata perusahaan pak mars. hahaha...

    BalasHapus
  7. baiknya emang pegang sendiri-sendiri ajah xixixix!!!! Lebih aman!!!


    memang lebih aman pegang punya sendiri².
    hehehe...

    BalasHapus
  8. nah, mendengar penjelasan di atas, kesimpulan yg bisa diambil adalah berusaha sabar mendengarkan tanpa membiarkan mereka menyentuh apapun
    *mencatat*
    tapi beh kalo saya tak pernah sesabar itu tapinya, pasti gitu
    :-|


    cobalah sekali waktu, siapa tau bisa menunggu, toh cuma modal kuping dan sedikit waktu. hahaha...

    BalasHapus
  9. sudah pernah kena pak, dan karena saya dulu juga pernah kerja2 sales gitu yo didengerin aja mpe capek ngomong dan terakhir cukup tegas dan berucap, tidak terima kasih lain kali saja. hehe.


    nah, ini maksudnya kena sebagai yg cuma didengerin? hehehe... tapi kalau sales yg lain² saya ga pernah iseng berlebihan kok, tenaaang...

    BalasHapus
  10. *tepuktangan* keren... puas rasanya baca tulisan ini... hihihihiihi


    puas? hahaha... bingunglah saia jadinya kenapa bisa sampai merasa puas. haha...

    BalasHapus
  11. komenku gak muncul... :sad:


    *kalau komentar tak langsung muncul biasanya karena akismet atau cache. tapi ini tadi tak masuk pending atau spam, jadi mungkin karena cache laman. posisi komen ini akhirnya saya pindahkan mengikut induknya agar sesuai & jelas :)

    BalasHapus
  12. Hmm... ternyata dimana2 sama ya trik sales2 itu :(
    Saya sih gak berani membiarkan orang asing masuk rumah...


    kalau membiarkan orang asing masuk rumah memang harus hati², benar itu. tapi kadang sayanya nekad, hehehe...

    BalasHapus
  13. ada2 saja modus pemaksaan yang mereka lakukan. sales2 seperti itu tak hanya beraksi di banjarmasin tapi juga di kendal, pakacil. tapi syukurlah, sekarang sudah ndak kelihatan lagi batang hidungnya.


    rupanya benar² merambah banyak wilayah negeri ini. dan sekarang memang sudah jarang, pak sawali, tapi kejadian kemarin di banjarbaru itu yg masih bikin kesel & ternyata masih ada :|

    BalasHapus
  14. Wah..... habis kejadian itu Mas Wahyu pasti kena sumpah serapah dari mereka. :D


    kalau memang itu bikin mereka senang, maka biarlah saja. kan sayanya sudah senang duluan. hahaha...

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru