Hujan di Hari Pendidikan Nasional

Hari ini, 2 Mei secara nasional diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, atau HARDIKNAS, yang tentu saja bukanlah sebuah momen untuk menghardik secara nasional. Lagi pula saya tidak akan bicara soal pendidikan di negeri ini, terlalu berat mungkin itu bagi saya.

Saya meng-amin-i posisi guru sebagai mana catatan Pak Mars. Tentu juga saya prihatin sebagaimana satire tentang sekolah yang dicatat oleh Guskar.

Saya sekedar ingin mencatat pada catatan tentang hujan pada hari ini, tepat di hari Pendidikan Nasional Ini, Senin, 2 Mei 2011.

Seorang ibu di Banjarbaru bercerita, betapa anaknya sangat gembira dan bersemangat, bahwa hari ini ia bersama teman-teman akan tampil di depan Walikota Banjarbaru, tentu saja dalam rangka peringatan HARDIKNAS. Namun hujan yang tak kunjung reda juga membuat sang ibu tak enak hati.

Saya saksikan seorang guru muda, yang masih berstatus CPNS, bersiap dari pagi dengan seragam Korpri yang dipinjam pada malam harinya, untuk apel bersama masih dalam rangka HARDIKNAS. Hujan yang tak juga reda dari tengah malam di Banjarbaru, membuat ia terduduk diam dan bertanya-tanya. Jadi tidaknya apel pada ini hari.

Saya dengar seorang kepala sekolah di Banjarbaru berkata, tak kuat ia rasanya jika harus apel pada jam 10an, itupun kalau hujan sudah reda, ngantuk berat katanya. Ya... wajar saja, dalam cuaca seperti tadi pagi, berat rasanya untuk tidak mengantuk dan memeluk guling. Tapi ia tetap menunggu kapankah hujan itu reda.

Seorang Ibu Guru Bahasa Inggris salah satu SMA di Banjarbaru menuliskan pesan, "Hujan dipagi hari seakan-akan air mata para pahlawan tanpa tanda jasa yang mengabdi mendidik anak-anak bangsa tanpa memandang apa dan siapa. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita menjalankan tugas dengan tulus dan ikhlas". Saya yakin, beliaupun tengah menanti kapan hujan akan reda.

Manusia merdeka adalah tujuan pendidikan. Merdeka baik secara fisik, mental dan kerohanian, kutipan dari Ki Hajar Dewantara itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dalam akun jejaring sosialnya. Hujan juga masih terus, walau saya tak tau beliau ikut apel dalam rangka HARDIKNAS atau tidak.

Hari ini, 2 Mei 2011 yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, hujan tak kunjung reda. Sayapun duduk terdiam, tentu juga ada yang saya pikirkan. Tapi bukan soal apel ataupun pendidikan. Karena tidak cukup memikirkan pendidikan hanya sehari dalam setahun. Saya memikirkan selokan tetangga yang masih mampet yang sudah beberapa kali saya bicarakan dan sampaikan pesan.

Lagi pula saya yakin, tak perlu sekolah tinggi, dan mendapat pendidikan di lembaga terbaik, hanya untuk menjaga, bahwa menjaga kelancaran selokan itu selain penting untuk kesehatan, juga baik untuk ketentraman lingkungan.

Hari ini, hari Pendidikan, Banjarbaru hujan...

Komentar

  1. Yang hujan turun lagi di saat HARDIKNAS ku peringati!!! Hehehehe :grin: Salam kenal dari saya dan jangan lupa BW ke blog saya!!

    BalasHapus
  2. hahaha.. hujan turun lagi itu kan mirip lagu jaman saya sekolah dulu, yg juga pernah dipakai buat merayu teman bangku sebelah :lol:

    BalasHapus
  3. selamat hari nasional aja deh, kalo pun hujan tetep jalan kan. hehe.. :lol:

    BalasHapus
  4. # ya mesti jalan dong mba umiabie, lagi pula mbah surip yg biasa gendong 'kan sudah tiada :smile:

    BalasHapus
  5. kemarin anak kedua saya bercerita mengenai upacara hardiknas di sekolahnya. cuma sebentar karena saat upacara mulai gerimis. pidato kepala sekolahnya cuma singkat saja: anak2 kls 6 yg rajin belajar utk hadapi ujian ya. anak2 kls 1 - 5 akan libur. jangan banyak main, di rumah belajar juga.
    **kalo tidak gerimis, mungkin ibu kepala sekolah pidatonya agak panjang seperti menceritakan siapa itu ki hajar dewantara. mungkin loh ya :)

    BalasHapus
  6. # itu tandanya kepala sekolah yang mengerti situasi dan kondiri :mrgreen:

    BalasHapus

Posting Komentar